Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jadwal Mekar Sakura Jepang Diumumkan: Saatnya Buru Tiket Liburan Impianmu!

2026-01-23 | 15:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-23T08:53:08Z
Ruang Iklan

Jadwal Mekar Sakura Jepang Diumumkan: Saatnya Buru Tiket Liburan Impianmu!

Jepang telah merilis perkiraan tanggal mekarnya bunga sakura untuk musim semi 2026, memicu antisipasi global di kalangan pelancong yang ingin menyaksikan fenomena alam yang ikonik ini. Japan Meteorological Corporation (JMC) pada 22 Januari 2026, mengeluarkan perkiraan ketiganya mengenai tanggal mekarnya (kaika) dan puncak mekarnya (mankai) varietas Somei Yoshino, jenis sakura yang paling umum, di sekitar 1.000 lokasi di seluruh Jepang.

Menurut JMC, Tokyo diperkirakan akan melihat bunga sakura mulai mekar pada 22 Maret dan mencapai puncak mekar sekitar 29 Maret. Kota-kota besar lainnya juga memiliki perkiraan tanggal yang spesifik: Kyoto diperkirakan mekar pada 25 Maret dengan puncak pada 2 April, sementara Osaka diproyeksikan mekar pada 25 Maret dan mencapai puncak pada 1 April. Di bagian selatan, Fukuoka diprediksi mekar pada 22 Maret dan mencapai puncak pada 30 Maret, sedangkan di utara, Sapporo di Hokkaido diperkirakan akan melihat mekarnya bunga pada 26 April dengan puncak mekar pada 30 April. Perkiraan ini berdasarkan pola suhu dari musim gugur sebelumnya, dengan JMC juga mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk memberikan tanggal yang lebih awal dan akurat, membantu wisatawan dalam perencanaan perjalanan. Meskipun demikian, JMC menekankan bahwa ini adalah perkiraan, dan kondisi cuaca dapat mempercepat atau memperpendek periode puncak mekar.

Bunga sakura, atau 'sakura', melambangkan keindahan yang singkat dan memiliki makna budaya yang mendalam di Jepang, menandai datangnya musim semi. Tradisi 'hanami' atau melihat bunga, telah menjadi kegiatan yang disukai selama berabad-abad, di mana keluarga dan teman-teman berkumpul di bawah pohon yang mekar untuk merayakan musim ini. Namun, periode mekar yang singkat, biasanya hanya berlangsung satu atau dua minggu pada puncaknya, menciptakan urgensi yang menarik baik penduduk lokal maupun turis internasional ke lokasi-lokasi paling indah pada waktu yang bersamaan.

Industri pariwisata Jepang telah merasakan dampak ekonomi yang signifikan dari musim sakura. Profesor Emeritus Katsuhiro Miyamoto dari Universitas Kansai memproyeksikan musim hanami 2025 akan menghasilkan dampak ekonomi sebesar 1,39 triliun yen (sekitar 9,43 miliar dolar AS) secara nasional, meningkat 22,2% dari 1,14 triliun yen tahun sebelumnya. Lebih dari seperempat pengunjung hanami diperkirakan merupakan turis asing, rasio tertinggi yang pernah tercatat untuk acara musiman ini. Data menunjukkan bahwa pada Januari dan Februari 2025, Jepang menyambut 5,48 juta pengunjung internasional, peningkatan 28,5% dari tahun ke tahun. Secara keseluruhan, Jepang menyambut 42,7 juta pengunjung asing pada tahun 2025, mencapai rekor baru dan menandai pertama kalinya jumlah ini melampaui 40 juta dalam setahun. Lonjakan ini didorong oleh yen yang melemah dan koneksi penerbangan yang diperluas, menjadikan Jepang lebih mudah diakses.

Namun, popularitas yang melonjak ini juga membawa tantangan, terutama masalah 'overtourism'. Destinasi populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka, yang secara informal disebut "rute emas" bagi wisatawan, mengalami kepadatan parah. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi penduduk lokal, seperti kemacetan lalu lintas, kepadatan transportasi umum, dan perilaku turis yang terkadang tidak pantas terhadap adat istiadat lokal. Untuk mengatasi hal ini, beberapa pemerintah daerah telah mulai menerapkan langkah-langkah, seperti biaya masuk di situs-situs warisan dunia seperti Kuil Itsukushima dan biaya mendaki Gunung Fuji. Di Gion, Kyoto, wisatawan bahkan dilarang memasuki jalan-jalan belakang tertentu sejak April 2024 untuk melindungi privasi geisha dan maiko.

Dengan perkiraan bunga sakura 2026 yang menunjukkan jadwal mekar yang umumnya konsisten dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang tidak terduga, para pelancong memiliki kesempatan yang lebih baik untuk merencanakan pengalaman mereka. Periode "sweet spot" untuk melihat puncak mekar di kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka adalah antara 24 Maret hingga 2 April. Bagi mereka yang mencari pengalaman hanami yang lebih tenang dengan kerumunan yang lebih sedikit, menggeser perjalanan ke utara antara 6 April hingga 20 April, atau ke Hokkaido pada akhir April hingga awal Mei, dapat menawarkan alternatif yang menarik. Meskipun demikian, fenomena bunga sakura di Jepang tetap merupakan tontonan yang sangat dinantikan, yang memerlukan perencanaan cermat untuk menavigasi keindahan dan dampaknya secara bijaksana.