Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Air Mata Haru Istri Pelatih Valencia Mewarnai Doa Kebersamaan Tim.

2026-01-03 | 06:38 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-02T23:38:30Z
Ruang Iklan

Air Mata Haru Istri Pelatih Valencia Mewarnai Doa Kebersamaan Tim.

Andrea Ortuño, istri dari Fernando Martín Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, tak kuasa menahan kesedihan mendalamnya saat sebuah doa bersama dan pembakaran 1.000 lilin digelar di Marina Waterfront, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat malam, 2 Januari 2026, setelah suaminya dan dua putranya masih dinyatakan hilang menyusul tragedi kapal tenggelam seminggu sebelumnya. Ia terisak histeris hingga harus dibopong oleh keluarganya dan sejumlah umat yang hadir, dalam sebuah pemandangan yang menyentuh ratusan warga yang berkumpul. Insiden ini menyoroti risiko perjalanan maritim di destinasi wisata populer, sekaligus memicu gelombang solidaritas lintas agama dan kebangsaan.

Keluarga Martín Carreras, yang terdiri dari Fernando, Andrea, dan keempat anak mereka, sedang menikmati liburan Natal di Indonesia ketika kapal wisata pinisi KM Putri Sakinah yang mereka tumpangi bersama enam wisatawan Spanyol lainnya, seorang pemandu wisata, dan empat awak kapal, mengalami kecelakaan di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, pada Jumat, 26 Desember 2025, sekitar pukul 20.30 Wita. Kapal tersebut dilaporkan terbalik akibat cuaca ekstrem. Andrea Ortuño dan putri bungsunya, Mar (7 tahun), berhasil diselamatkan bersama empat kru dan seorang pemandu wisata. Namun, Fernando Martín Carreras (44 tahun) dan tiga putranya—Elia (12 tahun), Kike (10 tahun), dan Mateo (9 tahun)—awalnya dinyatakan hilang. Satu jenazah perempuan, yang kemudian diidentifikasi sebagai salah satu putrinya, ditemukan meninggal pada Senin, 29 Desember 2025.

Klub Valencia CF telah menyampaikan duka cita mendalam dan menyatakan dukungan penuh kepada keluarga Martín Carreras, menggambarkan peristiwa ini sebagai "kehilangan yang sangat menyedihkan". Real Madrid CF juga turut menyampaikan belasungkawa. Proses pencarian Fernando Martín dan dua putranya masih terus berlangsung. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, pada 30 Desember 2025, bertemu dengan Andrea Ortuño di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo dan berjanji akan melanjutkan upaya pencarian secara maksimal. Dalam pertemuan tersebut, Andrea memohon dengan suara bergetar, "Please help… please help," kepada Gubernur, yang kemudian dijawab Melkiades dengan komitmen, "Kami akan terus mencari bapak dan anak yang belum ditemukan. Semua upaya terbaik sedang dan akan terus dilakukan."

Acara doa bersama dan pembakaran lilin yang diselenggarakan oleh Komisi Kateketik Keuskupan Labuan Bajo tersebut tidak hanya dihadiri umat Katolik, tetapi juga warga Muslim, menunjukkan kuatnya ikatan komunitas dalam menghadapi tragedi. Seorang saksi mata pria menyatakan, "Sungguh, saya tidak kuasa melihatnya. Sedih sekali," saat melihat tangis Andrea, dengan air mata menetes di pipinya sendiri. Kehilangan ini tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan klub sepak bola Spanyol, tetapi juga memicu pertanyaan mendalam mengenai standar keamanan tur maritim di Indonesia. Data menunjukkan tujuh insiden kapal pinisi tenggelam telah terjadi di tahun 2025, menambah urgensi evaluasi dan perbaikan regulasi keselamatan bagi wisatawan.