Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Master Stasiun Berbulu: Kucing Calico Jadi Magnet Wisatawan di Jalur Kereta

2026-01-11 | 20:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-11T13:08:08Z
Ruang Iklan

Master Stasiun Berbulu: Kucing Calico Jadi Magnet Wisatawan di Jalur Kereta

Di tengah upaya berkelanjutan untuk merevitalisasi jalur kereta api lokal, seekor kucing belang tiga berusia sembilan tahun bernama Yontama resmi ditunjuk sebagai kepala Stasiun Kishi di Prefektur Wakayama, Jepang bagian barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. Pengangkatan Yontama melanjutkan tradisi unik yang telah berlangsung hampir dua dekade, berhasil menyelamatkan jalur Kishigawa milik Wakayama Electric Railway Co. dari kesulitan finansial melalui daya tarik wisata yang tak terduga. Upacara peresmian yang berlangsung di Kinokawa dihadiri oleh staf kereta api, penggemar lokal, dan pejabat, di mana Presiden Wakayama Electric Railway, Mitsunobu Kojima, menyematkan medali jabatan di leher Yontama diiringi tepuk tangan meriah.

Penunjukan Yontama, yang sebelumnya menjabat kepala stasiun di Stasiun Idakiso sejak 2018, mengikuti jejak para pendahulunya, Tama dan Nitama. Tradisi ini bermula pada tahun 2007 ketika Tama, kucing belang tiga pertama, diangkat sebagai kepala stasiun. Langkah inovatif ini menarik perhatian nasional dan internasional yang masif, mengubah Stasiun Kishi dari sebuah stasiun tanpa staf menjadi tujuan wisata yang ramai. Sebelum penunjukan Tama, Stasiun Kishi hanya melayani sekitar 700 penumpang per hari. Namun, setelah Tama mengambil alih, jumlah pengguna jasa stasiun meningkat sebesar 17% pada Januari 2007. Pendapatan dari penjualan tiket kereta bertema "Ichigo Densha" bahkan melonjak 40% selama Golden Week 2007 dibandingkan tahun sebelumnya. Dampak ekonomi yang dihasilkan oleh Tama diperkirakan mencapai 1,1 miliar yen pada tahun pertamanya, sebuah kontribusi krusial yang mencegah penutupan jalur kereta api tersebut.

Fenomena ini bahkan memicu terciptanya istilah "Nekonomics" (ekonomi kucing), yang menggambarkan dampak ekonomi signifikan dari daya tarik kucing di Jepang. Profesor Emeritus Katsuhiro Miyamoto dari Universitas Kansai memperkirakan pasar produk dan layanan terkait kucing di Jepang mencapai lebih dari 2 triliun yen pada tahun 2022 dan diproyeksikan mencapai 2,9 triliun yen pada tahun 2025. Keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada menarik pengunjung stasiun, tetapi juga melahirkan kereta bertema seperti "Tama Train," "Strawberry Train," dan "Umeboshi Train," yang dihiasi motif kucing dan hasil pertanian lokal. Desain bangunan Stasiun Kishi sendiri telah dirombak menyerupai wajah kucing untuk memperkuat citra ikoniknya.

Nitama, kucing belang tiga yang menggantikan Tama setelah kematiannya pada 2015, melanjutkan peran vital ini hingga wafat pada November 2025, dan kemudian dianugerahi gelar kepala stasiun kehormatan. Kini, Yontama mengemban tugas tersebut, dengan Mitsunobu Kojima menyatakan harapannya, "Saya harap Yontama akan memimpin sebagai kepala stasiun pada saat kereta api lokal berada pada titik balik perubahan besar." Kehadiran Yontama disertai dengan diperkenalkannya Rokutama, seekor kucing belang tiga muda lainnya, sebagai "kandidat kepala stasiun," menunjukkan komitmen berkesinambungan Wakayama Electric Railway terhadap strategi pemasaran berbasis hewan ini. Chisako Asano, seorang ibu rumah tangga berusia 52 tahun dari Prefektur Osaka yang telah menjadi penggemar setia sejak era Tama, mengungkapkan, "Saya berharap para kepala stasiun kucing akan terus menjaga Jalur Kishigawa." Strategi ini menjadi preseden bagaimana inovasi non-konvensional, yang berakar pada budaya lokal dan daya tarik universal terhadap hewan, dapat menjadi pendorong ekonomi vital bagi infrastruktur yang terancam.