Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Drama Kebakaran Museum Istana Korea: Koleksi Bersejarah Lolos dari Api

2026-01-23 | 20:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-23T13:06:24Z
Ruang Iklan

Drama Kebakaran Museum Istana Korea: Koleksi Bersejarah Lolos dari Api

Sebuah kebakaran dini hari pada Jumat, 23 Januari 2026, melanda ruang mekanik bawah tanah Museum Istana Nasional Korea yang terletak di dalam kompleks Istana Gyeongbokgung, Seoul, memicu respons darurat dan kekhawatiran atas koleksi artefak kerajaan yang tak ternilai. Insiden tersebut, yang diyakini berasal dari kelebihan panas pada sistem pelembap udara, berhasil dipadamkan dengan cepat, dan otoritas mengonfirmasi tidak ada kerusakan pada hampir 90.000 artefak budaya, termasuk delapan Harta Nasional dan 336 Harta Karun.

Asap terdeteksi sekitar pukul 02:38 pagi waktu setempat di ruang mekanik, dengan petugas jaga segera mengonfirmasi situasi melalui kamera pengawas dan melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang enam menit kemudian. Api, yang diyakini berasal dari bagian pelembap udara pada sistem penanganan udara museum, padam dengan sendirinya dalam beberapa menit. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan menarik diri sekitar pukul 04:40 pagi setelah memastikan area tersebut aman, meskipun beberapa peralatan di ruang mekanik mengalami kerusakan.

Keberhasilan dalam melindungi koleksi museum dari api menggarisbawahi efektivitas protokol darurat dan kesiapsiagaan staf yang bertugas. Museum Istana Nasional Korea, yang dibuka pada tahun 2005, merupakan repositori penting yang menyimpan koleksi kerajaan dari Dinasti Joseon (1392-1897) dan Kekaisaran Korea (1897-1910). Koleksinya meliputi 89.234 artefak, di antaranya 766 item arsip yang terdaftar di UNESCO Memory of the World. Lokasi museum berada dalam salah satu situs warisan paling banyak dikunjungi di Korea, Istana Gyeongbokgung. Beberapa artefak paling berharga museum ini disimpan di brankas penyimpanan bawah tanah yang dirancang untuk menawarkan lingkungan optimal, dengan kontrol suhu dan kelembaban yang ketat.

Meskipun koleksi tidak rusak, akses publik ke museum akan dibatasi untuk sementara waktu karena fasilitas tersebut menjalani inspeksi darurat dan pemeriksaan menyeluruh untuk potensi risiko api sisa, terutama untuk bahan berbasis kertas. Aula pameran untuk lukisan kerajaan, ritual istana, dan instrumen ilmiah berada di tingkat basement yang terpengaruh. Jeong Yong-jae, direktur Museum Istana Nasional Korea, menyatakan bahwa lebih dari 90% asap telah dihilangkan oleh pembersih udara museum pada pukul 10 pagi, dan tidak ada kerusakan pada ruang pameran yang dikonfirmasi.

Heo Min, Administrator Korea Heritage Service, mengunjungi lokasi kejadian untuk meninjau prosedur keselamatan kebakaran dan kondisi kepemilikan. Beliau menegaskan bahwa lembaga tersebut akan melakukan tinjauan kesiapsiagaan kebakaran di seluruh institusi yang berafiliasi, dengan perlindungan artefak dan pengunjung akan "ditegakkan tanpa kompromi". Pernyataan ini mencerminkan kesadaran yang tinggi terhadap kerentanan warisan budaya Korea terhadap bencana, menyusul insiden kebakaran hutan besar-besaran sebelumnya yang menyebabkan kerusakan signifikan pada situs-situs penting. Pada Maret 2025, kebakaran hutan telah merusak 36 situs warisan budaya, termasuk kehancuran hampir total Kuil Gounsa abad ke-7. Biaya restorasi untuk situs-situs yang rusak tersebut diperkirakan mencapai sekitar 48,8 miliar won (sekitar $34,9 juta).

Insiden ini kembali menyoroti tantangan berkelanjutan dalam menjaga warisan budaya Korea. Dengan pariwisata yang berperan sebagai pendorong ekonomi penting, ada keseimbangan yang sulit antara mempromosikan akses dan memastikan pelestarian jangka panjang situs-situs bersejarah ini. Pemerintah Korea Heritage Service telah mengalokasikan anggaran yang meningkat untuk pemeliharaan warisan dan infrastruktur pelestarian, dengan 571,1 miliar won dialokasikan untuk sektor tersebut pada tahun mendatang, termasuk peningkatan dalam manajemen keselamatan bencana dan perbaikan darurat untuk warisan nasional. Peristiwa seperti kebakaran di Museum Istana Nasional memperkuat urgensi investasi dan inovasi berkelanjutan dalam teknologi perlindungan kebakaran dan protokol darurat, khususnya mengingat nilai budaya dan ekonomi yang besar yang dipegang oleh situs-situs ini bagi Korea Selatan.