Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Disneyland Thailand: Proyek Rp54 Miliar Banjir Minat Investor

2026-01-14 | 01:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-13T18:08:02Z
Ruang Iklan

Disneyland Thailand: Proyek Rp54 Miliar Banjir Minat Investor

Pemerintah Thailand tengah secara agresif menjajaki pembangunan taman hiburan berkelas dunia, dengan Disneyland menjadi target utama, di Koridor Ekonomi Timur (EEC) sebagai strategi untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata dan mendorong proyek infrastruktur mangkrak. Rencana ambisius ini telah menarik minat investor domestik, dengan perkiraan nilai proyek mencapai sekitar 100 miliar baht, atau setara dengan Rp53,8 triliun, menurut analisis mendalam dari publikasi keuangan Longtunman yang dilaporkan The Thaiger dan Tempo.co. Proposal ini dipandang sebagai pendorong penting untuk meningkatkan jumlah pengunjung di jalur kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan tiga bandara utama (Don Mueang, Suvarnabhumi, dan U-Tapao), serta mendukung pengembangan Bandara U-Tapao dan kota penerbangan di sekitarnya yang telah lama tertunda.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Kebijakan EEC, berulang kali menyatakan bahwa Thailand siap menjadi tuan rumah Disneyland pertama di Asia Tenggara. Ia menekankan bahwa proyek ini dirancang untuk menciptakan daya tarik pariwisata yang kuat dan berkelanjutan sepanjang tahun, mengatasi pola musiman pariwisata tradisional Thailand. Dalam skema yang diusulkan, proyek ini kemungkinan akan beroperasi di bawah model lisensi, serupa dengan Tokyo Disneyland yang dimiliki dan dioperasikan oleh Oriental Land Company daripada langsung oleh The Walt Disney Company. Model ini akan menempatkan tanggung jawab akuisisi lahan, konstruksi, dan operasional pada investor Thailand, sementara Disney akan bertindak sebagai pemberi lisensi dan menerima biaya royalti. Phiphat menambahkan bahwa pemerintah akan terlebih dahulu mengundang Disney untuk berinvestasi secara langsung, tetapi jika tidak, opsi pembelian lisensi untuk mengoperasikan proyek akan dipertimbangkan.

Kebutuhan akan "proyek magnet" seperti taman hiburan bertaraf internasional muncul dari pengakuan bahwa proyek infrastruktur besar di EEC, termasuk kereta api berkecepatan tinggi dan pengembangan U-Tapao, tidak akan berjalan optimal tanpa insentif yang kuat untuk menarik pengunjung. Kawasan EEC, yang mencakup provinsi-provinsi seperti Chonburi, Rayong, Chachoengsao, dan Chanthaburi, telah dialokasikan sekitar 5.000 rai (sekitar 800 hektar) untuk pengembangan terpadu yang mencakup kompleks olahraga dan hiburan. Di dalamnya direncanakan juga pembangunan stadion sepak bola berkapasitas 80.000 kursi, arena dalam ruangan berkapasitas 30.000, dan kolam renang standar Olimpiade, yang diharapkan dapat menjadi tuan rumah acara olahraga internasional, konser, dan konferensi global. Namun, Phiphat menegaskan bahwa fasilitas olahraga saja tidak cukup menarik pengunjung harian, sehingga taman hiburan berskala internasional diposisikan sebagai elemen inti yang mendukung keseluruhan pengembangan area tersebut.

Minat dari investor domestik telah muncul, meskipun detail spesifik belum diungkapkan. Beberapa konglomerat besar Thailand, termasuk U-Tapao International Aviation (UTA) – sebuah perusahaan patungan Bangkok Airways, BTS Group Holdings, dan Stecon Group – serta Siam Park Bangkok, The Mall Group, Proud Group, dan Central Group, diidentifikasi sebagai calon investor potensial. Komitmen pemerintah terhadap proyek ini juga diiringi dengan jaminan bahwa tidak akan ada kasino yang tergabung dalam pengembangan ini, sejalan dengan kebijakan ketat Disney yang melarang fasilitas perjudian di dalam atau dekat taman hiburannya.

Secara historis, Thailand telah berulang kali mempertimbangkan proyek taman hiburan besar. Dorongan saat ini untuk menarik Disneyland adalah bagian dari upaya yang lebih luas oleh pemerintah Thailand untuk mengubah negara menjadi pusat transportasi dan pariwisata utama di Asia Tenggara. Proyek ini diproyeksikan akan menghasilkan miliaran dolar pendapatan dan menciptakan ribuan lapangan kerja, mulai dari konstruksi hingga posisi manajemen khusus di industri rekreasi, sekaligus merangsang rantai pasokan lokal. Analis dari Bualuang Securities percaya bahwa kehadiran Disneyland akan bertindak sebagai magnet bagi wisatawan global, memberikan keuntungan signifikan bagi sektor penerbangan, bandara, konstruksi, hotel, dan pariwisata.

Meskipun The Walt Disney Company menunjukkan ekspansi di Asia Tenggara dengan peluncuran kapal pesiar "Disney Adventure" di Singapura sebagai "taman hiburan terapung" untuk menjangkau pasar yang kurang terakses oleh taman hiburan daratnya, upaya Thailand untuk menarik taman darat tetap menjadi prioritas. Keberhasilan Thailand dalam menarik acara berskala besar seperti 'Tomorrowland Thailand' yang akan diselenggarakan pada Desember 2026 di Pattaya, dilihat sebagai "uji pasar" yang vital untuk menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola infrastruktur acara besar dan menarik investor global untuk proyek-proyek utama. Ini menunjukkan bahwa Thailand berambisi kuat untuk tidak hanya bersaing di panggung hiburan global tetapi juga menggunakan proyek semacam itu sebagai katalisator untuk modernisasi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.