
Cathay Pacific Airways telah dinobatkan sebagai "Maskapai Kelas Ekonomi Terbaik Dunia 2024" oleh Skytrax, otoritas pemeringkat industri penerbangan global, sebuah pengakuan yang menyoroti komitmen maskapai Hong Kong tersebut terhadap pengalaman penumpang yang unggul secara menyeluruh. Di sisi lain, dalam kategori kursi secara spesifik, Japan Airlines (JAL) meraih penghargaan "Kursi Kelas Ekonomi Terbaik Dunia 2024" dari Skytrax atas desain "Sky Wider" inovatifnya yang menawarkan ruang lebih luas. Penghargaan ini mencerminkan upaya signifikan maskapai dalam menghadapi tuntutan penumpang yang terus berkembang, sekaligus menantang persepsi bahwa kenyamanan adalah kemewahan yang hanya tersedia di kelas premium.
Dalam sejarah penerbangan komersial, kelas ekonomi secara tradisional dikenal dengan kompromi kenyamanan demi efisiensi biaya. Namun, seiring meningkatnya permintaan perjalanan udara global dan persaingan ketat, maskapai didorong untuk berinovasi dalam pengalaman penumpang di semua kelas. Tren ini terlihat jelas pada tahun 2024, di mana kepuasan penumpang di kelas ekonomi dan ekonomi dasar meningkat delapan poin, sebagian besar didorong oleh pengalaman positif dengan staf maskapai. Data dari J.D. Power 2025 North America Airline Satisfaction Study menunjukkan bahwa kepuasan penumpang secara keseluruhan meningkat enam poin dibanding tahun sebelumnya.
Cathay Pacific, yang juga menduduki peringkat kelima sebagai maskapai terbaik dunia secara keseluruhan oleh Skytrax, berhasil meraih penghargaan "Maskapai Kelas Ekonomi Terbaik Dunia" dan juga dinobatkan sebagai "Maskapai Terbersih Dunia". Keunggulan maskapai ini di kelas ekonomi didukung oleh kursi berteknologi tinggi pada pesawat Boeing 777-300ER-nya, yang mencakup sandaran kepala yang dapat diatur, rak khusus untuk perangkat pribadi, dan layar pribadi yang memungkinkan penumpang memasangkan headphone serta memeriksa ketersediaan toilet. Selain itu, pengalaman kuliner di kelas ekonomi Cathay Pacific juga mendapat pujian, dengan menu yang dirancang bekerja sama dengan restoran berbintang Michelin, termasuk hidangan khas Hong Kong seperti egg tart. Chief Executive Officer Cathay Group, Ronald Lam, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kemajuan besar yang telah dicapai maskapai dalam setahun terakhir, baik di darat maupun di udara, dan merupakan bentuk kepercayaan dari pelanggan mereka.
Di sisi lain, Japan Airlines (JAL) secara spesifik diakui untuk kenyamanan kursinya. Kursi kelas ekonomi "Sky Wider" JAL memiliki lebar 18,9 inci (48 cm), menjadikannya salah satu kursi kelas ekonomi terluas di pesawat Boeing 787 mana pun dengan konfigurasi 2-4-2 (delapan baris). Sebagian besar operator Boeing 787 lainnya menggunakan konfigurasi 3-3-3 dengan lebar kursi sekitar 17 inci (43 cm). Kursi JAL Sky Wider juga menawarkan jarak antar kursi hingga 33 inci, bantalan yang nyaman, dan ruang kaki yang lapang, yang berkontribusi pada pengalaman penerbangan jarak jauh yang lebih menyenangkan. Pelayanan yang prima dan pilihan makanan berkualitas tinggi juga menjadi keunggulan JAL. Namun, beberapa ulasan menyebutkan bahwa bantalan kursi, meskipun nyaman, masih bisa ditingkatkan untuk penerbangan yang sangat panjang.
Maskapai lain seperti Qatar Airways, Singapore Airlines, ANA All Nippon Airways, dan EVA Air juga secara konsisten diakui atas pengalaman kelas ekonomi yang superior. Qatar Airways menawarkan ruang kaki yang luas, hingga 34 inci, dengan sandaran kepala yang dapat diatur, sandaran yang murah hati, dan sistem hiburan pribadi yang besar dengan hingga 8.000 pilihan hiburan. Singapore Airlines dikenal dengan layanan pelanggan yang luar biasa, ruang kaki dan lebar kursi yang kompetitif, serta fasilitas tambahan seperti port USB dan outlet listrik di setiap kursi. EVA Air berinovasi dengan bahan bantalan kursi berbentuk memori dan desain ergonomis yang memungkinkan bantalan bawah bergerak maju saat kursi direbahkan, menciptakan posisi rebah yang lebih alami.
Masa depan kelas ekonomi diprediksi akan terus mengedepankan inovasi ergonomi dan personalisasi. Desain kursi modular seperti "Loop Chair" oleh Studio ID bertujuan untuk memungkinkan maskapai mengganti komponen kursi dengan mudah, meningkatkan keberlanjutan dan kenyamanan. Inovasi lain termasuk dukungan lumbar dinamis yang menyesuaikan dengan gerakan penumpang, busa pereda tekanan pada bantalan kursi, serta sandaran kepala yang lebih adaptif untuk penyelarasan tulang belakang serviks yang lebih baik. Selain itu, perkembangan kursi yang dapat mengakomodasi kursi roda di kelas ekonomi juga sedang dalam tahap pengembangan, menyoroti fokus industri pada aksesibilitas.
Peningkatan permintaan akan pengalaman perjalanan yang lebih baik, bahkan di kelas ekonomi, mendorong maskapai untuk berinvestasi lebih dalam pada desain kursi, kualitas layanan, dan hiburan dalam penerbangan. Dengan persaingan yang semakin ketat dan ekspektasi penumpang yang terus meningkat, penghargaan seperti yang diberikan oleh Skytrax dan APEX tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tolok ukur penting bagi maskapai yang berusaha mendefinisikan ulang standar perjalanan udara bagi semua pelancong. Transformasi ini menunjukkan bahwa era ketika kelas ekonomi hanya tentang fungsionalitas semata telah berakhir, digantikan oleh penekanan pada pengalaman yang lebih menyeluruh dan manusiawi.