Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Thailand Gelontorkan Rp 53 Triliun Demi Wujudkan Disneyland Impian

2026-01-14 | 01:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-13T18:00:27Z
Ruang Iklan

Thailand Gelontorkan Rp 53 Triliun Demi Wujudkan Disneyland Impian

Thailand sedang menjajaki pengembangan taman hiburan berkelas dunia, berpotensi sebuah Disneyland, di Koridor Ekonomi Timur (EEC) dengan perkiraan investasi mencapai 300 miliar baht, setara sekitar Rp 53 triliun. Langkah strategis ini bertujuan untuk merevitalisasi sektor pariwisata negara, mendiversifikasi daya tarik pengunjung, dan mengoptimalkan proyek-proyek infrastruktur berskala besar yang sedang berjalan. Rencana tersebut, yang didorong oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transportasi Phiphat Ratchakitprakarn, saat ini berada dalam tahap awal eksplorasi, dengan diskusi yang sedang berlangsung bersama para investor potensial.

Ambisi Thailand untuk menarik merek taman hiburan global dipandang sebagai komponen krusial dalam upaya pemerintah untuk membangun daya tarik pariwisata yang stabil sepanjang tahun dan mengatasi penurunan jumlah kedatangan wisatawan asing yang tercatat pada tahun 2025. Data dari kementerian pariwisata Thailand menunjukkan adanya penurunan 7,23% dalam kedatangan turis internasional pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 32,9 juta pengunjung. Oleh karena itu, sebuah taman hiburan bertema internasional diharapkan dapat berfungsi sebagai "proyek magnet" yang mampu menarik wisatawan dengan daya beli tinggi, terutama keluarga, dan mendukung kelangsungan proyek-proyek infrastruktur raksasa yang telah lama tertunda.

Inisiatif ini merupakan pergeseran dari proposal sebelumnya yang mencakup pembangunan kompleks hiburan terintegrasi dengan kasino. Pemerintah Thailand kini berfokus pada pengembangan yang sepenuhnya ramah keluarga, sejalan dengan kebijakan ketat The Walt Disney Company yang melarang fasilitas perjudian di dalam atau di dekat taman hiburannya. Kantor Komite Kebijakan Koridor Ekonomi Timur (EECO) telah diinstruksikan untuk mengidentifikasi lahan yang cocok di empat provinsi di EEC: Chonburi, Rayong, Chachoengsao, dan Chanthaburi. Ukuran taman yang dipertimbangkan berkisar antara 960 rai untuk skala kecil hingga 3.000 rai untuk skala besar, dengan total area pengembangan potensial sekitar 5.000 rai (sekitar 800 hektar) yang juga akan mencakup fasilitas pendukung seperti hotel dan zona hiburan.

Wakil Perdana Menteri Phiphat Ratchakitprakarn telah menyatakan bahwa tidak adanya Disneyland di Asia Tenggara memberikan Thailand peluang untuk menjadi yang pertama di kawasan tersebut. Konsep proyek ini mencakup tidak hanya taman hiburan, tetapi juga fasilitas olahraga berskala internasional, termasuk stadion sepak bola berkapasitas 80.000 kursi, arena dalam ruangan untuk 30.000 penonton, dan kolam renang berukuran Olimpiade, yang diperkirakan membutuhkan sekitar 1.500 rai lahan. Fasilitas ini ditujukan untuk menjadi tuan rumah acara olahraga global, konser besar, dan konferensi internasional, meskipun Phiphat menekankan bahwa fasilitas olahraga saja tidak cukup untuk menarik pengunjung harian.

Meskipun belum ada kesepakatan formal dengan The Walt Disney Company, pemerintah Thailand memiliki dua pendekatan. Pertama, mengundang Disney untuk berinvestasi langsung. Kedua, jika Disney menolak, Thailand akan mempertimbangkan model lisensi, serupa dengan Tokyo Disneyland, di mana investor Thailand akan bertanggung jawab atas akuisisi lahan, konstruksi, dan operasional, sementara Disney akan menerima royalti atas penggunaan mereknya. Analis ekonomi sedang mengkaji kelayakan finansial proyek ini, memproyeksikan potensi miliaran dolar dalam pendapatan selama dekade berikutnya, serta penciptaan ribuan lapangan kerja dan stimulasi rantai pasokan lokal. Proyek ambisius ini juga diharapkan dapat menjadi pendorong utama bagi proyek kereta cepat yang menghubungkan tiga bandara utama (Don Mueang, Suvarnabhumi, dan U-Tapao) serta pengembangan Bandara U-Tapao dan kota aviasi di sekitarnya. Keberhasilan proyek ini akan berperan sebagai "uji pasar" penting bagi investor global lainnya yang mempertimbangkan proyek-proyek besar di Thailand.