Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Arab Saudi Menggebrak Dunia dengan Roller Coaster Triple Rekor Global

2026-01-10 | 09:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T02:49:42Z
Ruang Iklan

Arab Saudi Menggebrak Dunia dengan Roller Coaster Triple Rekor Global

QIDDIYA, ARAB SAUDI – Arab Saudi telah resmi membuka wahana luncur tercepat, tertinggi, dan terpanjang di dunia, Falcons Flight, pada 31 Desember 2025, sebagai bagian dari taman hiburan Six Flags Qiddiya City di Qiddiya, sekitar 40 menit dari ibu kota Riyadh. Wahana pemecah rekor ini menjadi penanda ambisi Kerajaan Saudi untuk menjadi destinasi pariwisata global di bawah Visi 2030, yang berupaya mendiversifikasi ekonominya dari ketergantungan minyak.

Falcons Flight, yang dibangun oleh produsen asal Swiss, Intamin, memiliki panjang lintasan 4.250 meter (13.943,6 kaki), mencapai kecepatan puncak 250 km/jam (155 mph), dan menawarkan ketinggian puncak 195 meter (639,8 kaki) dengan terjun bebas 158 meter (519 kaki). Wahana ini melampaui rekor sebelumnya seperti Top Thrill 2 untuk ketinggian, Formula Rossa untuk kecepatan, dan Steel Dragon 2000 untuk panjang. Falcons Flight menggunakan tiga peluncur motor sinkron linier (LSM) yang sangat kuat, dengan lebih dari 700 modul LSM, enam kali lipat dari jumlah yang digunakan pada wahana VelociCoaster di Universal Islands of Adventure. Bagian tertinggi dari wahana ini memanfaatkan tebing alami di dekat taman untuk mencapai elevasi maksimum, dengan bukit bebas tertinggi mencapai 163 meter (535 kaki) dari permukaan tanah. Kereta wahana, yang dirancang menyerupai kepala elang, dilengkapi kaca depan di setiap baris untuk melindungi 14 penumpang dari elemen gurun dan puing-puing, menghilangkan kebutuhan akan kacamata pelindung seperti pada Formula Rossa.

Pembukaan Six Flags Qiddiya City, yang merupakan taman hiburan Six Flags pertama di Asia dan di luar Amerika Utara sejak 2004, adalah tonggak penting dalam proyek Qiddiya City yang lebih luas. Qiddiya, sebuah megaproyek hiburan, olahraga, dan budaya senilai $9,8 miliar yang didukung oleh Dana Investasi Publik Saudi, diumumkan pada April 2017 sebagai bagian dari Visi 2030. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan 1,6 juta lapangan kerja terkait pariwisata pada tahun 2030 dan meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional menjadi 10%. Saudi Arabia telah melampaui target awal Visi 2030 untuk menarik 100 juta pengunjung domestik dan internasional tujuh tahun lebih cepat dari jadwal, dan kini menargetkan 150 juta pengunjung pada tahun 2030. Pada paruh pertama tahun 2024 saja, Kerajaan ini telah menyambut 60 juta pengunjung.

Menteri Media Salman Al-Dossary menyatakan bahwa pembukaan Six Flags Qiddiya City menandai awal dari serangkaian pembukaan berturut-turut untuk sekitar 70 properti dalam rencana operasional bertahap Qiddiya. Abdullah Al-Dawood, Anggota Dewan dan Direktur Pelaksana Qiddiya Investment Company, mengumumkan penyelesaian Six Flags Qiddiya City pada 23 Desember 2025, sembilan hari sebelum pembukaan resmi. Ia menyebutkan bahwa Qiddiya membentuk masa depan seluruh sektor dan menegaskan bahwa Falcons Flight memberikan kesempatan unik bagi para penggemar pemecah rekor untuk mencetak rekor dunia di tiga kategori sekaligus.

Di sisi lain, megaproyek seperti Qiddiya tidak lepas dari pengawasan. Organisasi hak asasi manusia, seperti Human Rights Watch dan Business & Human Rights Resource Centre (BHRRC), telah melaporkan kekhawatiran terkait kondisi pekerja migran, termasuk risiko terkait sistem Kafala, pencurian upah, dan tekanan panas di lokasi konstruksi Qiddiya. UK Export Finance juga mengklasifikasikan proyek Six Flags Qiddiya sebagai "Kategori A" di bawah kerangka risiko sosial dan lingkungan, menunjukkan potensi dampak buruk yang signifikan selama konstruksi dan operasi. Kritikus internasional juga menuduh Arab Saudi mencoba untuk "sportswash" citra internasionalnya melalui investasi besar-besaran dalam proyek hiburan dan olahraga.

Meskipun demikian, dengan Six Flags Qiddiya City yang kini beroperasi dan Falcons Flight memimpin sebagai atraksi andalan, Arab Saudi secara agresif memposisikan dirinya sebagai kekuatan utama dalam pariwisata global. Proyek ini bukan hanya tentang memecahkan rekor kecepatan dan ketinggian, tetapi juga tentang membentuk kembali citra negara, menarik investasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru di luar sektor hidrokarbon. Transformasi ini didukung oleh investasi infrastruktur yang signifikan, termasuk $35 miliar untuk pengembangan bandara dan $16 miliar untuk proyek Metro Makkah. Riyadh Metro Line 7, yang fase pertamanya dijadwalkan pada tahun 2026, akan menghubungkan Diriyah Gate di utara dengan Qiddiya di barat daya Riyadh.