
Pusat hiburan terpadu terkemuka Malaysia, Resorts World Genting (RWG), telah secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan dua agen perjalanan daring (OTA) terkemuka Indonesia, Traveloka dan tiket.com, dalam upaya agresif memperluas jangkauan ke pasar pariwisata Indonesia yang terus berkembang. Kolaborasi ini dirancang untuk menyederhanakan akses dan pengalaman pemesanan bagi wisatawan Indonesia, menawarkan penawaran eksklusif dan integrasi sistem langsung yang bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan.
Kemitraan ini muncul di tengah tren peningkatan signifikan wisatawan Indonesia ke Malaysia. Data terbaru dari Tourism Malaysia menunjukkan bahwa Indonesia menjadi penyumbang wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Malaysia, dengan 4,1 juta pengunjung tercatat pada tahun 2024. Angka ini menandai peningkatan 19,1% dibandingkan tahun 2023, yang mencatat 3,4 juta wisatawan, dan 6,8% lebih tinggi dari periode pra-pandemi 2019. Pada tahun 2023, Malaysia secara keseluruhan menerima hampir 29 juta turis asing, menjadikan Indonesia sebagai kontributor signifikan dengan 3,1 juta turis. Malaysia juga menargetkan 4,6 juta wisatawan Indonesia sepanjang tahun 2026.
Integrasi langsung melalui Application Programming Interface (API) antara sistem pemesanan hotel dan taman hiburan Resorts World Genting dengan platform Traveloka dan tiket.com menjadi inti dari kerja sama ini. Integrasi ini memungkinkan pembaruan inventaris secara waktu nyata, konfirmasi instan, dan paritas harga di seluruh platform, menciptakan pengalaman pemesanan yang mulus dan bebas masalah bagi pengguna. Wisatawan Indonesia kini dapat mengakses penawaran eksklusif, paket wisata, dan kemudahan pembayaran yang disesuaikan langsung melalui kedua OTA tersebut. Pernyataan dari Resorts World Genting menegaskan bahwa wisatawan Indonesia memiliki tempat istimewa, dan kemitraan ini mencerminkan komitmen jangka panjang untuk menyediakan pengalaman yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Langkah strategis ini mencerminkan pengakuan Resorts World Genting terhadap potensi pasar Indonesia yang sangat besar, didorong oleh demografi yang muda, peningkatan pendapatan, dan tingginya minat pada perjalanan internasional, terutama ke destinasi regional. Indonesia sendiri memiliki pasar perjalanan daring tertinggi di Asia Tenggara, dengan platform seperti Traveloka dan tiket.com menjadi sangat populer karena kemudahan dan penawaran diskon mereka. Traveloka, sebagai aplikasi perjalanan daring terbesar di Asia Tenggara, memiliki lebih dari 100 juta unduhan dan 55 juta pengguna aktif bulanan. Kemitraan serupa di masa lalu juga telah terbukti efektif, seperti kerja sama Resorts World Genting dengan airasia Superapp pada Juni 2023 untuk penawaran diskon, serta dengan Trip.com Group pada Juli 2025 untuk meningkatkan pariwisata masuk Malaysia secara umum.
Dari sudut pandang makroekonomi, peningkatan konektivitas dan kemudahan akses ini berpotensi lebih lanjut mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua negara. Sektor pariwisata Malaysia menargetkan 35,6 juta turis asing dengan pendapatan RM147,1 miliar pada Tahun Kunjungan Malaysia 2026. Dengan lebih dari 591 penerbangan langsung dari Indonesia ke Malaysia setiap minggu yang menawarkan kapasitas lebih dari 106.586 kursi, infrastruktur untuk mendukung lonjakan turis Indonesia sudah tersedia. Kemitraan ini mendukung target tersebut dengan menempatkan Resorts World Genting sebagai destinasi utama yang mudah dijangkau bagi wisatawan Indonesia, yang dikenal sebagai segmen pasar yang mencari pengalaman liburan yang komprehensif, termasuk hiburan, kuliner halal, dan akomodasi berkualitas tinggi.
Implikasi jangka panjang dari aliansi strategis semacam ini adalah pergeseran lebih lanjut dalam model distribusi pariwisata, di mana OTA menjadi gerbang utama bagi banyak wisatawan, khususnya dari pasar yang paham digital seperti Indonesia. Hotel dan resor terkemuka, meskipun memiliki platform pemesanan sendiri, menyadari nilai OTA dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Langkah Resorts World Genting ini dapat mendorong destinasi dan operator lain di kawasan untuk mengejar kemitraan serupa, meningkatkan persaingan dan inovasi dalam ekosistem perjalanan daring di Asia Tenggara, dan pada akhirnya menguntungkan konsumen dengan pilihan yang lebih beragam dan akses yang lebih mudah.