:strip_icc()/kly-media-production/medias/1620892/original/026581200_1497242261-image014.jpg)
Pada 10 Desember 2025, seorang bocah laki-laki berusia enam tahun mengalami patah hidung dan luka robek serius setelah terjatuh di wahana Walking Net di Canopy Park, Jewel Changi Airport, Singapura. Insiden ini terjadi ketika anak tersebut, yang sedang berlari di atas jaring, kehilangan keseimbangan dan menabrak platform kayu yang berada 25 meter di atas tanah. Ayah bocah itu, yang hanya ingin diidentifikasi sebagai Richard, menyatakan bahwa anaknya menjalani operasi untuk patah tulang hidung dan membutuhkan lebih dari 30 jahitan, yang diperkirakan akan meninggalkan bekas luka permanen.
Insiden tersebut telah memicu kembali perdebatan mengenai protokol keselamatan di area atraksi publik, khususnya yang melibatkan anak-anak. Menurut keterangan juru bicara Jewel Changi Airport Development, petugas taman telah beberapa kali mengingatkan kelompok anak-anak tersebut untuk tidak berlari di Walking Net sebelum kejadian nahas itu terjadi. Pengelola wahana mewajibkan pengarahan keselamatan sebelum masuk, yang mencakup larangan berlari atau bermain dengan gaduh, serta mewajibkan semua anak ditemani dan diawasi oleh orang dewasa. Meskipun demikian, Richard berargumen bahwa cedera tersebut bisa dicegah jika tepi-tepi keras lantai kayu di bawah jaring tertutup dengan benar.
Otoritas Bangunan dan Konstruksi Singapura (BCA) telah menginvestigasi insiden ini dan memverifikasi bahwa wahana Walking Net mematuhi persyaratan peraturan di bawah Undang-Undang Keselamatan Wahana Hiburan 2011. BCA menyatakan bahwa operator wahana diharuskan beroperasi sesuai prosedur yang ditentukan oleh perancang atau produsen. Pihak Jewel Changi Airport juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan standar keselamatan tertinggi, dengan Walking Net menjalani inspeksi tahunan dan pemeriksaan keselamatan regulasi.
Canopy Park, yang terletak di lantai teratas Jewel Changi Airport, dibuka pada Juni 2019 dan menjadi rumah bagi berbagai atraksi bermain, termasuk Manulife Sky Nets yang terdiri dari Walking Net dan Bouncing Net. Atraksi Walking Net sendiri menawarkan sensasi berjalan di jaring setinggi 25 meter di atas tanah. Popularitas Jewel Changi Airport sebagai kompleks hiburan dan perbelanjaan menarik jutaan pengunjung setiap tahun, menjadikan keselamatan publik sebagai prioritas utama.
Kejadian ini bukan insiden keamanan pertama di Jewel Changi Airport. Pada Oktober 2025, seorang wanita berusia 56 tahun meninggal dunia setelah diduga jatuh dari ketinggian di kompleks tersebut. Sebelumnya, pada Agustus 2019, seorang bayi berusia 18 bulan juga meninggal dunia setelah tertimpa cermin di sebuah toko fesyen di Jewel. Rentetan insiden ini menyoroti kompleksitas dalam mengelola keselamatan di fasilitas publik berskala besar yang dirancang untuk menarik keramaian, terutama dengan keberadaan atraksi yang menantang adrenalin. Diskusi publik dan seruan dari berbagai pihak, termasuk warganet, menggarisbawahi pentingnya pengawasan orang tua yang lebih ketat serta potensi peningkatan desain keamanan untuk memitigasi risiko cedera, bahkan saat pengunjung telah diingatkan tentang pedoman keselamatan. Jewel Changi Airport menyatakan tetap prihatin terhadap kondisi anak yang terluka dan terus berkomunikasi dengan keluarganya.