Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kepanikan Fatal di Bawah Laut Bali: Turis Australia Tewas Saat Menyelam Bersama Instruktur

2026-01-01 | 03:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T20:53:02Z
Ruang Iklan

Kepanikan Fatal di Bawah Laut Bali: Turis Australia Tewas Saat Menyelam Bersama Instruktur

Seorang turis Australia bernama Nathan John Scott, 50, meninggal dunia pada Selasa, 30 Desember 2025, setelah diduga mengalami serangan panik saat menyelam bersama dua instruktur di perairan Pantai Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 08.30 WITA, saat korban berada di kedalaman sekitar 15 meter, berjarak 150 meter dari bibir Pantai Segara, Tulamben.

Menurut Kapolsek Kubu, AKP I Nyoman Sukarma, Scott tiba-tiba panik dan melepaskan regulator atau alat bantu pernapasan, kemudian langsung meluncur cepat ke permukaan laut secara tidak terkendali. Salah satu instruktur yang mendampingi segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar pantai. Seorang nelayan setempat kemudian mendekat menggunakan perahu dan menemukan Scott dalam kondisi tidak sadarkan diri, mengambang di laut.

Korban segera dievakuasi ke tepi pantai dan dilarikan ke Puskesmas Kubu untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, dokter di Puskesmas Kubu I, dr. Andien Nikita, menyatakan bahwa Scott telah meninggal dunia, diperkirakan sekitar satu jam sebelum tiba di puskesmas. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya lebam pada bagian dada dan punggung, lidah tergigit, serta keluar busa dari hidung korban, tanpa ditemukan tanda-tanda kaku mayat. Pihak kepolisian, termasuk Satuan Polair Polres Karangasem, masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Kematian Nathan John Scott menyoroti risiko inheren dalam olahraga selam, terutama bagi individu yang mungkin rentan terhadap serangan panik di bawah air. Kondisi panik saat menyelam dapat memicu respons fisiologis berbahaya, termasuk pelepasan regulator dan kenaikan cepat ke permukaan, yang berpotensi menyebabkan penyakit dekompresi atau barotrauma paru-paru. Pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menyelam, termasuk evaluasi psikologis untuk mendeteksi kecenderungan cemas atau panik, sering kali ditekankan oleh organisasi selam internasional. Pusat selam yang bereputasi baik umumnya mewajibkan pengisian kuesioner medis sebelum penyelaman untuk memastikan kondisi fisik dan mental penyelam.

Bali, sebagai salah satu destinasi selam paling populer di dunia, menarik ribuan wisatawan, termasuk banyak dari Australia, setiap tahunnya. Perairan Tulamben, khususnya, terkenal dengan bangkai kapal USAT Liberty dan kondisi penyelaman yang relatif tenang dan mudah diakses. Meskipun demikian, insiden seperti ini menggarisbawahi perlunya pengawasan ketat terhadap standar keselamatan, kualifikasi instruktur, dan prosedur darurat di industri penyelaman. Otoritas Australia sendiri telah mengeluarkan panduan perjalanan untuk Indonesia yang memperingatkan wisatawan tentang bahaya berenang di perairan pesisir karena arus kuat dan gelombang besar, serta menekankan bahwa banyak pantai tidak dijaga oleh penjaga pantai dengan standar yang sama seperti di Australia.

Kasus kematian ini dapat memicu diskusi lebih lanjut mengenai penegakan peraturan keselamatan dan protokol respons darurat di kalangan operator selam di Bali. Meskipun banyak pusat selam profesional menyediakan briefing dalam bahasa Inggris dan mengikuti protokol internasional, memilih operator yang memiliki reputasi baik dengan instruktur bersertifikat dan peralatan yang terawat menjadi krusial. Konsulat Jenderal Australia di Bali telah mengonfirmasi bahwa mereka memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban, menunjukkan dukungan diplomatik dalam menghadapi tragedi ini. Insiden ini berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya persiapan yang matang, kesadaran akan risiko pribadi, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan tinggi untuk memastikan pengalaman wisata bahari yang aman.