Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

MRT Blok M Dibanjiri Pengunjung Selama Libur Awal Tahun

2026-01-01 | 19:23 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-01T12:23:41Z
Ruang Iklan

MRT Blok M Dibanjiri Pengunjung Selama Libur Awal Tahun

Waktu menunjukkan pukul 19:23 WIB di Jakarta, dan warga ibu kota membanjiri Stasiun MRT Blok M BCA pada hari pertama tahun 2026, mencerminkan tren peningkatan signifikan dalam penggunaan transportasi publik untuk kegiatan rekreasi dan pariwisata urban. Kepadatan ini merupakan puncak dari lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, yang telah diantisipasi oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan penyesuaian operasional dan program khusus.

MRT Jakarta mencatat 197.765 pelanggan menggunakan layanannya selama dua hari libur Natal dan Cuti Bersama 2025, dengan Stasiun Blok M BCA menjadi yang paling ramai, melayani lebih dari 21 ribu pelanggan pada hari pertama dan 22 ribu pelanggan pada hari kedua. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 154 ribu pelanggan untuk periode libur dua hari yang sama. PT MRT Jakarta (Perseroda) memprediksi total jumlah penumpang selama periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 akan mencapai 2.147.705 orang, meningkat empat persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Prediksi untuk tahun baru, khususnya pada tanggal 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, adalah sebanyak 214 ribu penumpang, meningkat 18 persen dari pergantian tahun sebelumnya.

Sebagai respons terhadap lonjakan ini, MRT Jakarta memperpanjang jam operasional. Pada 31 Desember 2025, layanan beroperasi hingga pukul 24.00 WIB, dan kemudian dilanjutkan pada 1 Januari 2026 mulai pukul 00.00 hingga 02.00 WIB, sebelum kembali ke jadwal 05.00 hingga 24.00 WIB. Selama periode malam tahun baru, headway atau selang waktu keberangkatan antar kereta di jam sibuk ditetapkan setiap lima menit, sementara di luar jam sibuk setiap 10 menit. Kebijakan khusus lainnya adalah pemberlakuan tarif Rp1,00 selama periode operasional malam Tahun Baru, sebuah langkah yang juga diikuti oleh LRT Jakarta dan Transjakarta sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong penggunaan transportasi publik.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan layanan tetap optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Selain itu, MRT Jakarta juga telah menyiapkan langkah pengelolaan kepadatan (crowd management) dengan penambahan personel, penyediaan stok kartu perjalanan, dan optimalisasi perangkat pembaca kartu di stasiun.

Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan pergeseran budaya mobilitas menuju transportasi publik yang lebih berkelanjutan, tetapi juga keberhasilan integrasi kawasan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun seperti Blok M. Stasiun Blok M BCA, khususnya, menjadi titik magnet karena keberadaan ruang-ruang terbuka publik yang aman dan nyaman seperti Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, serta destinasi kuliner dan hiburan seperti M Bloc Space yang telah menjadi "New Hipster Hub" di Jakarta. Program seperti Spontan Bazaar di Blok M Hub, yang berlangsung dari 23 Desember 2025 hingga 1 Februari 2026 dengan diskon hingga 70 persen, turut menarik minat pengunjung.

Secara historis, penggunaan MRT Jakarta menunjukkan tren positif yang konsisten. Hingga akhir November 2025, angka keterangkutan harian MRT Jakarta telah mencapai 120-130 ribu orang per hari, melampaui target 117 ribu pelanggan per hari. Pada Agustus 2025, MRT Jakarta mencatat 4 juta pelanggan dengan rata-rata 129.085 pelanggan per hari, melampaui target harian 122.032 pelanggan. Pencapaian ini mengindikasikan bahwa infrastruktur transportasi massal modern seperti MRT semakin menjadi pilihan utama masyarakat Jakarta, terutama pada momen-momen liburan.

Implikasi jangka panjang dari fenomena ini adalah penguatan ekosistem transportasi publik di Jakarta, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas tetapi juga sebagai pendorong ekonomi lokal dan pariwisata urban. Dengan peningkatan aksesibilitas dan pengembangan kawasan di sekitar stasiun, MRT Jakarta berkontribusi pada penciptaan kota yang lebih terhubung, ramah pejalan kaki, dan berorientasi pada masyarakat. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga kualitas layanan di tengah pertumbuhan penumpang yang pesat dan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas perkotaan yang dinamis. Kolaborasi antara operator transportasi, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata akan menjadi kunci untuk menjaga momentum positif ini.