:strip_icc()/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
Per 15 Januari 2026, Lufthansa Group memberlakukan aturan baru yang melarang penggunaan dan pengisian daya power bank di dalam pesawat pada semua penerbangannya, sekaligus membatasi jumlah perangkat yang dibawa penumpang. Kebijakan ini, yang mencakup maskapai-maskapai seperti Lufthansa, SWISS, Austrian Airlines, Brussels Airlines, Eurowings, Discover Airlines, Edelweiss, dan Air Dolomiti, diterapkan secara seragam di seluruh grup sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran keselamatan terkait baterai lithium-ion.
Langkah ini memperketat regulasi yang sudah ada sebelumnya dan menempatkan Lufthansa Group di garis depan upaya keamanan penerbangan di Eropa, menanggapi serangkaian insiden global yang menyoroti potensi risiko kebakaran dari baterai lithium-ion. Power bank yang mengandung baterai lithium-ion dapat mengalami thermal runaway, kondisi di mana baterai terlalu panas, menimbulkan asap tebal, dan bahkan api yang sulit dipadamkan di dalam kabin pesawat. Sebuah insiden serius pada Januari 2025 di mana sebuah power bank diduga memicu kebakaran di kabin Airbus A321 Air Busan, melukai 27 orang, menjadi salah satu pendorong utama industri untuk mengevaluasi kembali kebijakan baterai lithium. Insiden lain pada Juli 2025 melibatkan kebakaran power bank di loker bagasi kabin pada penerbangan Virgin Australia Boeing 737, meskipun dapat dipadamkan tanpa cedera serius.
Berdasarkan aturan baru ini, penumpang diizinkan membawa maksimal dua unit power bank dalam bagasi kabin. Power bank tersebut wajib disimpan di saku kursi, di bawah kursi di depan penumpang, atau pada pribadi penumpang, bukan di kompartemen bagasi di atas kepala. Selain itu, power bank tidak boleh digunakan untuk mengisi daya perangkat lain atau diisi dayanya sendiri melalui sumber daya pesawat selama penerbangan. Pengecualian diberikan untuk penggunaan power bank guna mengoperasikan perangkat medis esensial yang disetujui.
Untuk kapasitas baterai, power bank dengan kapasitas hingga 100 Watt-jam (Wh) diizinkan tanpa persetujuan khusus. Namun, power bank dengan kapasitas antara 100 Wh hingga 160 Wh memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari pihak maskapai. Perangkat di atas 160 Wh sama sekali tidak diizinkan. Peraturan ini sejalan dengan rekomendasi terbaru dari badan-badan penerbangan internasional seperti European Union Aviation Safety Agency (EASA), Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat, International Air Transport Association (IATA), dan International Civil Aviation Organization (ICAO). IATA secara khusus mengklasifikasikan power bank sebagai baterai cadangan dan menekankan bahwa perangkat ini harus dilindungi secara individual dari korsleting dan hanya dibawa dalam bagasi kabin.
Kebijakan Lufthansa Group mencerminkan tren industri global. Maskapai besar lainnya seperti Singapore Airlines, Emirates, Thai Airways, Qantas, dan Virgin Australia telah lebih dulu menerapkan pembatasan atau pelarangan penggunaan dan pengisian daya power bank di dalam pesawat. Meskipun demikian, langkah Lufthansa Group ini signifikan karena menerapkan standar seragam di seluruh jaringan maskapai Eropa yang luas, memengaruhi jutaan penumpang setiap tahun. Konsistensi penerapan regulasi ini di berbagai maskapai dalam satu grup diharapkan dapat meningkatkan keamanan penerbangan secara keseluruhan dan mengurangi ambiguitas bagi penumpang.
Implikasi jangka panjang dari pengetatan aturan ini akan membentuk kembali kebiasaan perjalanan udara. Penumpang perlu lebih proaktif dalam memastikan perangkat mereka terisi penuh sebelum keberangkatan atau mengandalkan port USB atau stopkontak universal di kursi, jika tersedia dan diizinkan untuk perangkat lain selain power bank. Pembatasan ini juga dapat mendorong produsen power bank untuk lebih jelas mencantumkan informasi Watt-jam pada produk mereka, serta mendorong pengembangan teknologi baterai yang lebih aman atau sistem pengisian daya di pesawat yang lebih canggih dan terintegrasi untuk kenyamanan penumpang tanpa mengorbankan keamanan. Perhatian berkelanjutan terhadap keamanan baterai lithium-ion akan tetap menjadi prioritas utama bagi regulator dan maskapai seiring dengan evolusi teknologi portabel.