:strip_icc()/kly-media-production/medias/1942382/original/011634600_1519725637-Salju-Denmark-3.jpg)
Gelombang dingin ekstrem yang menyelimuti Eropa sejak awal pekan ini telah menyebabkan enam kematian dan melumpuhkan jaringan transportasi di berbagai negara. Lima korban jiwa tercatat di Prancis akibat kecelakaan lalu lintas terkait es hitam dan salju, sementara satu wanita tewas di Sarajevo, Bosnia, setelah tertimpa pohon yang tumbang akibat beban salju tebal. Kekacauan ini, yang diperparah oleh suhu beku yang mencapai minus 40 derajat Celsius di wilayah Nordik, telah memaksa pembatalan ratusan penerbangan dan penangguhan layanan kereta api, membuat ribuan pelancong terdampar di tengah puncak musim perjalanan pasca-liburan.
Di Prancis, Menteri Transportasi Philippe Tabarot mengonfirmasi bahwa sekitar 40% penerbangan dari Bandara Roissy-Charles de Gaulle Paris dan 25% dari Orly diperkirakan dibatalkan pada Rabu pagi untuk memungkinkan kru membersihkan landasan pacu dan mencairkan es pada pesawat. Tabarot juga mendesak warga untuk membatasi perjalanan dan bekerja dari rumah jika memungkinkan, menyusul serangkaian kecelakaan fatal. Selain lima kematian di jalan raya Prancis, yang meliputi tiga di wilayah Landes dan dua di area Paris, bus umum di Paris juga dihentikan, meskipun sebagian besar layanan metro dan kereta api masih beroperasi.
Belanda menghadapi gangguan serupa, dengan ratusan penerbangan dibatalkan di Bandara Schiphol Amsterdam. Juru bicara KLM, Anoesjka Aspeslagh, menyatakan bahwa "Kami belum mengalami kondisi cuaca ekstrem seperti ini selama bertahun-tahun." Lebih dari 1.000 pelancong terpaksa bermalam di Schiphol, dan layanan kereta api domestik ditangguhkan di seluruh negeri pada Selasa pagi karena masalah IT yang diperburuk oleh cuaca dingin. Layanan Eurostar yang menghubungkan Amsterdam, Paris, dan London juga mengalami pembatalan atau penundaan, memperparah kesulitan perjalanan lintas batas. Simiao Sun, seorang pelancong yang terdampar di Schiphol, mengungkapkan kekhawatiran akan menghabiskan ulang tahunnya yang ke-40 di terminal, setelah diberitahu bahwa ia harus menunggu tiga hari untuk penerbangan yang dijadwalkan ulang. Javier Sepulveda, pelancong lain yang terjebak di bandara yang sama, menggambarkan situasinya sebagai "kacau, gila."
Inggris juga tidak luput dari dampak cuaca ekstrem. Met Office Inggris melaporkan bahwa Selasa malam adalah "malam terdingin musim dingin sejauh ini," dengan suhu mencapai minus 12,5 derajat Celsius di Norfolk. Peringatan salju dan es mencakup hampir seluruh Inggris, mengakibatkan penutupan ratusan sekolah di Skotlandia dan gangguan parah pada layanan kereta api. Menteri Transportasi Skotlandia Fiona Hyslop menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk "merencanakan ke depan, mempertimbangkan rencana perjalanan mereka, dan bekerja dari rumah jika itu adalah pilihan."
Fenomena cuaca ini didorong oleh massa udara Arktik yang didorong jauh melampaui jangkauan biasanya, merupakan hasil dari pola pemblokiran Greenland yang kuat yang mengarahkan udara kutub jauh ke Eropa. Analisis dari Severe Weather Europe (SWE) oleh Marko Korosec menunjukkan anomali suhu antara -10°C dan -15°C di ketinggian 850 hPa. Lebih lanjut, gangguan polar vortex pada ketinggian 10 hPa, yang diamati sejak akhir Desember 2025, mendukung intrusi udara dingin ke lintang tengah. Jika pelemahan ini berlanjut, rezim Arktik dapat meluas hingga paruh kedua Januari, mempertahankan periode dingin di bawah musiman yang berkepanjangan di seluruh Eropa, yang berpotensi meningkatkan permintaan energi dan menimbulkan tantangan berkelanjutan bagi sistem transportasi dan infrastruktur.
Badai dan salju lebat juga mempengaruhi Swedia dan Finlandia, dengan suhu di wilayah utara mencapai di bawah minus 30 derajat Celsius, bahkan hingga minus 40 derajat di Swedia utara. Lithuania mencatat malam terdingin dalam hampir dua tahun, dengan suhu minus 20,4 derajat di Salcininkai. Sementara itu, di Roma, Italia, hujan deras menyebabkan meluapnya Sungai Tiber, dan di Romania, salju lebat menyebabkan pemadaman listrik untuk ribuan rumah tangga dan peningkatan risiko longsoran salju di pegunungan. Peramal cuaca memperkirakan kondisi dingin akan bertahan di sebagian besar Eropa utara dan barat hingga Kamis pagi, dengan peringatan salju lebat masih berlaku untuk wilayah Jerman utara dan timur pada Jumat mendatang. Udara yang sedikit lebih hangat dari Atlantik diperkirakan tiba pada akhir pekan, diharapkan dapat membawa sedikit kelegaan dan membantu menormalkan situasi.