Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gusti Moeng Murka: Akses Museum Keraton Solo Terhalang Kunci Baru

2025-12-15 | 19:07 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-15T12:07:57Z
Ruang Iklan

Gusti Moeng Murka: Akses Museum Keraton Solo Terhalang Kunci Baru

Penggantian kunci sejumlah akses di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, termasuk area museum, pada Sabtu, 13 Desember 2025, kembali memicu ketegangan dalam konflik internal keraton. Insiden ini secara langsung menghambat akses Gusti Kanjeng Ratu Wandansari atau Gusti Moeng, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), yang sebelumnya memegang kunci-kunci tersebut. Kubu Pakubuwono XIV Purbaya, melalui juru bicaranya KPA Singonagoro, menyatakan bahwa penggantian sekitar 10 gembok pintu, termasuk di pintu masuk Kamandungan, Kasentanan, Kantor Sasana Wilapa, Perpustakaan, Sasana Handrawina, dan Museum Keraton, dilakukan setelah permintaan kunci kepada Gusti Moeng tidak mendapatkan respons.

Menurut KPA Singonagoro, tindakan ini diambil demi kelancaran kerja "bebadan" (badan kerja) raja yang baru dibentuk oleh SISKS Pakubuwono XIV Purbaya. Bebadan tersebut akan segera bekerja dan memerlukan akses ke kantor serta area masing-masing di dalam keraton. Sebelumnya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, putri Pakubuwono XIII, telah mengirimkan surat permintaan kunci kepada Gusti Moeng, namun tidak ada tanggapan.

Peristiwa ini juga berdampak pada operasional Museum Keraton Surakarta. Sejumlah pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X yang tengah melakukan pekerjaan konservasi dan revitalisasi di museum tersebut sempat diminta untuk keluar saat penggantian gembok berlangsung. Pihak kubu Purbaya membantah adanya pengusiran, menjelaskan bahwa permintaan untuk keluar hanya bersifat sementara agar proses penggantian gembok dan pemasangan kamera pengawas dapat dilakukan.

Gusti Moeng, yang juga putri Pakubuwono XII, telah menjadi sosok sentral dalam upaya mempertahankan adat di tengah konflik keraton yang berkepanjangan. Insiden terkunci di keraton bukanlah kali pertama baginya, mengingat pada Februari 2021 ia juga pernah terkunci di dalam Keraton Surakarta selama beberapa hari. Situasi ini memperburuk ketegangan yang telah berlangsung lama antara dua kubu di Keraton Solo, menghadirkan tantangan bagi pengelolaan aset budaya dan pariwisata keraton. Implikasi terhadap aksesibilitas dan kelancaran kegiatan pariwisata di Museum Keraton Solo menjadi sorotan, mengingat keraton merupakan salah satu destinasi wisata budaya utama di kota tersebut.