Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pijet Pulen Legit & Tangas Betawi: Aset Unggulan Wellness Tourism Jakarta Menanti Promosi Gencar

2025-11-25 | 13:31 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T06:31:18Z
Ruang Iklan

Pijet Pulen Legit & Tangas Betawi: Aset Unggulan Wellness Tourism Jakarta Menanti Promosi Gencar

Pijat Pulen Legit dan Tangas Betawi, dua warisan budaya Betawi yang kaya, memiliki potensi besar untuk mendorong sektor pariwisata kebugaran Jakarta di tengah tren global yang terus berkembang. Namun, potensi ini membutuhkan promosi yang lebih masif dan terintegrasi agar dapat dikenal lebih luas oleh wisatawan domestik maupun internasional.

Pijat Pulen Legit adalah teknik pijat tradisional khas Betawi yang dikenal ampuh untuk mengembalikan kebugaran tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan memberikan efek relaksasi yang mendalam. Terapi ini menggabungkan tekanan pijat yang dalam dan presisi, gerakan lembut yang merilekskan saraf, pengurutan otot dari pangkal hingga ujung, baluran minyak herbal hangat, serta teknik peregangan khas Betawi. Hasilnya adalah sensasi "pulen" pada otot—lembut, lentur, tidak kaku—serta rasa nyaman yang "legit" setelah sesi selesai. Pijat ini sangat efektif untuk meredakan ketegangan yang menumpuk di leher, bahu, punggung, dan pinggang, serta dapat membantu mengurangi nyeri menstruasi pada wanita. Secara tradisional, pijat ini juga difokuskan pada area intim wanita, terutama setelah melahirkan, untuk membantu mengencangkan otot-otot yang kendur, sehingga kadang disebut juga sebagai pijat "kembali perawan" oleh masyarakat Betawi.

Sementara itu, Tangas Betawi merupakan tradisi mandi uap atau "sauna ala Betawi" yang telah lama menjadi bagian dari ritual perawatan tubuh. Perawatan ini melibatkan campuran rempah dan bunga khas seperti melati, mawar, kantil, jahe, daun pandan, jeruk limau, biji pala, dan serai yang direbus. Uap dari rebusan herbal ini kemudian disalurkan ke tubuh yang dibalut kain selama sekitar 30 menit, memungkinkan uap meresap melalui pori-pori kulit. Tangas Betawi tidak hanya bertujuan untuk menyegarkan tubuh, mengurangi keringat berlebih, dan menghaluskan serta mengharumkan kulit, tetapi juga memiliki makna spiritual sebagai proses pembersihan diri, terutama menjelang pernikahan. Ritual ini juga bermanfaat bagi wanita setelah melahirkan, serta untuk menjaga kesehatan area kewanitaan, melancarkan peredaran darah, dan membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Beberapa spa di Jakarta seperti Gaya Spa Wellness telah menawarkan perawatan tradisional ini, mengadopsi teknik pijat Betawi yang khas.

Potensi Pijat Pulen Legit dan Tangas Betawi untuk memajukan wisata kebugaran Jakarta sejalan dengan tren global di mana wisatawan semakin mencari pengalaman yang meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Industri wisata kebugaran di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan nilai transaksi mencapai 6,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 113 triliun pada tahun 2024, menempatkan Indonesia di urutan ke-18 dunia dalam pertumbuhan ekonomi wellness. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui kemitraan strategis dengan Etnaprana, berkomitmen penuh untuk mendukung Jakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya lokal. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menekankan bahwa Jakarta memiliki kekayaan "etno-wellness" yang unik seperti pijat Betawi dan ramuan herbal nusantara, yang memberikan daya saing kuat. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga terus mendorong pengembangan wisata kebugaran, bahkan mengusulkan penetapan Hari Wellness Nasional dan Bulan Wellness Nasional setiap November untuk mempromosikan layanan berbasis kearifan lokal.

Meskipun demikian, untuk benar-benar mengoptimalkan potensi ini, promosi yang lebih masif dan terstruktur sangat dibutuhkan. Agnes Lourda Hutagalung dari Etnaprana, misalnya, telah mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan untuk membuat peraturan daerah terkait wisata kebugaran, yang dapat mendorong Jakarta menjadi salah satu destinasi wisata kebugaran unggulan di Asia Tenggara. Salah satu wacana promosi yang dipertimbangkan adalah memperkenalkan wisata kebugaran ini di kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day. Dengan sekitar dua juta warga negara Indonesia yang masih melakukan perjalanan wisata medis ke luar negeri setiap tahunnya, penguatan promosi layanan wellness lokal menjadi sangat krusial. Sinergi antara pemerintah, komunitas budaya, dan pelaku industri pariwisata akan menjadi kunci keberhasilan, memastikan bahwa Pijat Pulen Legit dan Tangas Betawi tidak hanya terlestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi daya tarik utama yang meningkatkan citra Jakarta sebagai pusat wellness tourism di tingkat regional dan global.