Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Insiden Langka: Petugas Bandara Tersangkut Kargo, Hampir Ikut Terbang Tanpa Tiket

2026-01-13 | 21:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-13T14:03:19Z
Ruang Iklan

Insiden Langka: Petugas Bandara Tersangkut Kargo, Hampir Ikut Terbang Tanpa Tiket

Sebuah insiden serius pada 13 Desember 2025 di Bandara Internasional Pearson Toronto, Kanada, mengungkapkan kerentanan dalam prosedur penanganan darat ketika seorang petugas bagasi Air Canada Rouge secara tidak sengaja terjebak di kompartemen kargo pesawat Airbus 321A. Pesawat dengan nomor penerbangan AC1502 yang sedianya menuju Moncton, New Brunswick, telah mulai bergerak di landasan (taxiing) sebelum suara teriakan dan ketukan dari dalam bagasi terdengar oleh penumpang dan awak kabin, memicu pesawat untuk segera kembali ke gerbang keberangkatan.

Kejadian ini, yang baru menjadi perhatian publik secara luas pada Januari 2026 setelah video penumpang muncul daring, menyoroti risiko signifikan yang melekat pada operasi darat yang kompleks di bandara-bandar sibuk. Air Canada mengkonfirmasi bahwa pintu kargo "tertutup secara tidak sengaja saat seorang anggota kru darat berada di dalamnya," dan menyatakan bahwa pekerja tersebut ditemukan tanpa cedera. Maskapai itu menambahkan telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat prosedur penanganan daratnya, termasuk panduan dan pelatihan tambahan untuk staf bagasi dan ramp di Toronto Pearson serta basis lainnya.

Insiden serupa, meski tidak selalu menjadi berita utama, merupakan bagian dari pola yang lebih besar terkait keselamatan operasional darat. Data menunjukkan bahwa insiden di darat secara konsisten menjadi penyebab kerusakan terbesar pada pesawat setiap tahunnya. Flight Safety Foundation memperkirakan bahwa sekitar 27.000 kecelakaan dan insiden di ramp — atau satu per 1.000 keberangkatan — terjadi di seluruh dunia setiap tahun, dengan biaya mencapai setidaknya US$10 miliar per tahun bagi maskapai besar. Sekitar 243.000 orang terluka setiap tahun dalam kecelakaan dan insiden ini. Global Aerospace juga mencatat bahwa insiden berbasis darat sebagai persentase dari total peristiwa meningkat, mencapai 64% dari insiden penerbangan global (tidak termasuk pesawat ringan) pada tahun 2023. Peningkatan ini dihubungkan dengan kekurangan tenaga kerja pasca-pandemi dan pasar tenaga kerja yang kurang berpengalaman.

Potensi bahaya jika pekerja tersebut tidak ditemukan sebelum lepas landas sangat besar. Kompartemen kargo pesawat komersial modern, terutama yang dirancang untuk hewan hidup, memang bertekanan dan memiliki kontrol suhu. Namun, kondisi dapat menjadi ekstrem tergantung pada ketinggian jelajah, rute, dan pengaturan sistem. Pada ketinggian jelajah, kompartemen yang tidak bertekanan dengan benar dapat membuat seseorang terpapar suhu sangat rendah dan hipoksia (kekurangan oksigen) dalam hitungan menit. Beberapa kompartemen bagasi belakang mungkin juga tidak bertekanan atau dipanaskan secara memadai.

Secara historis, industri penanganan darat sebagian besar bersifat swa-regulasi, dengan organisasi penanganan darat mengandalkan manual yang dikembangkan industri dan norma kontraktual. Namun, kerangka kerja peraturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) saat ini hanya menawarkan referensi terbatas untuk kegiatan penanganan darat, yang mengarah pada inkonsistensi dalam pengawasan, standar pelatihan, jaminan keselamatan, dan praktik keamanan di berbagai negara. Kondisi ini menciptakan celah kritis dalam keselamatan dan efisiensi.

Menyadari kesenjangan ini, ICAO pada Mei 2023 mengeluarkan surat yang menguraikan perubahan yang direncanakan pada Annex 14 "Aerodrome" dokumennya, merekomendasikan bahwa "negara-negara harus menetapkan kriteria untuk pengawasan keselamatan penanganan darat sebagai bagian dari Program Keselamatan Negara (SSP) mereka." Perubahan signifikan diharapkan akan berlaku pada November 2027, dengan tujuan untuk mengurangi jumlah kecelakaan dan insiden, meningkatkan kerja sama antara maskapai, bandara, dan penyedia layanan penanganan darat, serta meningkatkan kualitas sistem manajemen keselamatan. Uni Eropa Aviation Safety Agency (EASA) telah menjadi pelopor dalam menerapkan regulasi penanganan darat baru ini.

Insiden di Toronto ini berfungsi sebagai pengingat tajam akan pentingnya setiap mata rantai dalam rantai operasional penerbangan. Meskipun pekerja tersebut selamat tanpa cedera fisik berkat respons cepat, kejadian ini menggarisbawahi perlunya pengawasan yang lebih ketat, pelatihan yang komprehensif, dan protokol komunikasi yang tak terbantahkan untuk mencegah kesalahan manusia menjadi darurat di udara, menjamin keamanan baik bagi personel darat maupun penumpang. Investigasi internal oleh Air Canada sedang berlangsung untuk menentukan urutan kejadian dan apakah ada pelanggaran prosedur.