:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478697/original/025989300_1768912420-WhatsApp_Image_2026-01-20_at_15.41.14.jpeg)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan bahwa seluruh sistem pemesanan tiket daringnya, termasuk aplikasi Access by KAI dan situs web kai.id, tidak dapat diakses pada Rabu, 21 Januari 2026, mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Gangguan ini merupakan bagian dari upaya migrasi dan penguatan kapasitas Rail Ticketing System (RTS) yang krusial untuk memastikan keandalan layanan menjelang masa Angkutan Lebaran 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa peningkatan infrastruktur ini bertujuan untuk memastikan seluruh kanal pemesanan tiket memiliki performa yang stabil dan responsif, terutama saat menghadapi lonjakan transaksi yang sangat tinggi pada masa pemesanan tiket Lebaran. "Kami melakukan migrasi ke infrastruktur sistem yang lebih modern agar seluruh kanal pemesanan, baik aplikasi Access by KAI maupun mitra penjualan lainnya memiliki kemampuan menyesuaikan kapasitas secara dinamis dan real-time," ujar Anne pada Selasa (20/1/2026). Ia menambahkan bahwa hal ini sangat penting agar masyarakat dapat memesan tiket mudik dengan lebih lancar tanpa kendala teknis.
Selama empat jam proses migrasi, seluruh layanan pemesanan, pembayaran, dan pembatalan tiket secara daring, termasuk melalui mitra resmi, tidak dapat diakses. Namun, KAI menegaskan bahwa operasional perjalanan kereta api yang sudah terjadwal tetap berjalan normal. Untuk calon penumpang yang membutuhkan pembelian tiket mendadak (go-show) atau transaksi darurat selama periode tersebut, pelayanan akan dialihkan secara manual melalui loket stasiun. Petugas juga telah menyiapkan manifes penumpang secara manual untuk memastikan proses boarding di stasiun tidak terganggu.
Keputusan untuk melakukan pemeliharaan pada dini hari diambil dengan pertimbangan bahwa periode tersebut memiliki trafik transaksi terendah, sehingga dampak terhadap calon penumpang dapat diminimalisir. KAI juga menjamin bahwa seluruh data pelanggan dan riwayat transaksi dipastikan tetap aman selama proses transisi berlangsung, dengan perencanaan matang dan pengujian berlapis yang telah dilakukan untuk memastikan sistem kembali beroperasi normal tepat pada pukul 04.00 WIB. Penumpang yang akan berangkat pada periode migrasi diimbau untuk menyimpan tangkapan layar (screenshot) tiket atau kode booking dari aplikasi, atau mengecek kode booking di email, guna memperlancar proses boarding.
Pembaruan sistem ini menjadi relevan mengingat tingginya antusiasme masyarakat terhadap perjalanan mudik Lebaran menggunakan kereta api. Untuk Lebaran 2026, PT KAI telah mengumumkan bahwa jadwal pemesanan tiket masih mengikuti ketentuan H-45 sebelum tanggal keberangkatan. Jika Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada 21 dan 22 Maret 2026, maka pemesanan tiket untuk keberangkatan 21 Maret 2026 diperkirakan dibuka pada 4 Februari 2026, dan untuk keberangkatan 22 Maret 2026 pada 5 Februari 2026.
Dalam beberapa periode mudik sebelumnya, sistem pemesanan tiket KAI sempat mengalami kendala, termasuk gangguan antrean dan pembayaran, seperti yang terjadi pada Februari 2025. Permasalahan ini pernah diatasi dengan koordinasi bersama mitra pembayaran untuk penyelesaian transaksi dan proses refund. Pada tahun 2025, KAI menyediakan total kapasitas 4.591.510 tempat duduk untuk periode Angkutan Lebaran, dengan 3.443.832 dialokasikan untuk KA Jarak Jauh. Penjualan tiket pada puncak arus mudik Lebaran 2025 bahkan mencapai 215.646 tiket dalam sehari. Data penjualan pada Lebaran 2025 menunjukkan tingginya permintaan, dengan 1.647.943 tiket KA Jarak Jauh terjual hingga awal Maret 2025, mencapai 47,85% dari total kapasitas yang disediakan. Pada Lebaran 2024, sekitar 40% atau 1.197.698 tiket KA Jarak Jauh/Menengah telah terjual per awal Maret 2024 dari total 3.009.733 tiket yang disediakan.
KAI secara proaktif menyiapkan strategi khusus, termasuk penambahan jadwal kereta api dan peningkatan kapasitas angkutan, untuk menghadapi lonjakan penumpang. Peningkatan infrastruktur teknologi ini merupakan langkah antisipasi berkelanjutan untuk meminimalisir potensi kendala teknis saat masa lonjakan pemesanan tiket.