Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Lonjakan Pengunjung Ragunan: Kesiapsiagaan Medis Ditingkatkan

2026-01-01 | 23:31 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-01T16:31:12Z
Ruang Iklan

Lonjakan Pengunjung Ragunan: Kesiapsiagaan Medis Ditingkatkan

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta Selatan secara intensif menyiagakan ribuan petugas gabungan dan posko kesehatan darurat menyusul lonjakan signifikan jumlah pengunjung yang memadati area kebun binatang tersebut, khususnya selama periode libur panjang. Peningkatan drastis ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi penyebaran penyakit menular dan kebutuhan akan penanganan medis cepat, mengingat Ragunan kerap menjadi destinasi utama bagi warga ibu kota dan sekitarnya yang mencari ruang terbuka hijau dengan biaya terjangkau.

Lonjakan pengunjung pada hari-hari libur merupakan fenomena tahunan di Ragunan, seringkali mencapai puncaknya saat libur Lebaran, Natal, Tahun Baru, atau libur sekolah. Misalnya, pada periode libur Lebaran 2024, TMR mencatat jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1,1 juta orang dalam kurun waktu 11 hari operasional, dengan puncak kedatangan pada H+2 Lebaran mencapai sekitar 150.000 orang dalam sehari. Angka ini menunjukkan kapasitas daya tampung yang luar biasa, melampaui rata-rata harian pada kondisi normal yang berkisar di puluhan ribu. Seiring dengan peningkatan tersebut, pihak pengelola, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan instansi terkait, telah menempatkan sedikitnya 10 posko kesehatan yang tersebar di berbagai titik strategis dalam area kebun binatang. Posko-posko ini dilengkapi dengan tenaga medis seperti dokter dan perawat, serta peralatan P3K dan ambulans untuk penanganan awal.

Kepadatan massal semacam ini menghadirkan tantangan signifikan, tidak hanya dalam hal manajemen kerumunan tetapi juga mitigasi risiko kesehatan masyarakat. Penularan penyakit pernapasan akut atau gastrointestinal menjadi lebih mungkin terjadi di tengah interaksi ribuan individu. "Kami memastikan setiap pengunjung dapat menikmati Ragunan dengan aman dan nyaman, termasuk dari aspek kesehatan," ujar Kepala Unit Pelaksana Pengelola (UPP) TMR, Endah Rumiyati, menekankan pentingnya kesiapsiagaan medis. Selain itu, ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap kebersihan fasilitas umum, termasuk toilet dan tempat sampah, ditingkatkan secara berkala. Petugas kebersihan ditempatkan di setiap area.

Secara historis, Ragunan telah lama menjadi magnet bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah di Jakarta dan kota-kota satelit. Dengan tiket masuk yang relatif murah, hanya Rp 4.000 untuk anak-anak dan Rp 3.000 untuk orang dewasa, Ragunan menawarkan alternatif rekreasi edukatif yang sulit ditandingi oleh destinasi lain di Jakarta. Kesenjangan akses terhadap ruang hijau dan rekreasi terjangkau di perkotaan metropolitan memperkuat posisi Ragunan sebagai pilihan favorit, terutama bagi keluarga besar. Tingginya angka kunjungan juga berimplikasi pada aspek ekonomi lokal, dengan peningkatan pendapatan bagi pedagang asongan dan penyedia jasa di sekitar area kebun binatang. Namun, dampak lingkungan seperti peningkatan volume sampah dan tekanan terhadap fasilitas penunjang juga perlu menjadi perhatian jangka panjang.

Di masa depan, strategi pengelolaan kerumunan di Ragunan perlu terus dievaluasi. Implementasi teknologi seperti sistem pemantauan kepadatan berbasis sensor atau aplikasi reservasi daring dapat membantu distribusi pengunjung secara lebih merata. Lebih dari sekadar penempatan posko kesehatan darurat, edukasi publik mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya menjaga jarak fisik di kerumunan, akan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan rekreasi yang aman dan berkelanjutan di tengah tingginya permintaan masyarakat akan ruang terbuka hijau di tengah hiruk pikuk perkotaan.