Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Lonjakan 9,3%: Museum dan Cagar Budaya Targetkan 4,3 Juta Pengunjung di 2025

2026-01-09 | 17:16 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-09T10:16:26Z
Ruang Iklan

Lonjakan 9,3%: Museum dan Cagar Budaya Targetkan 4,3 Juta Pengunjung di 2025

Jumlah pengunjung museum dan cagar budaya di Indonesia mencapai 4.322.507 orang sepanjang tahun 2025, menandai kenaikan signifikan sebesar 9,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut dihimpun dari 18 museum dan 34 cagar budaya yang berada di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya (MCB), sebuah badan di bawah Kementerian Kebudayaan. Peningkatan ini menyoroti pergeseran positif dalam minat publik terhadap warisan budaya nasional, didukung oleh berbagai inisiatif pemerintah dan tren pariwisata yang kian mengarah ke pengalaman edukatif.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dalam taklimat media refleksi tahun 2025 dan kebijakan tahun 2026 di Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026, menyatakan bahwa total pengunjung tahun 2025 melonjak dari sekitar 3,8-3,9 juta pada tahun 2024. Museum Nasional Indonesia menjadi kontributor terbesar terhadap lonjakan ini, mencatat 700.000 pengunjung pada tahun 2025, sebuah peningkatan yang diklaim mencapai 400 persen dari tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh beragam acara dan kegiatan yang diselenggarakan di Museum Nasional, yang kini diposisikan sebagai ruang edukasi publik, dialog sejarah, dan wahana diplomasi budaya.

Transformasi peran museum dari sekadar "gudang artefak" menjadi ruang interaktif dan dinamis telah menjadi fokus utama Kementerian Kebudayaan. Pemerintah berupaya mengubah persepsi masyarakat agar museum tidak lagi dianggap pasif, melainkan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Strategi ini, yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta pihak swasta dan filantropis, bertujuan untuk menghidupkan narasi museum dan cagar budaya di Indonesia.

Secara historis, upaya peningkatan kunjungan museum telah menghadapi berbagai tantangan, termasuk citra museum yang kurang menarik dan kurangnya fasilitas modern. Namun, revitalisasi yang gencar dilakukan, seperti yang terlihat pada pembukaan kembali Museum Nasional Indonesia pada Oktober 2024 setelah kebakaran, telah memicu antusiasme publik. Pameran khusus, seperti "Indonesia, The Oldest Civilization on Earth? 130 Years After Pithecanthropus Erectus", berhasil menarik ribuan pengunjung dalam sehari, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sejarah dan warisan budaya.

Pendekatan "3R" – reprogramming, redesigning, dan reinvigorating – yang diterapkan oleh Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency) menjadi formula strategis untuk meningkatkan daya tarik dan pendapatan. Reprogramming melibatkan penataan ulang program agar lebih relevan dan interaktif, redesigning berfokus pada perancangan ulang ruang dan fasilitas agar lebih nyaman, dan reinvigorating mencakup inisiatif serta kolaborasi untuk menciptakan program yang lebih beragam. Implementasi pendekatan ini diproyeksikan akan meningkatkan pendapatan museum dan cagar budaya secara signifikan pada tahun 2025.

Implikasi peningkatan kunjungan ini meluas pada sektor pariwisata budaya secara keseluruhan. Tren wisata budaya Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan bahwa wisatawan kini mencari pengalaman yang lebih otentik, mendidik, dan penuh nilai budaya, bukan sekadar hiburan cepat. Hal ini membuka peluang besar untuk pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan. Meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara eksplorasi, kesehatan, dan keberlanjutan juga menjadi faktor pendorong.

Beberapa museum daerah juga mencatat peningkatan signifikan. Museum Multatuli di Rangkasbitung, misalnya, mencatat 29.765 pengunjung pada tahun 2025, naik sekitar 1.050 orang dari tahun sebelumnya, dengan kelompok pelajar menjadi dominan. Taman Pintar Yogyakarta menarik sekitar 720.000 wisatawan sepanjang tahun 2025, meskipun sempat dihadapkan pada pembatasan kegiatan karya wisata dari beberapa daerah.

Meskipun antusiasme meningkat, tantangan tetap ada. Mulai 1 Januari 2026, harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia untuk dewasa naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 50.000. Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif ini diperlukan untuk meningkatkan perawatan dan pemeliharaan koleksi sesuai standar internasional. Upaya menjaga keseimbangan antara aksesibilitas dan keberlanjutan finansial menjadi krusial dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, data tahun 2025 mengindikasikan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap museum dan cagar budaya kembali menguat. Dengan total 516 museum yang telah teregistrasi dan distandardisasi, serta penetapan 85 Cagar Budaya Peringkat Nasional baru pada 2025, pemerintah terus berinvestasi dalam pelestarian dan pemajuan kebudayaan sebagai fondasi bangsa yang kuat secara kultural.