Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bandung Meroket: Destinasi Wisata Tercepat Tumbuh di Asia pada 2025

2026-01-14 | 04:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-13T21:54:29Z
Ruang Iklan

Bandung Meroket: Destinasi Wisata Tercepat Tumbuh di Asia pada 2025

Bandung, Indonesia, meraih pengakuan internasional signifikan pada tahun 2025 dengan dinobatkan sebagai destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat ketiga di Asia, berdasarkan laporan "New Horizons" yang dirilis oleh platform perjalanan digital Agoda. Capaian ini menempatkan Ibu Kota Jawa Barat tersebut sejajar dengan destinasi lain yang menunjukkan lonjakan minat perjalanan internasional yang substansial, menggarisbawahi daya tarik kota kembang yang terus berkembang bagi wisatawan regional dan global.

Penetapan Agoda didasarkan pada analisis data pemesanan akomodasi dari Januari hingga November 2025, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, menunjukkan perubahan preferensi wisatawan yang beralih dari kota-kota metropolitan besar ke destinasi yang menawarkan pengalaman lebih santai dengan ruang terbuka dan udara segar. Kota Bandung telah lama dikenal dengan lanskap alamnya yang sejuk, arsitektur kolonial yang khas, kekayaan budaya, serta keunggulan kulinernya. Sektor kuliner saja menyumbang sekitar 60 persen dari total aktivitas pariwisata di Bandung, menjadikannya magnet utama bagi pengunjung.

Pemerintah Kota Bandung mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang drastis. Hingga kuartal ketiga tahun 2025, jumlah wisatawan yang mengunjungi Bandung mencapai 6,5 juta orang, meningkat 84,14 persen dibandingkan semester pertama tahun yang sama. Data lebih lanjut menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga November 2025, perjalanan wisatawan domestik ke Bandung mencapai 21,97 juta, naik 25,24 persen dari periode yang sama di tahun 2024. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa pada Desember 2025 saja, lebih dari 1.070.131 wisatawan berkunjung, dengan sekitar 530.000 di antaranya menggunakan kereta api, termasuk Kereta Cepat Whoosh. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, sebelumnya menargetkan 8,7 juta kunjungan wisatawan hingga akhir tahun 2025.

Pertumbuhan sektor pariwisata ini juga didukung oleh pengembangan infrastruktur yang masif. Kehadiran Kereta Cepat Whoosh, yang menghubungkan Bandung dengan Jakarta, telah secara signifikan meningkatkan aksesibilitas, memungkinkan perjalanan yang lebih cepat dan nyaman, serta menarik minat investor. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan pelaku ekonomi menjadi kunci dalam mendorong perkembangan ini. Farhan menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Bandung bukan semata-mata mesin fiskal jangka pendek, melainkan industri strategis jangka panjang yang dibangun secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan. Pemerintah kota menargetkan pertumbuhan potensi pariwisata sebesar 20 persen, yang diukur tidak hanya dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas belanja dan durasi tinggal wisatawan.

Meskipun menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, Bandung masih menghadapi tantangan seperti pengelolaan sampah dan kemacetan lalu lintas, yang memerlukan perhatian serius untuk menjaga keberlanjutan daya tarik wisatanya. Pemerintah Kota Bandung berkomitmen terhadap transformasi pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan pariwisata hijau, termasuk penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan pengembangan angkutan umum listrik. Sektor pariwisata telah menjadi sektor unggulan yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian lokal, dengan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 3,05 triliun pada tahun 2025. Para ahli juga mencatat pergeseran minat wisatawan menuju pengalaman otentik dan berorientasi pada kesehatan. Upaya untuk menguatkan ekosistem pariwisata secara menyeluruh, dari infrastruktur hingga kualitas layanan, diharapkan dapat menjamin manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Bandung.