Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Raungan Monyet Howler dan Keagungan Tepui: Mengungkap Harta Karun Alam Venezuela

2026-01-04 | 23:50 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T16:50:28Z
Ruang Iklan

Raungan Monyet Howler dan Keagungan Tepui: Mengungkap Harta Karun Alam Venezuela

Bentangan alam Venezuela yang megah, dihiasi oleh suara panggilan monyet howler yang bergemuruh dan kemegahan tepui, gunung berapi datar yang kuno, menawarkan lanskap perjalanan yang unik namun penuh tantangan di tengah gejolak nasional. Negara ini merupakan salah satu negara megadiverse di dunia, dengan sekitar 21.000 spesies tumbuhan, di mana 38% di antaranya bersifat endemik, dan 8.000 spesies hewan endemik. Meskipun demikian, pelestarian keajaiban alam ini semakin terancam oleh krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan, serta aktivitas manusia yang tidak teregulasi.

Monyet howler merah Venezuela (Alouatta seniculus), yang dikenal karena lolongan kerasnya yang dapat terdengar hingga 5 kilometer di hutan, merupakan spesies utama di hutan hujan, hutan gugur tropis, dan rawa bakau di negara itu. Hewan sosial ini hidup dalam kelompok yang terdiri dari 2 hingga 13 anggota dan menggunakan lolongan mereka untuk menetapkan dan mempertahankan wilayah. Meskipun saat ini diklasifikasikan sebagai "Risiko Rendah" oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), populasi monyet howler merah menghadapi ancaman serius berupa hilangnya habitat akibat deforestasi untuk pertanian, penebangan, pembangunan manusia, dan perburuan. Spesies lain, monyet howler ursine (Alouatta arctoidea), juga endemik di Venezuela dan menghadapi ancaman serupa. Menurut Jon Paul Rodríguez, presiden Provita, sebuah organisasi lingkungan Venezuela, penghancuran habitat adalah bahaya terbesar bagi satwa liar Venezuela, karena menghancurkan seluruh rantai ekologi.

Tepui, yang berarti "rumah para dewa" dalam bahasa masyarakat adat Pemon, adalah gunung berapi datar yang menjulang tinggi, terbentuk dari batuan pasir kuarsa Prakambrium berusia lebih dari 1,7 miliar tahun, jauh lebih tua dari Pegunungan Himalaya dan Appalachian. Puncak-puncaknya terisolasi secara ekologis oleh tebing terjal setinggi hingga 3.000 meter (10.000 kaki), menciptakan mikroklima unik yang menampung flora dan fauna endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Taman Nasional Canaima, Situs Warisan Dunia UNESCO seluas sekitar 3 juta hektar di tenggara Venezuela, memiliki konsentrasi tepui tertinggi, termasuk Auyán-tepui, rumah bagi Air Terjun Angel, air terjun tak terputus tertinggi di dunia, dan Gunung Roraima yang ikonik. Sekitar sepertiga spesies tumbuhan di Taman Nasional Canaima bersifat endemik, beradaptasi dengan lingkungan berbatu yang keras. Beberapa tepui bahkan memiliki spesies yang belum ditemukan, seperti kodok yang menggulung menjadi bola atau katak yang hidup di tumbuhan karnivora.

Meskipun keindahan alamnya sangat besar, sektor pariwisata Venezuela telah menghadapi tantangan signifikan. Antara tahun 2014 dan 2019, PDB negara itu menurun sekitar 75%, dengan kekurangan pangan dan obat-obatan yang parah. Data pariwisata menunjukkan penurunan tajam dalam kedatangan turis internasional, dari 1.085.000 pada tahun 2013 menjadi 429.000 pada tahun 2017. Namun, ada indikasi pemulihan. Kementerian Pariwisata Venezuela melaporkan bahwa pada paruh pertama tahun 2024, Venezuela menyambut 1,09 juta turis internasional, peningkatan yang signifikan dari 600.000 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menteri Pariwisata Leticia Gomez Hernandez menyatakan bahwa sektor ini mengalami pertumbuhan 108% pada tahun 2024, dengan lebih dari 2,5 juta turis diperkirakan tiba. Pemerintah juga mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan telah menciptakan 351 rute wisata baru pada tahun 2024, peningkatan 600% dari 46 rute pada awal tahun.

Meskipun ada upaya untuk mempromosikan pariwisata, masalah seperti penambangan emas ilegal, penebangan, dan pariwisata mewah yang tidak teregulasi, termasuk penerbangan helikopter ke tepui yang rapuh, terus menimbulkan risiko bagi ekosistem dan wilayah adat. Analisis citra satelit pada tahun 2023 mengungkapkan adanya tambang di tepui Yapacana. Studi menunjukkan bahwa gangguan antropogenik di puncak Roraima-tepui mengurangi keanekaragaman fungsional mikroba, menimbulkan kekhawatiran bagi keutuhan ekologis. Masyarakat adat Pemon, yang merupakan penjaga tradisional tanah ini, telah mengembangkan sistem pengetahuan yang mendalam tentang ekologi wilayah tersebut, tetapi mata pencarian mereka terancam oleh penambangan yang mencemari air dan mengurangi persediaan ikan. Program pariwisata berkelanjutan yang melibatkan komunitas lokal, seperti proyek "Eposak" yang membantu masyarakat adat memulai usaha pariwisata, dinilai penting untuk konservasi dan pembangunan komunitas.

Prospek masa depan pariwisata Venezuela bergantung pada keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Presiden Nicolás Maduro telah menyuarakan dukungan untuk pariwisata sebagai pilar kebijakan publik, menekankan hiburan yang sehat dan investasi untuk pertumbuhan berkelanjutan. Namun, para kritikus berpendapat bahwa retorika lingkungan sering kali tidak selaras dengan realitas di lapangan, di mana penambangan ilegal dan degradasi ekosistem berlanjut. Tanpa dukungan internasional yang lebih besar dan penegakan peraturan yang ketat, keajaiban alam Venezuela, dari hutan monyet howler hingga puncak tepui yang terisolasi, akan terus menghadapi tekanan yang meningkat.