
Otoritas Zambia dan Zimbabwe pada Rabu, 7 Januari 2026, berhasil menemukan dan mengangkat jenazah Christopher Gibbs, seorang turis Amerika Serikat berusia 48 tahun asal Arizona, dari dasar Ngarai Air Terjun Victoria setelah pencarian lintas negara yang intensif. Insiden tragis ini dimulai pada Senin, 5 Januari, ketika Gibbs, yang telah menyeberang dari Zimbabwe ke sisi Zambia Air Terjun Victoria, dilaporkan menghilang setelah gagal kembali ke penginapannya, memicu misi pencarian dan penyelamatan gabungan yang melibatkan berbagai badan dari kedua negara.
Pencarian yang berlangsung beberapa hari ini berpusat di sekitar Ngarai Air Terjun Victoria yang memiliki kedalaman 108 meter, setelah laporan dari staf penginapan di Victoria Falls, Zimbabwe, mengenai ketidakhadiran Gibbs. Alarm tersebut memicu pemberitahuan lintas batas antara lembaga penegak hukum di kedua negara. Jenazah Gibbs ditemukan tersangkut di antara bebatuan jauh di dalam ngarai pada Selasa malam, 6 Januari, mengubah misi dari penyelamatan menjadi operasi pemulihan. Tim penyelam polisi, yang diamankan dengan tali, turun ke medan yang sangat berbahaya dan curam untuk mengevakuasi jenazah. Proses evakuasi yang memakan waktu berjam-jam ini memerlukan upaya melelahkan untuk menarik tandu ke permukaan. Kepala Polisi Provinsi Selatan Zambia, Moono Namalongo, kemudian secara positif mengkonfirmasi identitas korban sebagai turis Amerika yang hilang tersebut. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Harare telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman korban. Investigasi mengenai penyebab pasti jatuhnya Gibbs masih berlangsung, meskipun laporan awal menunjukkan cedera yang konsisten dengan jatuh dari ketinggian.
Air Terjun Victoria, yang membentang di perbatasan Zambia dan Zimbabwe, adalah salah satu keajaiban alam paling spektakuler di dunia dan tujuan wisata global yang menarik ribuan pengunjung setiap tahun. Daya tariknya berasal dari pemandangannya yang dramatis dan berbagai aktivitas petualangan. Namun, kombinasi batuan yang basah dan licin akibat semburan air serta tebing curam menimbulkan risiko yang melekat bagi pengunjung. Otoritas telah berulang kali memperingatkan wisatawan untuk sangat berhati-hati di dekat ngarai karena permukaan yang licin dan jurang yang terjal. Pengunjung didesak untuk mematuhi pedoman keselamatan yang dipasang, tetap berada di area pandang yang ditentukan, dan bepergian dengan pemandu terakreditasi bila sesuai. Meskipun wilayah Air Terjun Victoria umumnya dianggap aman bagi wisatawan, insiden fatal memang pernah terjadi di masa lalu, menyoroti pentingnya kehati-hatian.
Insiden ini menggarisbawahi tantangan yang terus-menerus dalam mengelola keselamatan di destinasi alam yang megah namun berisiko. Upaya pencarian dan pemulihan lintas batas yang cepat antara Zambia dan Zimbabwe menunjukkan tingkat koordinasi yang krusial untuk wilayah yang berbagi salah satu daya tarik turis terbesar di benua itu. Kerja sama ini didukung oleh inisiatif seperti KAZA UniVisa, yang mempermudah perjalanan lintas batas antara kedua negara dan meningkatkan pengalaman perjalanan yang lancar bagi wisatawan.
Sektor pariwisata adalah pilar ekonomi vital bagi kedua negara, dengan Air Terjun Victoria menjadi magnet utama. Pada kuartal pertama tahun 2025, misalnya, sisi Zimbabwe dari Air Terjun Victoria menerima 61.139 pengunjung, menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan peningkatan signifikan dalam kedatangan internasional. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan konektivitas melalui Bandara Internasional Victoria Falls yang diperluas dan pengenalan rute penerbangan baru. Insiden seperti ini, meskipun jarang, dapat memicu tinjauan ulang protokol keselamatan dan komunikasi publik untuk memastikan wisatawan memahami sepenuhnya risiko yang terlibat. Ke depan, tekanan mungkin meningkat pada otoritas taman dan operator tur untuk memperkuat langkah-langkah keselamatan yang ada, seperti rambu peringatan yang lebih jelas, pembatasan akses di area tertentu, atau peningkatan kehadiran staf untuk memantau perilaku pengunjung di titik-titik berbahaya.