:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460212/original/094545400_1767240133-maxim-tolchinskiy-ZoZ0VRbZiv0-unsplash.jpg)
Jepang telah meluncurkan layanan pengasuhan anak khusus bagi wisatawan asing, dengan biaya mulai dari 54.000 yen atau sekitar Rp 5,7 juta untuk durasi tiga jam, sebuah inisiatif yang muncul seiring lonjakan signifikan dalam pariwisata keluarga. Layanan ini, yang dipelopori oleh perusahaan seperti Synk Inc. yang berbasis di Kamakura, Prefektur Kanagawa, memungkinkan orang tua menikmati pengalaman budaya Jepang yang tidak selalu ramah anak kecil, seperti bersantap di restoran kelas atas atau mengunjungi kuil dengan meditasi Zen, sementara anak-anak mereka terlibat dalam kegiatan yang disesuaikan.
Tren ini merefleksikan pergeseran strategis dalam industri pariwisata Jepang untuk memenuhi kebutuhan pasar wisatawan yang semakin beragam, terutama keluarga kaya dari luar negeri. Synk, yang mulai beroperasi pada April 2025, telah menangani lebih dari 50 permintaan dari turis asing. Perusahaan ini mempekerjakan sembilan pekerja pengasuhan anak bersertifikat nasional yang fasih berbahasa Inggris, serta satu perawat, menawarkan lebih dari sekadar pengawasan biasa; mereka menyelenggarakan aktivitas budaya untuk anak-anak seperti membuat kerajinan tangan, kunjungan ke taman kanak-kanak lokal, dan meditasi Zen di kuil.
Presiden Synk, Saya Sugahara, menyatakan bahwa tujuan layanan ini adalah agar anak-anak mendapatkan pengalaman khusus, sehingga orang tua dapat menikmati waktu mereka sendiri tanpa ragu. Konteks munculnya layanan ini adalah pertumbuhan pesat pariwisata di Jepang, dengan jumlah pengunjung internasional mencapai rekor 3,89 juta pada Oktober 2025 saja. Data menunjukkan bahwa perjalanan keluarga semakin penting; pada tahun 2024, perjalanan solo dari AS ke Jepang turun menjadi 34,7%, sementara perjalanan keluarga meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 20,3%.
Namun, akomodasi tradisional di kota-kota besar Jepang seringkali menantang bagi keluarga, dengan ukuran kamar standar rata-rata sekitar 160 kaki persegi yang mungkin tidak nyaman menampung empat orang atau lebih dalam satu ruang. Kapasitas terbatas, serta hambatan bahasa dan budaya, dapat menyulitkan orang tua yang bepergian dengan anak-anak untuk menikmati pengalaman secara penuh. Perusahaan seperti MIMARU, sebuah merek hotel bergaya apartemen, telah merespons celah ini dengan menyediakan pilihan akomodasi yang lebih luas dan ramah keluarga.
Selain Synk, penyedia layanan penitipan anak besar lainnya di Tokyo, Poppins, telah meningkatkan perekrutan pengasuh berbahasa asing sejak musim semi 2025. Hotel Nagoya Marriott Associa juga telah meluncurkan sistem pemesanan daring bagi tamu asing untuk memesan pengasuh. Layanan serupa juga ditawarkan oleh Rainbow Kids Care, yang menyediakan pengasuh berbahasa Inggris dan bekerja sama dengan jaringan hotel apartemen Mimaru, serta Simplee dan Harajuku Kids Club Tokyo yang menawarkan penitipan anak jangka pendek dengan dukungan bahasa Inggris dan aktivitas budaya.
Implikasi jangka panjang dari tren ini signifikan. Dengan menawarkan solusi pengasuhan anak yang fleksibel dan berorientasi budaya, Jepang tidak hanya meningkatkan daya tariknya sebagai tujuan wisata ramah keluarga tetapi juga berpotensi mendorong peningkatan pengeluaran wisatawan dan memperpanjang durasi kunjungan. Diversifikasi layanan ini diharapkan memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan keluarga dan penciptaan lapangan kerja di sektor pengasuhan anak. Dengan integrasi solusi digital dan paket perjalanan keluarga yang mencakup opsi pengasuhan anak, masa depan pariwisata ramah keluarga di Jepang tampak menjanjikan.