:strip_icc()/kly-media-production/medias/1047215/original/037713200_1446895748-20151107-Hujan-Deras-Warnai-Hari-Pertama-Festival-Kemang-Jakarta-HF-8.jpg)
Jalan Kemang Raya di Jakarta Selatan berhasil mencuri perhatian dunia internasional dengan masuk dalam daftar 31 Jalan Terkeren di Dunia 2025 versi majalah perjalanan global Time Out. Pengakuan bergengsi ini menempatkan Kemang Raya di posisi ke-16, sejajar dengan ikon-ikon urban dari berbagai kota besar dunia seperti Rio de Janeiro, Osaka, dan Paris.
Time Out, majalah gaya hidup dan perjalanan asal Inggris, menyusun daftar ini berdasarkan nominasi dari jaringan editor dan pakar lokal globalnya. Kriteria penilaian mencakup kualitas makanan dan minuman, unsur budaya, tingkat kesenangan, dan kekuatan komunitas yang hidup di sekitarnya. Tujuannya adalah untuk menyoroti jalan-jalan yang mencerminkan sisi terbaik dari kota-kota tersebut, bukan hanya jalan raya utama yang dipenuhi toko-toko besar, melainkan gang-gang kecil dan jalanan ramai yang disukai penduduk setempat.
Dalam ulasannya, Time Out menyoroti "suasana perkampungan yang mengejutkan" di Jalan Kemang Raya, sebuah karakter unik yang membedakannya dari kawasan urban lain di Jakarta. Kawasan ini telah lama menjadi tempat favorit bagi para pekerja kreatif, ekspatriat, dan profesional muda. Pengunjung berbondong-bondong ke jalan ini untuk menikmati berbagai butik independen, galeri seni, dan toko desain.
Pada siang hari, Kemang Raya menjadi lokasi ideal untuk mencari kafe tempat nongkrong atau berbelanja produk lokal. Sementara itu, saat malam tiba, suasana bertransformasi menjadi lebih hidup dengan munculnya kios-kios pedagang kaki lima yang menyajikan hidangan lezat seperti mi panas, nasi goreng berasap, dan sate bakar. Time Out bahkan secara khusus merekomendasikan Pagi Sore, sebuah restoran Padang legendaris, untuk pengalaman kuliner autentik.
Selain kuliner, Kemang juga dikenal dengan sisi artistiknya yang kuat. Majalah tersebut merekomendasikan wisatawan untuk mengunjungi Dia.lo.gue, sebuah ruang seni publik dan kolektif yang rutin mengadakan pameran serta acara kreatif, yang terletak di ujung selatan jalan. Toko Kopi Tuku juga disebut sebagai tempat populer untuk kopi dan teh di siang hari, sementara 1920 Lounge & Bar direkomendasikan untuk koktail saat matahari terbenam.
Prestasi ini tidak hanya menjadi penghargaan bagi Kemang Raya, tetapi juga pengakuan terhadap semangat urban Jakarta yang terus berkembang, memadukan modernitas, kreativitas, dan kehangatan komunitas. Kemang dianggap merepresentasikan 'jiwa' Jakarta, menawarkan perpaduan antara seni kontemporer, butik indie, toko desain, dan kuliner kaki lima yang autentik.
Daftar 31 Jalan Terkeren di Dunia 2025 ini dipuncaki oleh Rua do Senado di Rio de Janeiro, Brasil, yang dinilai unggul berkat perpaduan arsitektur bersejarah, galeri seni lokal, restoran, bar semarak, serta lantunan samba yang menjadi identitas kota. Jalan-jalan lain yang masuk daftar termasuk Orange Street di Osaka, Jepang, dan Rua do Bonjardim di Porto, Portugal. Masuknya Kemang Raya dalam daftar prestisius ini semakin memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi yang dinamis dan kaya akan budaya.