Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kerokan Indonesia di New York: Tradisi Kuno Jadi Tren Wellness Global

2026-01-05 | 10:57 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T03:57:42Z
Ruang Iklan

Kerokan Indonesia di New York: Tradisi Kuno Jadi Tren Wellness Global

Annette Pramono, seorang praktisi yoga asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan guru yoga di New York, baru-baru ini memperkenalkan tradisi kerokan kepada rekan-rekannya di Amerika Serikat sebagai bagian dari tugas akhir presentasi wellness. Inisiatif personal ini, yang berlangsung pada Minggu, 4 Januari 2026, bukan sekadar pemenuhan akademik, melainkan sebuah upaya konkret untuk menerjemahkan praktik pengobatan tradisional Nusantara ke dalam kerangka pemahaman audiens Barat yang logis dan modern.

Langkah Pramono di tengah studio yoga New York ini mencerminkan bagian dari gelombang lebih besar diplomasi wellness yang diupayakan Indonesia di kancah global. Kerokan, metode penyembuhan tradisional yang dikenal luas di Indonesia untuk mengatasi masuk angin, menjadi sebuah narasi budaya yang kini diusung ke pasar kesehatan holistik dunia. Pramono secara cermat menyiapkan materi tertulis yang menjelaskan dasar-dasar masuk angin, gejala, cara meredakannya, serta peran minyak angin dan pose yoga sederhana yang dapat membantu mengurangi kembung, guna menjembatani perbedaan pemahaman medis dan budaya.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), secara konsisten mendorong sektor pariwisata wellness sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing di industri pariwisata global. Kemenparekraf telah menetapkan kebijakan strategis dalam Rencana Strategis Pariwisata 2020-2024 dan menargetkan 10 lokasi prioritas untuk pengembangan destinasi wisata wellness pada periode 2025-2029. Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, menyatakan bahwa pariwisata wellness di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dengan menawarkan pengalaman berbasis kearifan lokal yang unik dan otentik. Selain itu, Kemenparekraf juga meluncurkan program "Bulan Wellness Nasional" dan menetapkan "Hari Wellness Nasional" sebagai langkah strategis untuk menjadikan Indonesia pusat wisata kesehatan dan kebugaran berskala internasional. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyoroti bahwa di tengah kesibukan, banyak orang mencari ketenangan dan pengalaman spiritual, membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkenalkan diri sebagai negara yang menyehatkan, menenangkan, dan menginspirasi. Pada akhir 2025, Indonesia juga memperkenalkan wisata wellness dan kuliner khas Jawa kepada pasar Amerika dan Eropa melalui program Familiarization Trip bertema Journey of the Five Senses – Laku Rasa, yang menghadirkan pengalaman budaya mendalam dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tren global menunjukkan peningkatan signifikan dalam ekonomi wellness. Menurut laporan Global Wellness Institute (GWI), ekonomi wellness global mencapai $6.3 triliun pada akhir 2023, tumbuh 9% dari tahun 2022. Pada 2024, angka ini naik menjadi $6.8 triliun, meningkat 7.9% dari 2023, dan diproyeksikan mencapai hampir $9.8 triliun pada 2029. Wisata wellness menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat, melonjak 30.3% dari 2022 hingga 2023. Amerika Serikat mendominasi pasar wellness global dengan nilai $1.8 triliun, menempati peringkat pertama dalam sembilan dari sebelas sektor wellness. Indonesia sendiri masuk dalam 25 pasar wellness terbesar di dunia, dengan kontribusi sekitar 2.4% terhadap total pasar wellness Asia-Pasifik pada 2023, dan berhasil masuk 20 besar negara tujuan wisata wellness berdasarkan pengeluaran global sebesar $6 miliar pada tahun yang sama.

Kerokan, atau yang dikenal sebagai gua sha di Tiongkok, telah dipraktikkan selama berabad-abad di Asia untuk meredakan berbagai keluhan fisik. Meskipun di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya dipandang sebagai metode pengobatan yang efektif, penerimaannya di Barat seringkali diwarnai kebingungan atau bahkan salah paham, terkadang dikira tanda kekerasan. Namun, minat terhadap kerokan mulai tumbuh di Amerika Serikat, dengan beberapa klinik terapi menawarkan layanan ini seharga sekitar $55 untuk 20 menit. Seorang dosen di Wisconsin University, Vincent Minichiella, turut mempraktikkan kerokan di AS dan meyakini adanya alasan biokimia dan mekanik yang mendasari efektivitas gua sha.

Meskipun potensi pasar obat tradisional Indonesia sangat besar dengan kekayaan biodiversitas yang melimpah, tantangan dalam menembus pasar global tidak dapat diabaikan. Regulasi dan standar kualitas yang ketat di berbagai negara, seperti Uni Eropa, menjadi hambatan utama. Selain itu, persaingan dengan produk herbal dari negara-negara yang sudah mapan seperti Tiongkok dan India juga menjadi faktor. Upaya diplomatik dan peran diaspora Indonesia menjadi krusial dalam memperkenalkan dan membuktikan kredibilitas pengobatan tradisional di mata dunia. Diaspora Indonesia berperan sebagai duta budaya, ekonomi, dan pengetahuan, menjembatani hubungan antara tanah air dengan komunitas internasional. Mereka memiliki potensi untuk mempromosikan budaya, kuliner, dan pariwisata Indonesia, serta membangun jaringan global.

Masa depan diplomasi wellness Indonesia bergantung pada kemampuan untuk mengadaptasi dan memvalidasi praktik tradisional ini sesuai standar internasional, serta terus mengedukasi pasar global tentang manfaat dan konteks budayanya. Inisiatif seperti yang dilakukan Pramono di New York, meskipun berskala kecil, merupakan fondasi penting dalam membangun jembatan pemahaman lintas budaya, membuka jalan bagi pengakuan dan integrasi yang lebih luas dari kearifan lokal Indonesia dalam ekonomi wellness dunia yang terus berkembang. Melalui upaya kolektif pemerintah, praktisi, dan diaspora, Indonesia berpeluang besar untuk tidak hanya meningkatkan daya tarik pariwisatanya, tetapi juga memperkuat posisi "soft power" budaya di panggung global.