Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kaldron Api Bilah Nusantara: Mahakarya Keris Raksasa Ikonik GBK

2026-01-12 | 18:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T11:49:30Z
Ruang Iklan

Kaldron Api Bilah Nusantara: Mahakarya Keris Raksasa Ikonik GBK

Kaldron Api Bilah Nusantara, sebuah monumen artistik berbentuk bilah keris raksasa yang menaungi api abadi, berdiri kokoh di Plaza Tenggara kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, sejak diresmikan pada tahun 2018 sebagai penanda utama perhelatan Asian Games ke-18. Monumen yang memukau ini, hasil kolaborasi seniman Sunaryo sebagai konseptor dan arsitek Gregorius Supie Yolodi, tidak sekadar berfungsi sebagai penopang api obor multi-event olahraga terbesar di Asia, melainkan juga simbolisasi mendalam akan budaya dan semangat sportivitas Indonesia di mata dunia.

Monumen Bilah Nusantara dirancang dengan detail arsitektur dan filosofi yang kaya. Dengan ketinggian 18 meter dan panjang horizontal mencapai 95 meter, proporsinya sengaja diselaraskan dengan kemiringan Stadion Utama GBK, menciptakan kesan integrasi antara seni instalasi dan bangunan ikonik di sekitarnya. Pola-pola yang menghiasi badan kaldron, jika disatukan, membentang sepanjang 2018 meter, secara presisi merepresentasikan tanggal pembukaan Asian Games 2018, yakni 18 Agustus 2018. Gregorius Supie Yolodi menyatakan bahwa ide dasar pembangunan kaldron ini adalah merepresentasikan kebudayaan Indonesia, dengan ukiran pada sisi-sisi kaldron yang menggambarkan kebinekaan atau keberagaman yang dinamis di Indonesia.

Inspirasi utama di balik bentuk Bilah Nusantara adalah Pamor Keris Majapahit, senjata tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. Sunaryo menjelaskan bahwa penamaan "Bilah Nusantara" dipilih karena bentuknya menyerupai bilah keris, sebuah kebanggaan bagi identitas budaya Indonesia. Posisi bilah yang horizontal, menurut Sunaryo, melambangkan perdamaian, persahabatan, dan semangat fair play dalam olahraga, berbeda dengan bilah yang mengarah ke atas (menantang) atau ke bawah (menyerah). Material yang digunakan pun tidak sembarangan; 700 lembar lempengan tembaga dari berbagai daerah di Indonesia dipadukan dengan struktur baja dan besi, mencerminkan persatuan dan kekayaan alam bangsa.

Meskipun menjadi salah satu spot foto favorit di kawasan GBK, banyak pengunjung yang belum sepenuhnya memahami filosofi dan bentuk asli monumen ini. Ilyas Subekti, seorang pemandu dari Jakarta Good Guide (JGG), mengamati bahwa seringkali pengunjung salah mengira sebagai monumen biasa tanpa menyadari bahwa itu adalah representasi keris raksasa yang sebagian bilahnya tertanam. Pemahaman yang lebih dalam mengenai karya ini akan meningkatkan apresiasi publik terhadap warisan budaya dan seni rupa kontemporer Indonesia.

Keberadaan Kaldron Api Bilah Nusantara melampaui fungsinya sebagai saksi bisu Asian Games 2018. Ia telah menjadi ikon baru yang memperkaya lanskap perkotaan Jakarta dan destinasi wisata budaya. Monumen ini berperan vital dalam memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Indonesia, terutama keris, kepada khalayak yang lebih luas, baik domestik maupun internasional. Fungsinya sebagai penarik wisatawan tidak hanya terletak pada estetika visualnya, tetapi juga pada narasi sejarah dan filosofi yang diembannya, menjadikannya sebuah instalasi seni urban yang mengajak refleksi akan identitas bangsa. Implikasi jangka panjangnya adalah penguatan GBK sebagai pusat olahraga dan rekreasi yang juga berfungsi sebagai galeri terbuka bagi seni dan budaya, menarik lebih banyak pengunjung yang mencari pengalaman edukatif sekaligus rekreatif.