:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476531/original/069494900_1768788179-000_936V2NU.jpg)
Minggu malam yang tenang pada 18 Januari 2026 berubah menjadi tragedi mengerikan di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, Spanyol selatan, ketika dua kereta cepat bertabrakan, menewaskan sedikitnya 39 orang dan melukai 123 lainnya. Insiden ini, yang digambarkan penumpang sebagai "seperti gempa bumi" dan "film horor", telah mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem perkeretaapian berkecepatan tinggi Spanyol yang selama ini menjadi kebanggaan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat ketika sebuah kereta Iryo yang mengangkut sekitar 300 penumpang, dalam perjalanan dari Malaga menuju Madrid, tergelincir di dekat Adamuz, sekitar 20 kilometer dari Cordoba. Bagian belakang kereta yang anjlok itu kemudian melambung ke jalur di sebelahnya dan menabrak kereta Alvia milik Renfe yang datang dari arah berlawanan, melaju dengan kecepatan sekitar 200 kilometer per jam, menuju Huelva dengan sekitar 100 hingga 200 penumpang di dalamnya. Benturan dahsyat ini menyebabkan kedua rangkaian kereta tergelincir dan dua gerbong terdepan kereta Renfe terperosok menuruni tanggul setinggi empat meter, mengubah gerbong-gerbong menjadi tumpukan logam yang mengerikan.
Kesaksian langsung dari para korban selamat menggambarkan kengerian yang tak terbayangkan. Salvador Jiménez, seorang jurnalis dari stasiun televisi nasional RTVE yang berada di salah satu kereta, mengatakan bahwa benturan awal terasa "seperti gempa bumi". Ia menyaksikan para penumpang dengan panik menggunakan palu darurat untuk memecahkan jendela gerbong dan mencoba keluar dari reruntuhan. Lucas Meriako, penumpang lain, menggambarkan kejadian itu sebagai "film horor", merasakan "benturan sangat keras dari belakang dan sensasi seluruh kereta seakan akan runtuh, pecah... banyak yang terluka karena pecahan kaca." Kepala Pemadam Kebakaran Cordoba, Francisco Carmona, mengungkapkan kesulitan dalam upaya penyelamatan, menyatakan, "Gerbong-gerbong itu bengkok, sehingga logamnya bengkok dengan orang-orang di dalamnya. Kami bahkan harus mengeluarkan jenazah untuk mencapai orang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit." Total 123 orang mengalami luka-luka, termasuk 12 orang dalam kondisi kritis yang dirawat di unit perawatan intensif.
Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, menyatakan insiden ini "sangat aneh" mengingat kecelakaan terjadi di jalur lurus yang baru saja direnovasi pada Mei 2025. Sebuah laporan awal menyebutkan bahwa sebuah sambungan rel yang rusak di dekat lokasi tabrakan sedang diselidiki sebagai kemungkinan penyebab. Misteri seputar penyebab kecelakaan menambah kecemasan di tengah upaya penyelidikan yang diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan.
Tragedi ini menjadi kecelakaan kereta api paling mematikan di Spanyol sejak derailmen Santiago de Compostela pada Juli 2013 yang menewaskan 80 orang. Spanyol memiliki jaringan kereta cepat terpanjang kedua di dunia, setelah China, dan sangat bangga dengan rekam jejak keselamatannya yang umumnya tinggi. Investasi besar telah dilakukan dalam infrastruktur kereta api modern, termasuk penggunaan Sistem Kontrol Kereta Eropa (ETCS) yang canggih untuk memastikan kompatibilitas dan efisiensi di seluruh jaringan. Kecelakaan ini secara tak terhindarkan memunculkan pertanyaan serius tentang protokol keselamatan kereta cepat, bahkan di jalur yang baru diperbarui.
Pemerintah Spanyol telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional, dan Raja Felipe VI serta Ratu Letizia menyampaikan belasungkawa mendalam. Layanan kereta cepat antara Madrid dan kota-kota di wilayah Andalusia, termasuk Cordoba, Sevilla, Malaga, dan Huelva, ditangguhkan, mengganggu ribuan perjalanan dan memaksa penumpang mencari transportasi alternatif. Upaya identifikasi korban masih berlanjut, dengan pihak berwenang meminta sampel DNA dari keluarga untuk membantu proses yang sulit. Dampak jangka panjang dari tragedi ini kemungkinan akan mencakup tinjauan menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan operasional kereta api cepat Spanyol, guna mengembalikan kepercayaan penumpang di salah satu jaringan kereta api paling maju di Eropa.