Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kebakaran Dahsyat Ludeskan 22 Kapal Wisata di Pelabuhan Phuket, Thailand

2026-01-10 | 02:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-09T19:03:05Z
Ruang Iklan

Kebakaran Dahsyat Ludeskan 22 Kapal Wisata di Pelabuhan Phuket, Thailand

Sebuah kebakaran hebat pada Rabu dini hari, 7 Januari 2026, menghanguskan 22 kapal wisata cepat milik 13 perusahaan tur di Dermaga Chalong, Phuket, Thailand, memicu kerugian material yang diperkirakan mencapai 38 juta baht dan mengganggu ribuan jadwal perjalanan wisatawan di pusat pariwisata bahari tersebut. Insiden yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.00 waktu setempat ini bermula dari ledakan pada salah satu speedboat, yang kemudian dengan cepat menyebar ke kapal-kapal lain yang berdekatan akibat tiupan angin kencang di Teluk Chalong.

Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dampak pada industri pariwisata lokal digambarkan sebagai "parah" oleh operator tur. Ribuan wisatawan yang seharusnya berangkat untuk tur laut pada hari itu terpaksa membatalkan rencana mereka karena armada yang tersisa tidak mencukupi permintaan. Beberapa perusahaan berhasil mencari kapal pengganti, namun banyak operator menyebut kebakaran ini sebagai insiden terbesar di wilayah tersebut. Gubernur Phuket, Nirat Pongsitthaworn, memuji respons cepat tim penyelamat yang berhasil mencegah api menjalar ke lebih dari 1.000 kapal wisata lain yang juga telah terisi penuh bahan bakar di Teluk Chalong.

Penyelidikan mendalam kini sedang berlangsung. Polisi dan penyidik forensik meninjau rekaman CCTV dari dermaga dan area sekitarnya untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Laporan awal dari saksi mata dan pejabat mengindikasikan bahwa api bermula dari ledakan pada satu speedboat sebelum angin laut yang kencang membawa puing-puing yang terbakar ke kapal-kapal di sekitarnya. Kondisi banyak kapal yang telah terisi penuh bahan bakar untuk jadwal tur hari itu turut mempercepat penyebaran api dan memperbesar skala kerusakan.

Upaya pemadaman api melibatkan petugas pemadam kebakaran dari empat kotamadya serta tim penyelamat lainnya. Mereka mengerahkan truk pemadam kebakaran dan memotong tali tambat kapal untuk memisahkan kapal-kapal yang terbakar, meskipun upaya tersebut sempat terhambat oleh kondisi air laut yang surut, membatasi akses ke dermaga dan memperlambat penanganan awal. Setelah api berhasil dikendalikan, Gubernur Nirat memerintahkan agar bangkai kapal yang rusak segera dievakuasi dan busa pemadam kebakaran disebarkan untuk mencegah puing-puing dan bahan bakar mencemari laut, menandakan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan.

Kebakaran ini menyoroti kembali pentingnya prosedur keselamatan yang ketat di fasilitas dermaga yang padat. Otoritas Provinsi Phuket telah berkoordinasi dengan Komisi Asuransi Provinsi Phuket, kepolisian, dan Kantor Pencegahan dan Mitigasi Bencana Provinsi Phuket untuk mendirikan pos pelaporan klaim asuransi dan memberikan bantuan kepada pihak-pihak yang terdampak. Insiden ini menjadi titik evaluasi penting bagi otoritas Phuket dalam meninjau ulang protokol keselamatan dermaga dan kesiapsiagaan darurat, terutama di tengah musim puncak kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Pengusaha kapal yang terdampak menghadapi kerugian besar; salah seorang pemilik kapal melaporkan tiga speedboatnya, masing-masing senilai 5 juta baht, hancur, menyebabkan pembatalan lebih dari 100 turis. Kerugian total diperkirakan mencapai sekitar 38 juta baht atau setara dengan 1,2 juta dolar AS.