Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Airbus Recall A320: 38 Armada Indonesia Terlibat Penarikan

2025-11-29 | 08:42 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T01:42:49Z
Ruang Iklan

Airbus Recall A320: 38 Armada Indonesia Terlibat Penarikan

Airbus telah mengeluarkan perintah penarikan mendesak untuk sekitar 6.000 unit pesawat dari keluarga A320 mereka secara global, yang merupakan lebih dari separuh armada A320 dunia, menyusul temuan kerentanan pada sistem kontrol penerbangan. Arahan ini muncul setelah insiden pada 30 Oktober lalu yang melibatkan penerbangan JetBlue, di mana pesawat tersebut mengalami "penurunan ketinggian yang tidak diperintahkan dan terbatas," menyebabkan beberapa penumpang terluka dan pendaratan darurat.

Penyelidikan mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang intens dapat merusak data penting untuk fungsi kontrol penerbangan, khususnya memengaruhi komputer Elevator Aileron Computer (ELAC 2). Airbus telah memperingatkan bahwa masalah ini dapat berpotensi menyebabkan gangguan data pada sistem tersebut. Sebagai langkah korektif, perbaikan utama melibatkan pengembalian ke versi perangkat lunak sebelumnya. Untuk sekitar dua pertiga dari pesawat yang terdampak, pembaruan perangkat lunak ini diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam per pesawat. Namun, ratusan jet lainnya mungkin memerlukan penggantian perangkat keras, yang berpotensi menyebabkan penundaan operasional selama berminggu-minggu.

Penarikan ini menandai salah satu tindakan penarikan terbesar dalam sejarah 55 tahun Airbus dan diperkirakan akan menyebabkan gangguan operasional yang signifikan, termasuk potensi penundaan atau pembatalan penerbangan di seluruh dunia, terutama selama periode perjalanan tersibuk tahun ini. Maskapai penerbangan di berbagai benua, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan India, telah melaporkan bahwa perbaikan ini dapat menyebabkan gangguan pada jadwal penerbangan mereka.

Di Indonesia, maskapai yang mengoperasikan pesawat dari keluarga A320, seperti Indonesia AirAsia, Citilink, Pelita Air, TransNusa, serta Lion Group (melalui Batik Air dan Super Air Jet), juga akan terdampak oleh arahan keselamatan ini. Meskipun jumlah spesifik pesawat yang terdampak di Indonesia tidak dirinci dalam pengumuman global, seluruh operator yang menggunakan model A320 wajib mematuhi perintah perbaikan ini sebelum pesawat dapat kembali beroperasi. Otoritas penerbangan sipil, termasuk European Union Aviation Safety Agency (EASA), akan mengeluarkan arahan kelaikan udara darurat untuk memastikan kepatuhan. Airbus menyatakan akan bekerja sama dengan operator dan regulator untuk mempercepat pengembalian pesawat ke layanan secepat mungkin, dengan keselamatan sebagai prioritas utama.