
Pemerintah Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan beberapa negara Uni Eropa, termasuk Spanyol dan Jerman, secara konsisten mempertahankan peringatan perjalanan tingkat tinggi untuk Venezuela, mendesak warga negara mereka untuk tidak bepergian ke negara Amerika Selatan tersebut karena kekhawatiran yang meluas terkait kejahatan, penculikan, penangkapan sewenang-wenang, serta gejolak politik dan sosial. Peringatan ini, yang telah berlaku selama bertahun-tahun, mencerminkan penilaian berkesinambungan terhadap lingkungan keamanan yang tidak stabil di Venezuela yang diperparah oleh krisis ekonomi dan politik.
Departemen Luar Negeri AS, misalnya, telah mengeluarkan Peringatan Perjalanan Tingkat 4: Jangan Bepergian untuk Venezuela, salah satu tingkat peringatan tertinggi, dengan secara spesifik menyoroti tingkat kejahatan yang tinggi, termasuk perampokan bersenjata, pembunuhan, dan penculikan, yang dilaporkan terjadi di seluruh negeri. Selain itu, peringatan tersebut juga mencatat penangkapan dan penahanan sewenang-wenang warga AS oleh aktor negara Venezuela, kurangnya akses ke layanan konsuler bagi warga negara ganda AS-Venezuela, dan infrastruktur yang tidak dapat diandalkan, termasuk pemadaman listrik yang sering dan kekurangan air serta gas. Kanada juga telah menyarankan untuk "menghindari semua perjalanan" ke Venezuela, mengutip situasi keamanan yang sangat bergejolak dan kurangnya pasokan dasar. Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (FCDO) juga mengeluarkan nasihat serupa, memperingatkan risiko kejahatan kekerasan yang tinggi dan risiko penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, serta mengingatkan bahwa dukungan konsuler Inggris sangat terbatas.
Konteks historis krisis Venezuela memainkan peran krusial dalam memahami peringatan perjalanan ini. Sejak awal 2010-an, negara tersebut telah bergulat dengan krisis ekonomi yang parah, ditandai dengan hiperinflasi, penurunan produk domestik bruto yang signifikan, dan kekurangan barang-barang kebutuhan pokok yang meluas, termasuk makanan dan obat-obatan. Situasi ini telah memicu eksodus massal lebih dari 7 juta warga Venezuela yang mencari kondisi kehidupan yang lebih baik di negara lain. Gejolak ekonomi ini secara langsung berkorelasi dengan peningkatan tingkat kejahatan dan ketidakstabilan sosial. Kelompok kejahatan terorganisir, termasuk geng bersenjata dan kartel narkoba, dilaporkan beroperasi dengan impunitas di beberapa wilayah, terutama di daerah perbatasan.
Selain kejahatan, ketidakstabilan politik tetap menjadi kekhawatiran utama. Konflik antara pemerintah dan oposisi politik, demonstrasi yang terkadang berubah menjadi kekerasan, dan laporan pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan, telah menjadi fitur yang konsisten dari lanskap Venezuela selama bertahun-tahun. Mantan Utusan Khusus PBB untuk Venezuela, Alena Douhan, dalam laporannya pada 2021, mengakui dampak sanksi internasional terhadap situasi kemanusiaan, namun juga menyoroti masalah struktural internal yang memperburuk krisis. Meskipun fokus utama laporannya adalah sanksi, ia secara tidak langsung menggarisbawahi kompleksitas kondisi internal yang membuat lingkungan perjalanan berisiko.
Implikasi jangka panjang dari peringatan perjalanan ini melampaui keamanan individu. Mereka secara signifikan menghambat sektor pariwisata Venezuela yang pernah berkembang, membatasi investasi asing langsung, dan memperburuk isolasi internasional negara tersebut. Meskipun pemerintah Venezuela telah berupaya untuk mempromosikan pariwisata, terutama di wilayah tertentu seperti Pulau Margarita, peringatan perjalanan tingkat tinggi dari negara-negara Barat yang berpengaruh secara efektif membatasi kedatangan wisatawan dari pasar-pasar utama. Ini berkontribusi pada siklus kesulitan ekonomi, karena negara kehilangan potensi pendapatan devisa dan peluang pekerjaan yang dapat dihasilkan oleh industri pariwisata yang sehat. Ke depan, pencabutan atau pelonggaran peringatan perjalanan ini akan sangat bergantung pada perbaikan substansial dalam keamanan, stabilitas politik, dan pemulihan infrastruktur dasar, yang saat ini belum menunjukkan tanda-tanda perubahan signifikan. Tanpa reformasi mendalam dan resolusi krisis yang sedang berlangsung, Venezuela kemungkinan akan tetap berada dalam daftar negara dengan peringatan perjalanan tingkat tinggi.