Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Geger Labuan Bajo: Pelatih Valencia CF dan 3 Anaknya Tewas Tenggelam

2026-01-05 | 03:33 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T20:33:36Z
Ruang Iklan

Geger Labuan Bajo: Pelatih Valencia CF dan 3 Anaknya Tewas Tenggelam

Jasad Fernando Martin Carreras (44), pelatih tim sepak bola putri Valencia CF Spanyol, ditemukan dan teridentifikasi pada Minggu, 4 Januari 2026, di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menandai perkembangan tragis dalam insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah pada Jumat malam, 26 Desember 2025, yang juga menewaskan tiga anaknya. Kecelakaan yang terjadi di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, ini menewaskan Martin Carreras Fernando dan Martines Ortuno Maria Lia, sementara dua anak lainnya, Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier, masih dalam pencarian intensif. Insiden ini secara serius menyoroti standar keselamatan pariwisata bahari di salah satu destinasi super prioritas Indonesia.

Kronologi kejadian menunjukkan KM Putri Sakinah, yang mengangkut 11 orang, termasuk tujuh penumpang dan empat kru, mengalami mati mesin sekitar 30 menit setelah bertolak dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar pada pukul 20.00 WITA. Tak lama berselang, kapal tersebut dihantam gelombang tinggi setinggi 2 hingga 3 meter yang muncul tiba-tiba, menyebabkannya terbalik dan karam sekitar pukul 20.45 WITA. Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan tujuh orang, terdiri dari istri Fernando Martin Carreras, Mar, dan putri bungsunya, Ortuna Andrea (7), serta empat awak kapal dan seorang pemandu wisata. Diduga kuat, para korban yang meninggal dunia atau hilang terjebak di dalam kabin kapal saat insiden berlangsung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi identifikasi jasad Fernando Martin Carreras yang ditemukan sekitar dua kilometer dari titik perkiraan kapal tenggelam, dekat Pulau Padar. Proses identifikasi dilakukan oleh tim forensik Polda NTT di RSUD Komodo Labuan Bajo. Operasi SAR untuk mencari dua anak Fernando Martin yang tersisa diperpanjang hingga 7 Januari 2026, melibatkan berbagai unsur dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga Syahbandar Labuan Bajo.

Menyusul tragedi ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan pihak berwenang lainnya mengambil langkah drastis dengan melarang sementara seluruh operasional kapal wisata di Labuan Bajo mulai 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Larangan ini diberlakukan sebagai respons terhadap peringatan dini cuaca ekstrem dan gelombang tinggi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang menjadi faktor pemicu kecelakaan. Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati, menekankan bahwa keselamatan wisatawan adalah prioritas utama dan Kantor Kesyahbandaran Labuan Bajo tidak akan mengeluarkan Surat Izin Berlayar (SIB) selama periode tersebut.

Insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah bukan kasus terisolasi. Labuan Bajo, yang semakin populer sebagai destinasi wisata bahari, telah mencatat beberapa kecelakaan serupa dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, pada Juni 2025, Kapal Wisata Pinisi Anging Mammiri terbalik di perairan antara Pulau Mawan dan Tanjung Lokima, mengangkut delapan turis asing. Rentetan kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kelayakan kapal, kepatuhan terhadap standar keselamatan, serta pengawasan maritim yang ada. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, telah mengimbau seluruh otoritas terkait untuk bersinergi memastikan sistem pelayaran dikelola dengan baik, mengutamakan aspek keselamatan, dan melakukan pemeriksaan fisik kapal secara menyeluruh, bukan hanya dokumen.

Dampak jangka panjang dari tragedi ini terhadap citra pariwisata Labuan Bajo, yang menyandang status destinasi super prioritas, berpotensi signifikan. Kematian pelatih Valencia CF dan keluarganya memicu gelombang duka dari dunia sepak bola internasional dan menarik perhatian global. Insiden ini diharapkan menjadi katalis untuk peninjauan ulang dan penegakan yang lebih ketat terhadap regulasi keselamatan di sektor pariwisata bahari Indonesia. Peningkatan pengawasan, pelatihan kru kapal, serta pembaruan infrastruktur dan prosedur darurat menjadi krusial untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan. PT Jasa Raharja juga memastikan perlindungan dasar bagi korban sesuai ketentuan yang berlaku.