Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Larangan Pendakian Gunung Prau Dua Bulan Dimulai 19 Januari 2026

2026-01-11 | 20:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-11T13:00:35Z
Ruang Iklan

Larangan Pendakian Gunung Prau Dua Bulan Dimulai 19 Januari 2026

Forum Koordinasi Gunung Prau Indonesia (FKPI) mengumumkan penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Prau di Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, dan Kendal, Jawa Tengah, mulai 19 Januari 2026 hingga 20 Maret 2026. Keputusan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk mengantisipasi cuaca buruk, melakukan reboisasi, pembenahan jalur, serta pembersihan gunung. Penutupan yang berlangsung selama sekitar dua bulan ini, dengan pembukaan kembali direncanakan pada 21 Maret 2026, mencakup keenam basecamp populer, yaitu Patak Banteng, Kalilembu, Dieng, Wates, Dwarawati, dan Igirmranak.

Penutupan jalur pendakian Gunung Prau adalah langkah antisipatif yang konsisten dilakukan setiap tahun, terutama pada periode Januari hingga Maret, yang merupakan puncak musim hujan di wilayah Dataran Tinggi Dieng. Intensitas curah hujan yang tinggi pada bulan-bulan tersebut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin, berlumpur, dan rentan terhadap erosi serta tanah longsor, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pendaki. Solichun, Pengawas Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng, menjelaskan bahwa penutupan juga difokuskan pada evaluasi aktivitas pendakian, perbaikan infrastruktur basecamp, dan pemulihan ekosistem melalui penanaman pohon.

Secara historis, penutupan Gunung Prau pada bulan-bulan awal tahun telah menjadi praktik standar. Pada tahun 2025, misalnya, pendakian ditutup dari 12 Januari hingga 31 Maret. Demikian pula pada tahun 2024, jalur pendakian ditutup dari 22 Januari hingga 10 April. Penutupan ini memberikan kesempatan bagi ekosistem gunung untuk beregenerasi dari tekanan aktivitas pendakian yang tinggi, sekaligus memungkinkan pengelola melakukan perawatan dan perbaikan fasilitas secara komprehensif. Kegiatan selama penutupan meliputi penanaman pohon yang disesuaikan dengan ekosistem Gunung Prau serta pembersihan sampah yang ditinggalkan pendaki.

Dampak penutupan ini signifikan bagi perekonomian lokal di sekitar Dataran Tinggi Dieng, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata pendakian. Meskipun demikian, pihak pengelola, termasuk Perhutani KPH Kedu Utara, mendukung upaya konservasi ini sebagai investasi jangka panjang untuk keberlanjutan Gunung Prau. Dalam setahun, Gunung Prau mampu menarik puluhan ribu pendaki. Pada tahun 2023, tercatat 60.663 pengunjung, dengan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp30 miliar dari berbagai aktivitas seperti penginapan, sewa porter, dan ojek. Data sebelumnya menunjukkan bahwa pada tahun 2019, jumlah pendaki mencapai 165.800 orang dan 125.000 orang pada tahun 2018 melalui jalur Patak Banteng saja, yang dijuluki "Gunung Sejuta Umat" karena popularitasnya.

Selama periode penutupan, pendaki diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pendakian. FKPI mengajak seluruh pegiat alam dan wisatawan untuk menghormati kebijakan ini sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan dan kelestarian Gunung Prau. Informasi resmi terkait pembukaan kembali akan diumumkan melalui kanal resmi FKPI dan pihak pengelola. Alternatif pendakian lain di wilayah Jawa Tengah yang masih dapat dikunjungi selama penutupan ini antara lain Gunung Pakuwaja, Bukit Sipandu, dan Gunung Bismo.