:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460695/original/008282000_1767267904-WhatsApp_Image_2026-01-01_at_16.38.15.jpeg)
Rombongan wisatawan mancanegara pertama yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Tahun Baru 2026 adalah 20 turis Jepang, mendarat pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 00.15 WIB. Mereka tiba dengan penerbangan All Nippon Airways (ANA) bernomor NH835 dari Narita, Jepang, disambut langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dan Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir di Terminal 3. Penyambutan ini menandai dimulainya tahun pariwisata Indonesia dengan optimisme kuat terhadap pertumbuhan sektor ini.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan bahwa kedatangan wisatawan perdana ini "memberikan optimisme bahwa sektor pariwisata akan terus bertumbuh secara positif". Ia juga menekankan bahwa peristiwa ini mencerminkan "kepercayaan dunia dan masyarakat terhadap destinasi Indonesia semakin pulih, semakin tangguh, dan semakin kuat". Penyambutan turis pertama di awal tahun merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun, dengan fokus di tiga pintu masuk utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bali, dan Kepulauan Riau, yang secara kolektif diharapkan menggerakkan pariwisata nasional.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16 hingga 17,6 juta orang pada tahun 2026, didukung oleh pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 1,18 miliar perjalanan. Angka ini naik signifikan dari proyeksi 15,31 juta wisatawan mancanegara pada akhir 2025, yang menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 12% dibanding tahun sebelumnya. Untuk periode Januari hingga Oktober 2025, Indonesia telah mencatat lebih dari 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Hubungan pariwisata antara Indonesia dan Jepang terus menguat. Jepang merupakan salah satu dari 15 pasar utama yang diprioritaskan Kemenpar. Pada 2023, jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia mencapai 251.866 orang, menunjukkan peningkatan tajam 240,76%. Data Januari–Agustus 2025 menunjukkan 246.936 wisatawan Jepang telah berkunjung ke Indonesia, naik 13,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Target Kemenparekraf untuk kunjungan wisatawan Jepang pada 2024 mencapai 415.195 orang, dengan harapan bisa menembus 500.000 wisatawan. Potensi pasar Jepang memang besar, namun masih perlu dioptimalkan. Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, menyebutkan tantangan seperti harga tiket penerbangan yang masih tinggi dari Jepang ke Bali dan Jakarta, serta perlunya diversifikasi paket wisata di luar Bali dan Yogyakarta. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lokasi wisata juga menjadi kunci untuk melayani turis Jepang secara lebih profesional.
Tren pariwisata global pada 2026 diprediksi akan didominasi oleh pengalaman autentik, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Kemenpar mengidentifikasi enam tren utama: cultural immersion (pendalaman budaya), eco-friendly tourism (wisata ramah lingkungan), nature and adventure-based tourism (wisata alam dan petualangan), culinary and gastronomy tourism (wisata kuliner dan gastronomi), wellness tourism, dan bleisure (gabungan bisnis dan rekreasi). Wisatawan mancanegara, termasuk dari Jepang, cenderung memprioritaskan cultural immersion, eco-friendly tourism, dan nature-based adventure. Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) juga dipercaya semakin memengaruhi perencanaan dan pemesanan perjalanan, dengan Gen Z menjadi penggerak utama tren ini. Peluncuran QRIS lintas batas antara Indonesia dan Jepang pada 2025 diharapkan turut memperkuat konektivitas pembayaran digital dan mendukung pariwisata bilateral.
Di Bandara Soekarno-Hatta sendiri, pergerakan penumpang selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menunjukkan lonjakan signifikan. Dari 15 hingga 23 Desember 2025, bandara ini melayani 1,19 juta penumpang. Pergerakan total penumpang diproyeksikan mencapai 3,08 juta orang antara 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, meningkat 1,3% dari periode Nataru sebelumnya. Terminal 3 menjadi gerbang utama yang melayani sebagian besar penumpang internasional. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana telah merancang lima program unggulan untuk 2026, meliputi wisata bersih, peningkatan keselamatan wisata, pariwisata naik kelas, desa wisata, dan penyelenggaraan acara berkelas, yang semuanya bertujuan memperkuat kualitas destinasi dan pemerataan manfaat pariwisata. Fokus pada destinasi berkualitas dan berkelanjutan menjadi strategi utama untuk mencapai target kunjungan wisatawan.