Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pertumbuhan Spektakuler Panda Rio: 40 Hari dan Kenaikan Berat 46% di Taman Safari Bogor

2026-01-13 | 02:36 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T19:36:40Z
Ruang Iklan

Pertumbuhan Spektakuler Panda Rio: 40 Hari dan Kenaikan Berat 46% di Taman Safari Bogor

Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor pada Selasa, 6 Januari 2026, merayakan 40 hari kelahiran bayi panda raksasa jantan pertamanya, Satrio Wiratama atau akrab disapa Rio, sebuah tonggak konservasi yang juga menandai lonjakan berat badan signifikan hingga 1.890 gram, naik 46 persen dari sebulan sebelumnya. Acara yang dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong ini menegaskan keberhasilan kolaborasi ilmiah internasional dan diplomasi lingkungan antara kedua negara.

Kelahiran Rio pada 27 November 2025 pukul 17.31 WIB, dari pasangan panda Cai Tao dan Hu Chun, merupakan capaian monumental setelah penantian hampir sembilan tahun dan empat kali upaya perkembangbiakan, termasuk penggunaan teknologi reproduksi berbantuan (Assisted Reproductive Technology/ART). Saat lahir, berat Rio hanya sekitar 100 gram, namun dalam 40 hari, bobotnya melonjak menjadi hampir 1,9 kilogram. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara langsung memberikan nama Satrio Wiratama, yang berarti kesatria pemberani, mulia, dan berbudi luhur, sebuah nama yang juga dikenal sebagai Li Ao dalam bahasa Mandarin.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan bahwa kehadiran bayi panda ini bukan sekadar kelahiran satwa biasa, melainkan bukti nyata kerja sama diplomasi lingkungan dan kolaborasi ilmiah internasional yang berkelanjutan antara Indonesia dan Tiongkok. "Kelahiran bayi panda ini menegaskan bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan diplomasi, persahabatan antarnegara, serta kemajuan ilmu pengetahuan," ujar Raja Juli Antoni. Upaya menghadirkan panda raksasa di Indonesia telah dirintis sejak masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dilanjutkan pada era Presiden Joko Widodo dengan kedatangan induk panda pada tahun 2017, hingga membuahkan hasil di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Cai Tao dan Hu Chun tiba di Taman Safari Indonesia sebagai bagian dari program "Diplomasi Panda" Tiongkok yang bersifat pinjaman pengembangbiakan (breeding loan) selama 10 tahun, yang dapat diperpanjang. Keberhasilan reproduksi panda raksasa, yang dikenal sulit berkembang biak karena masa subur betina yang hanya 24-72 jam setahun, menyoroti dedikasi tim konservasi TSI dan dukungan teknis dari China Conservation and Research Centre for the Giant Panda (CCRCGP). Corporate Communication Manager TSI, Trully Erlynda, menyatakan bahwa kelahiran Rio menjadi tonggak penting dan menunjukkan keberhasilan kerja sama konservasi internasional.

Co-Founder Taman Safari Indonesia Group, Jansen Manansang, menegaskan bahwa capaian ini tidak hanya menunjukkan komitmen Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam konservasi panda raksasa dunia, tetapi juga keberhasilan TSI dalam pendekatan konservasi berbasis sains, disiplin ilmiah jangka panjang, serta standar kesejahteraan satwa berkelas global. Secara global, kelahiran Rio tercatat sebagai satu-satunya kelahiran panda raksasa di luar Tiongkok sepanjang tahun 2025, menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis dalam konservasi panda, khususnya di kawasan ASEAN.

Meskipun kelahiran bayi panda ini membawa dampak positif bagi pariwisata, Istana Panda di TSI Bogor belum membuka akses publik untuk kunjungan Rio guna memprioritaskan kesehatan induk dan bayinya. Namun, kehadiran Rio diproyeksikan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi satwa langka dan memperkuat posisi Indonesia di panggung konservasi global. Penting juga untuk diketahui bahwa, sesuai perjanjian internasional, bayi panda Rio pada akhirnya akan kembali ke Tiongkok setelah masa kerja sama berakhir. Diplomasi panda ini, yang mencakup biaya sewa tahunan dan pajak kelahiran anak panda, juga menjadi cerminan hubungan hangat serta pertukaran budaya antara kedua negara.