
Setelah tawaran kontroversial mantan Presiden AS Donald Trump untuk membeli Greenland pada tahun 2019 menarik perhatian global, wilayah otonom terbesar di dunia tersebut kini justru menghadapi gelombang kedatangan turis internasional yang meningkat pesat, mengubah lanskap ekonomi dan sosial pulau tersebut. Peningkatan minat ini tidak hanya menyoroti keindahan alam Arktik yang masih murni tetapi juga memunculkan tantangan signifikan terkait infrastruktur, keberlanjutan lingkungan, dan identitas budaya.
Pariwisata di Greenland telah menunjukkan tren kenaikan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir, dengan data menunjukkan lonjakan signifikan pasca-pandemi. Pada tahun 2022, jumlah kedatangan wisatawan melalui penerbangan mencapai 109.900, sebuah peningkatan tajam dari 54.000 pada tahun 2021. Angka ini mencerminkan pemulihan yang kuat dan minat yang berkelanjutan dari pasar internasional. Sebagian besar wisatawan datang dari Denmark, Jerman, dan Amerika Serikat, mencari pengalaman unik di alam liar Arktik, termasuk mengamati aurora borealis, ekspedisi gletser, dan budaya Inuit. Proyeksi menunjukkan bahwa tren ini akan terus berlanjut, dengan peningkatan kapasitas penerbangan dan investasi dalam fasilitas turis yang sedang berjalan. Maskapai seperti Icelandair telah meningkatkan frekuensi penerbangan ke Greenland, dan rute baru terus dieksplorasi untuk memenuhi permintaan yang berkembang.
Tawaran pembelian Greenland oleh Trump, yang secara tegas ditolak oleh pemerintah Denmark dan Greenland sebagai "absurd," secara tidak langsung telah menempatkan Greenland di peta kesadaran global, memicu rasa ingin tahu tentang wilayah yang sebelumnya jarang dikenal ini. Meskipun niatnya geopolitik, insiden tersebut secara tak terduga berfungsi sebagai kampanye pemasaran raksasa yang tidak disengaja. Namun, pertumbuhan pariwisata ini juga membawa serta kompleksitas baru bagi Greenland. Infrastruktur yang terbatas, terutama di luar kota-kota besar seperti Nuuk dan Ilulissat, menjadi kendala. Jalan darat antarpermukiman hampir tidak ada, dan transportasi utama mengandalkan kapal atau pesawat.
Pemerintah Greenland mengakui potensi ekonomi dari pariwisata sebagai pendorong diversifikasi ekonomi, di luar sektor perikanan yang dominan dan pencarian sumber daya mineral. Menteri Pariwisata, Industri, Perdagangan, dan Urusan Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt, menyatakan bahwa pariwisata adalah salah satu pilar utama strategi pertumbuhan ekonomi Greenland, dengan fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menghormati lingkungan dan budaya lokal. Peningkatan kedatangan kapal pesiar juga menjadi faktor signifikan. Pada tahun 2023, Greenland menerima 669 panggilan kapal pesiar, sebuah peningkatan substansial dari tahun-tahun sebelumnya. Kapal-kapal ini membawa ribuan pengunjung ke komunitas pesisir kecil, yang sering kali tidak siap menghadapi volume tersebut.
Salah satu implikasi utama dari peningkatan pariwisata adalah tekanan terhadap ekosistem Arktik yang rentan. Mencairnya gletser dan lapisan es, yang merupakan daya tarik utama, juga merupakan indikator nyata perubahan iklim. Peningkatan jejak karbon dari perjalanan dan kegiatan turis menimbulkan kekhawatiran tentang kontribusi terhadap masalah yang sama yang menarik pengunjung ke wilayah tersebut. Pihak berwenang Greenland sedang bergulat dengan bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi yang sangat dibutuhkan dengan kebutuhan untuk melindungi lingkungan dan mempertahankan keaslian budaya Inuit. Regulasi baru sedang dipertimbangkan untuk mengelola dampak kapal pesiar dan membatasi jumlah pengunjung di area sensitif. Selain itu, ada upaya untuk memberdayakan komunitas lokal agar dapat mengambil bagian lebih besar dari pendapatan pariwisata, memastikan bahwa manfaat ekonomi tersebar luas dan tidak hanya terpusat pada operator tur besar. Masa depan pariwisata di Greenland akan sangat bergantung pada kemampuan negara tersebut untuk mengelola pertumbuhan ini secara strategis dan berkelanjutan, memastikan bahwa keunikan dan kerapuhan Arktik tetap terjaga di tengah sorotan global yang semakin meningkat.