Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Daftar Lengkap: 5 Kelompok Bisa Masuk Gratis ke Museum Nasional Indonesia

2026-01-05 | 23:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T16:05:15Z
Ruang Iklan

Daftar Lengkap: 5 Kelompok Bisa Masuk Gratis ke Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia, per 1 Januari 2026, menetapkan kebijakan bebas biaya masuk bagi tujuh kategori pengunjung, suatu langkah yang menyeimbangkan upaya peningkatan pendapatan dengan komitmen aksesibilitas pendidikan dan budaya di tengah penyesuaian tarif tiket umum yang signifikan. Kebijakan ini menegaskan prioritas pada kelompok rentan dan pegiat pendidikan di tengah kenaikan harga tiket reguler hingga 100 persen bagi pengunjung dewasa domestik.

Tujuh kelompok yang kini dapat menikmati akses gratis ke salah satu institusi budaya terpenting di Indonesia ini adalah anak usia 0-3 tahun, lanjut usia di atas 60 tahun, penyandang disabilitas beserta satu orang pendamping, anak yatim piatu, pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK), serta pemandu rombongan atau pemandu wisata. Informasi ini dikonfirmasi melalui unggahan resmi Museum Nasional Indonesia di media sosial dan pernyataan pejabat terkait.

Keputusan pemberlakuan tarif baru ini, termasuk kenaikan tiket dewasa umum dari Rp25.000 menjadi Rp50.000 dan turis asing menjadi Rp150.000, merupakan bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan museum. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan bahwa penyesuaian harga bertujuan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap museum dan menempatkan pengelolaan Museum Nasional pada standar internasional yang berkelanjutan secara kualitas dan inklusif secara sosial. Menurutnya, harga tiket museum di Indonesia selama ini tergolong sangat murah dibandingkan rata-rata di Eropa yang berkisar antara 12 hingga 65 euro.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menegaskan bahwa kenaikan tarif tersebut telah melalui kajian sejak Agustus 2025 dan diperlukan untuk pemeliharaan koleksi sesuai standar internasional serta peningkatan kenyamanan pengunjung. Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), Museum Nasional diperbolehkan mencari pendapatan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan dana penjualan tiket dialokasikan langsung untuk perawatan koleksi dan peningkatan layanan. Kebutuhan ini semakin mendesak pascakepulangan fosil koleksi Eugene Dubois dari Belanda, yang menuntut standar pemeliharaan lebih ketat.

Kebijakan tiket gratis bagi kelompok tertentu, terutama penyandang disabilitas, lansia, yatim piatu, dan pelajar/mahasiswa pemegang KIP/KIPK, mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga akses edukasi sejarah dan budaya tetap terbuka luas dan inklusif. Hal ini memastikan bahwa meskipun ada penyesuaian harga untuk pengunjung umum, segmen masyarakat yang membutuhkan dukungan akses tetap dapat menikmati warisan arkeologi, sejarah, etnografi, dan numismatika Indonesia yang tersimpan di museum. Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak kunjungan dari generasi muda untuk mengenal peradaban dan sejarah Indonesia. Penyesuaian tarif tidak berdiri sendiri, melainkan diiringi dengan peningkatan fasilitas dan koleksi, termasuk pameran langka Manusia Jawa atau Homo erectus.