
Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, secara aktif mengarahkan strategi pengembangan pariwisata berkualitas tinggi dan berkelanjutan, menyusul lonjakan signifikan kunjungan wisatawan, khususnya dari pasar domestik seperti Jakarta, yang pada tahun 2024 mencapai 747.04 ribu wisatawan, terdiri dari 538.44 ribu wisatawan nusantara dan 208.60 ribu wisatawan mancanegara. Peningkatan total kunjungan sebesar 365.99 ribu dibandingkan tahun 2023 ini menempatkan Bintan sebagai lokomotif ekonomi daerah, dengan pajak hotel menyumbang Rp119,9 miliar atau 43,3 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan tahun 2024. Kabupaten Bintan, pulau terbesar di Kepulauan Riau yang berdekatan dengan Singapura, kini memposisikan diri sebagai tujuan liburan yang mudah diakses dari ibu kota, menawarkan kombinasi keindahan alam modern dan pengelolaan pariwisata terpadu.
Secara historis, Bintan telah lama dikenal sebagai gerbang wisata internasional, terutama bagi pelancong dari Singapura, didukung oleh statusnya sebagai kawasan ekonomi khusus. Namun, dinamika pasca-pandemi telah memperkuat fokus pada potensi pasar domestik, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur dan promosi bagi wisatawan nusantara. Peningkatan kunjungan wisatawan nusantara ke Bintan pada Januari-Oktober 2025 mencapai 615.271 perjalanan, naik 42,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, menunjukkan pergeseran tren yang signifikan.
Bupati Bintan Roby Kurniawan menyatakan bahwa sektor pariwisata tetap menjadi modal penting dan lokomotif bagi PAD Bintan, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan berbagai acara berskala internasional maupun nasional. Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bintan, Sattridha Novikar, menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata berkualitas di Bintan mencakup pengalaman wisatawan yang autentik, jaminan keamanan dan kenyamanan, serta profesionalitas layanan perhotelan. Pihaknya juga aktif dalam pemetaan destinasi padat pengunjung dan penerapan manajemen kapasitas, seperti di Lagoi Bay yang akan mengadakan Bintan Karnival dan Pantai Trikora dengan acara akhir tahun.
Bagi wisatawan dari Jakarta, Bintan menawarkan aksesibilitas yang semakin mudah. Cara tercepat adalah melalui udara, dengan penerbangan langsung dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (TNJ) di Tanjung Pinang, Bintan. Maskapai seperti Citilink Indonesia, Batik Air, dan Garuda Indonesia melayani rute ini dengan durasi penerbangan sekitar 1 jam 35 menit hingga 3 jam 43 menit, termasuk waktu transfer. Dari Bandara Tanjung Pinang, perjalanan darat menuju kawasan wisata Bintan Resorts memakan waktu sekitar 30 menit. Opsi alternatif, meskipun memakan waktu lebih lama sekitar 39 hingga 41 jam, adalah menggunakan kapal feri Pelni dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju Pelabuhan Sri Bayintan Kijang di Bintan, dengan biaya berkisar Rp360.000 hingga Rp700.000.
Setelah tiba, Bintan menawarkan beragam destinasi. Kawasan Bintan Resorts di Lagoi menjadi primadona dengan resor kelas dunia seperti Banyan Tree Bintan, The Residence Bintan, The ANMON Resort Bintan, Club Med Bintan Island, dan Nirwana Resort Hotel, yang juga didukung pembukaan Holiday Inn Resort dan Hotel Indigo Bintan. Destinasi populer lainnya mencakup Crystal Lagoon di Treasure Bay Bintan, laguna air laut buatan pertama di Asia Tenggara yang memiliki luas 6,3 hektar, serta Bukit Pasir Busung dan Danau Biru dengan lanskap unik bekas pertambangan yang kini menjadi daya tarik fotografi. Pantai Trikora dengan gugusan pulau karangnya, hutan mangrove untuk ekowisata, dan Pulau Penyengat yang kaya akan sejarah serta religi dengan Masjid Raya Sultan Riau juga menjadi pilihan menarik.
Untuk mobilitas di Bintan, wisatawan dapat menyewa kendaraan dengan atau tanpa pengemudi, atau memanfaatkan layanan transportasi daring yang sudah tersedia. Ketersediaan paket wisata terpadu, seperti yang ditawarkan oleh Citilink, juga mempermudah perencanaan perjalanan dengan mencakup tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi, dan tur ke berbagai objek wisata utama.
Pemerintah Kabupaten Bintan, melalui Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bintan, Sattridha Novikar, menekankan pentingnya pariwisata yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal dan menjaga kelestarian alam serta budaya. Langkah ini memastikan bahwa perkembangan sektor pariwisata tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada dampak jangka panjang yang positif bagi lingkungan dan komunitas setempat. Pembentukan Bintan Karya Bahari (Perseroda) pada Januari 2026 juga diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor pariwisata, melalui pelayanan kepelabuhanan yang lebih baik.