Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Langit Iran Terlarang bagi Pesawat Komersial

2026-01-15 | 08:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T01:19:53Z
Ruang Iklan

Langit Iran Terlarang bagi Pesawat Komersial

Iran menutup wilayah udaranya untuk sebagian besar penerbangan komersial pada 14 Januari 2026 malam, sebuah tindakan yang diberlakukan melalui Notice to Air Missions (NOTAM) OIIX A0225/26, hanya mengizinkan kedatangan dan keberangkatan sipil internasional dengan izin sebelumnya dari Otoritas Penerbangan Sipil Iran. Penutupan mendadak ini, yang berlaku mulai pukul 22:15 UTC pada 14 Januari hingga 00:30 UTC pada 15 Januari, terjadi di tengah kerusuhan sipil yang meluas di dalam negeri, pemadaman internet dan komunikasi nasional, serta peningkatan ketegangan keamanan yang signifikan dengan Amerika Serikat, termasuk kekhawatiran akan kemungkinan serangan militer AS.

Langkah tersebut segera memicu gangguan operasional maskapai penerbangan di seluruh wilayah. Data pelacakan penerbangan menunjukkan jalur udara utama di atas Iran sebagian besar kosong, dengan sebagian besar pesawat mengalihkan rute melalui koridor sempit di atas Irak, Kuwait, dan negara-negara lain di selatan dan timur Iran. Maskapai penerbangan besar seperti IndiGo dan Air India telah mengeluarkan pemberitahuan yang memperingatkan penumpang tentang kemungkinan penundaan dan pembatalan, sementara Lufthansa Group telah menyesuaikan operasi Timur Tengahnya, mengalihkan penerbangan untuk menghindari wilayah udara Iran dan Irak. Maskapai lain, termasuk flydubai, Qatar Airways, Emirates, Turkish Airlines, Austrian Airlines, dan Pegasus Airlines, telah membatalkan atau menangguhkan layanan ke berbagai kota di Iran, termasuk Teheran, Shiraz, dan Mashhad.

Penutupan wilayah udara ini bukan kali pertama Iran membatasi lalu lintas udara sipil. Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik dan domestik yang memburuk, di mana Juru Bicara Kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni-Ejei telah mengisyaratkan proses pengadilan dan eksekusi cepat bagi lebih dari 18.000 orang yang ditahan dalam tindakan keras terhadap pengunjuk rasa anti-pemerintah. Di tingkat internasional, hubungan Teheran dengan Washington mencapai titik didih, dengan laporan media yang mengindikasikan persiapan serangan militer AS yang akan datang dan ancaman eksplisit terhadap Presiden AS Donald Trump yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran. AS telah berulang kali melarang pesawat N-reg Amerika terbang di atas Iran dan, bersama dengan Inggris, Italia, dan Polandia, menyarankan warganya untuk segera meninggalkan Iran.

Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah telah secara rutin memengaruhi penerbangan sipil. Wilayah udara Iran telah menjadi zona sensitif pasca penembakan jatuh Ukraine International Airlines (UIA) Penerbangan 752 pada Januari 2020 oleh pasukan Iran, yang menewaskan 176 orang. Insiden itu, di mana Teheran salah mengidentifikasi pesawat sipil sebagai rudal yang masuk, menyoroti risiko misidentifikasi oleh sistem pertahanan udara Iran selama ketegangan yang meningkat. Pada Maret 2025, Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) memutuskan menentang klaim Iran dalam kasus PS752, sebuah langkah yang disebut oleh para kritikus sebagai "langkah bersejarah menuju keadilan," setelah Iran gagal memberikan bukti yang cukup tentang langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa.

Selain itu, konflik berulang antara Iran dan Israel, termasuk serangan rudal pada Oktober 2024, April 2024, dan Juni 2025, telah menyebabkan penutupan wilayah udara sementara dan pengalihan rute penerbangan. Sebuah dokumen ICAO dari Juli 2025 juga mencatat "tindakan militer tidak sah oleh rezim Zionis terhadap wilayah udara, pesawat, dan infrastruktur penerbangan sipil Iran selama Juni 2025," mengklaim pelanggaran hukum penerbangan internasional.

Implikasi bagi industri perjalanan global signifikan. Pengalihan rute ini meningkatkan waktu tempuh dan biaya operasional bagi maskapai penerbangan, memengaruhi jadwal dan kepercayaan penumpang. Banyak maskapai sekarang menghadapi pilihan antara pembatalan atau jalur yang lebih panjang dan mahal. Organisasi Penerbangan Sipil Iran (CAO) telah mengeluarkan peringatan mengenai penurunan keselamatan wilayah udaranya pada 9 Januari 2026, meskipun maskapai domestik Iran terus beroperasi di tengah kerusuhan. Rencana Keselamatan Penerbangan Nasional (NASP) Iran 2024-2026 menggarisbawahi komitmen untuk mengurangi risiko dan meningkatkan keselamatan penerbangan, namun penutupan mendadak baru-baru ini menyoroti diskoneksi antara tujuan tersebut dan realitas operasional di lapangan. Situasi ini sangat dinamis, dengan potensi untuk memicu kekacauan perjalanan yang lebih luas jika konflik regional meningkat lebih lanjut.