:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478860/original/023897800_1768953954-000_73L87PY.jpg)
Tiga insiden serangan hiu, yang diduga kuat melibatkan hiu banteng, melukai empat orang di perairan New South Wales (NSW), Australia, dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Dua korban, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dan seorang peselancar dewasa berusia 27 tahun, berada dalam kondisi kritis akibat luka serius di kaki. Kluster serangan yang tidak biasa ini memicu penutupan lebih dari 30 pantai populer dan meningkatkan kekhawatiran publik serta otoritas setempat.
Serangan pertama terjadi pada Minggu sore ketika seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, Nico Antic, diserang saat berenang bersama teman-temannya di Nielsen Park, Sydney Harbour. Ia menderita luka parah pada kedua kakinya dan diterbangkan ke Rumah Sakit Anak Sydney di Randwick dalam kondisi kritis, di mana ia ditempatkan dalam alat bantu hidup. Petugas polisi NSW di tempat kejadian memberikan pertolongan pertama dengan menerapkan dua tourniquet dan melakukan pertolongan pertama lainnya sebelum membawanya ke dermaga Rose Bay. Inspektur Giles Buchanan dari Ambulans NSW menyatakan bahwa penggunaan tourniquet oleh petugas polisi segera setelah serangan itu "jelas merupakan intervensi penyelamat hidup," menggambarkan respons awal sebagai "situasi resusitasi" karena korban tidak sadarkan diri saat petugas tiba.
Keesokan harinya, Senin, insiden kedua melibatkan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Pantai Dee Why, Sydney. Hiu tersebut menggigit papan selancarnya hingga robek enam inci, namun anak itu berhasil melarikan diri tanpa cedera serius. Beberapa jam kemudian, pada Senin malam, peselancar Andre de Ruyter, 27 tahun, diserang di Pantai Manly. Ia mengalami luka "yang mungkin mengubah hidupnya" pada kakinya dan dilaporkan mengalami henti jantung saat tim medis darurat tiba. Paramamedis melakukan CPR dan memberinya 13 unit darah dalam perjalanan ke rumah sakit. Insiden keempat terjadi pada Selasa pagi di Pantai Point Plomer, 200 mil di utara Sydney, ketika seorang peselancar berusia 39 tahun digigit hiu. Ia mengalami luka ringan di dada, tetapi berhasil lolos tanpa cedera serius.
Otoritas meyakini hiu banteng kemungkinan besar menjadi penyebab di balik semua insiden tersebut. Dr. Amy Smoothey, seorang ilmuwan perikanan dan ahli hiu dari Departemen Industri Primer NSW, menganalisis gambar gigitan dan mengkonfirmasi bahwa hiu banteng bertanggung jawab atas insiden tersebut, berdasarkan bentuk gigi "pemotong" segitiga lebar yang tumpang tindih pada rahang atasnya. Hiu banteng dikenal aktif di perairan NSW, khususnya selama bulan-bulan musim panas dan musim gugur ketika suhu air di atas 20°C. Ahli hiu Joel Nancarrow memperingatkan bahwa hiu banteng hadir dalam "jumlah besar" di Sydney Harbour dan saluran air terdekat, didorong lebih dekat ke pantai oleh curah hujan baru-baru ini. Air keruh akibat hujan deras mengurangi visibilitas dan mendorong predator besar keluar dari sungai ke pantai dan tempat berenang di pelabuhan untuk mencari makanan. Dr. Daryl McPhee, seorang ahli gigitan hiu dari Bond University, mencatat bahwa visibilitas rendah bukanlah masalah bagi hiu banteng karena kemampuan elektroresepsi mereka untuk mendeteksi gerakan di air.
Peningkatan serangan ini terjadi di tengah musim panas Belahan Bumi Selatan, periode puncak wisatawan lokal dan internasional. Lebih dari 30 pantai di Sydney, termasuk seluruh pantai di area Northern Beaches, ditutup sebagai tanggapan. Chief Executive Surf Life Saving NSW, Steven Pearce, menasihati masyarakat untuk memilih kolam renang lokal dibandingkan pantai karena "kualitas air yang sangat buruk sangat kondusif untuk aktivitas hiu banteng." Penutupan pantai ini secara langsung mempengaruhi pergerakan turis. Sebuah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 14 persen turis yang tertarik berlibur ke Australia mungkin membatalkan rencana mereka karena serangan hiu, dengan dampak ekonomi potensial sebesar 2,9 miliar dolar AS.
Pemerintah NSW telah mengimplementasikan Program Manajemen Hiu yang mencakup drone pengawas, stasiun pendengar hiu bertanda, program edukasi masyarakat, dan penelitian perangkat penghalau. Namun, penggunaan jaring hiu telah menuai kritik karena dianggap tidak efektif dalam mengurangi risiko gigitan hiu dan menyebabkan kematian banyak hewan laut. Senator Peter Whish-Wilson dari Partai Hijau menyerukan pendekatan nasional yang baru untuk mengurangi pertemuan hiu, dengan alasan bahwa tindakan mitigasi saat ini "tipikal pendekatan yang malas dan tidak efektif" yang perlu diperbarui berdasarkan sains. Dr. Rebecca Olive, seorang Peneliti Senior Wakil Rektor di RMIT University, menyarankan bahwa program mitigasi gigitan hiu seperti drone, program penandaan, dan peningkatan edukasi publik akan menawarkan perlindungan lebih baik sekaligus melindungi kehidupan hiu.
Sejarah menunjukkan bahwa serangan hiu di Australia, meskipun jarang, telah meningkat dalam data jangka panjang. Taronga Conservation Society Australia mencatat rata-rata 20 insiden hiu yang melukai manusia setiap tahun dalam 10 tahun terakhir, dengan rata-rata 2,8 kematian setiap tahunnya. Hiu banteng sendiri bertanggung jawab atas sekitar 16% dari semua insiden gigitan hiu yang tercatat sejak awal abad ke-19, dan seperempat dari gigitan fatal. Kondisi lingkungan, seperti suhu air yang hangat, curah hujan tinggi yang menyebabkan air keruh, dan keberadaan ikan umpan, semuanya diketahui berkontribusi pada peningkatan aktivitas hiu banteng di dekat pantai. Ahli menyarankan agar perenang menghindari berenang saat fajar, senja, malam hari, di perairan keruh, atau dekat muara sungai. Insiden-insiden baru-baru ini menggarisbawahi urgensi bagi otoritas untuk mengevaluasi dan meningkatkan strategi manajemen hiu guna memastikan keselamatan publik dan keberlanjutan sektor pariwisata.