Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Thailand Terapkan Biaya Bandara Rp 13 Ribuan Per Februari 2026

2026-01-05 | 18:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T11:32:14Z
Ruang Iklan

Thailand Terapkan Biaya Bandara Rp 13 Ribuan Per Februari 2026

Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) akan menaikkan biaya layanan penumpang penerbangan sebesar 10 baht, dari 15 baht menjadi 25 baht (sekitar Rp 11.000), untuk setiap kedatangan dan keberangkatan internasional mulai 1 Februari 2026. Keputusan ini diambil untuk menstabilkan keuangan lembaga tersebut, menutupi biaya operasional yang meningkat, serta memperkuat pengawasan regulasi dan keselamatan di seluruh sektor penerbangan Thailand. Peningkatan ini menandai penyesuaian pertama sejak tahun 2015, di mana CAAT menyatakan bahwa biaya yang tidak berubah selama bertahun-tahun telah menyebabkan lembaga tersebut menguras cadangan keuangannya untuk menopang operasi.

Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian penyesuaian biaya perjalanan yang lebih luas yang diinisiasi oleh pemerintah Thailand, yang juga mencakup peningkatan tarif Passenger Service Charge (PSC) atau pajak bandara di enam bandara utama yang dioperasikan oleh Airports of Thailand (AOT) Plc. PSC untuk keberangkatan internasional akan naik sekitar 53 persen, dari 730 baht menjadi 1.120 baht (tambahan 390 baht), dan diproyeksikan mulai berlaku pada awal 2026 setelah proses persetujuan final. Peningkatan PSC ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan tambahan sekitar 10 miliar baht per tahun, yang akan dialokasikan untuk pengembangan bandara, peningkatan terminal, dan perluasan kapasitas guna menampung pertumbuhan lalu lintas internasional. Bandara-bandara yang terdampak oleh kenaikan PSC termasuk Suvarnabhumi, Don Mueang, Phuket, Chiang Mai, Hat Yai, dan Chiang Rai.

Selain itu, Thailand juga terus mempertimbangkan pengenaan biaya masuk turis, atau yang dikenal sebagai "Kha Yeap Pan Din", sebesar 300 baht untuk kedatangan melalui udara dan 150 baht untuk kedatangan melalui darat atau laut. Namun, implementasi biaya ini telah ditunda beberapa kali dan saat ini ditargetkan untuk kuartal kedua atau ketiga tahun 2026, dengan alasan ketidakpastian ekonomi global dan kebutuhan untuk menilai permintaan turis internasional secara cermat. Dana dari biaya masuk turis ini rencananya akan digunakan untuk menyediakan perlindungan asuransi dasar bagi pengunjung asing dan mendukung proyek-proyek infrastruktur pariwisata serta upaya konservasi lingkungan di seluruh negeri.

Kenaikan biaya-biaya ini merefleksikan pergeseran strategis Thailand dalam kebijakan pariwisasa, dari model yang didorong oleh volume menjadi model yang lebih berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan. Menteri Pariwisata dan Olahraga, Sorawong Thienthong, telah menekankan bahwa Thailand berupaya membangun sektor pariwisata yang tidak hanya pulih, tetapi juga berkembang maju dengan fondasi keselamatan, inovasi, dan pertumbuhan berkelanjutan. Dengan anggaran 4,5 miliar baht untuk 22 inisiatif strategis, pemerintah bertujuan untuk memposisikan Thailand di antara 10 ekonomi pariwisata teratas dunia pada tahun 2026.

Meskipun penyesuaian biaya ini akan menambah beban finansial bagi wisatawan internasional, para analis industri pariwisata berpendapat bahwa Thailand masih mempertahankan daya saing harga dibandingkan banyak destinasi jarak jauh lainnya, khususnya di kawasan Asia-Pasifik. Negara-negara tetangga juga telah memperkenalkan atau menaikkan pajak turis, biaya bandara, dan biaya lingkungan dalam upaya mencari model pendanaan yang berkelanjutan untuk pertumbuhan pariwisata. Bagi para pelancong, perubahan ini menggarisbawahi pentingnya meninjau rincian tarif dan memahami biaya mana yang sudah termasuk dalam harga tiket versus biaya yang harus dibayar secara terpisah.