Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Wayan Koster Tegaskan Bali Banjir Turis Akhir Tahun, Bantah Isu Sepi dengan Data Valid

2025-12-23 | 23:12 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-23T16:12:03Z
Ruang Iklan

Wayan Koster Tegaskan Bali Banjir Turis Akhir Tahun, Bantah Isu Sepi dengan Data Valid

Gubernur Bali Wayan Koster dengan tegas membantah narasi yang menyebut Pulau Dewata sepi dari wisatawan menjelang akhir tahun, bahkan menyebutnya "bohong" sembari menunjukkan data spesifik yang diklaimnya. Pada pertengahan Desember 2025, Koster mengungkapkan bahwa total kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali telah mencapai 6,7 juta orang, mengalami peningkatan signifikan sekitar 400 ribu kunjungan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat 6,3 juta wisatawan. Dengan sisa waktu dua minggu, ia optimistis target 7 juta wisatawan mancanegara hingga akhir tahun 2025 akan tercapai.

Pernyataan Koster muncul menyusul beredarnya konten di media sosial yang menggambarkan Bali lengang. Namun, Koster menjelaskan bahwa kesan sepi ini tidak mencerminkan kondisi riil. Menurutnya, rata-rata kedatangan wisatawan asing saat ini berkisar antara 17.000 hingga 20.000 orang per hari. Ia mengaitkan persepsi "sepi" dengan beberapa faktor, termasuk musim hujan yang membuat wisatawan cenderung membatasi aktivitas di luar penginapan. "Kan sekarang musim hujan, banjir, mungkin orang datang ke Bali tidak untuk jalan-jalan, banyak yang istirahat," jelas Koster.

Lebih jauh, Koster menyoroti fenomena maraknya akomodasi non-hotel seperti Airbnb dan rumah kos yang dialihfungsikan menjadi penginapan. Praktik ini, menurutnya, berdampak pada rendahnya tingkat okupansi hotel resmi yang tercatat, meskipun jumlah wisatawan secara keseluruhan meningkat. Koster menegaskan bahwa akomodasi-akomodasi tersebut tidak memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah melalui pajak hotel dan restoran. Pemerintah Provinsi Bali berencana menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk mengatur dan mendata penyedia akomodasi non-tradisional ini guna memastikan kontribusi mereka terhadap perekonomian lokal.

Konteks pemulihan pariwisata Bali pasca-pandemi COVID-19 memang menunjukkan tren positif yang kuat. Sepanjang tahun 2023, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani lebih dari 21 juta penumpang, meningkat 71 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan mencapai 89 persen dari total penumpang pra-pandemi pada 2019. Dari jumlah tersebut, 11,5 juta adalah penumpang internasional dan 9,9 juta domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 5,27 juta sepanjang tahun 2023, melonjak 144,61 persen dari 2,15 juta kunjungan pada tahun 2022. Meskipun angka ini masih terpaut sekitar 1 juta dari rekor 2019 (6,27 juta), peningkatan tersebut sangat signifikan. Tingkat hunian kamar hotel berbintang di Bali juga menunjukkan pemulihan, mencapai 62,19 persen pada Desember 2023, naik dari 54,89 persen pada November 2023. Bahkan, kawasan Nusa Dua mencatat tingkat okupansi hotel rata-rata 76,56 persen sepanjang 2024, tertinggi dalam enam tahun terakhir dan melampaui capaian pra-pandemi 2019.

Optimisme terhadap pencapaian target pariwisata Bali tidak hanya datang dari Gubernur Koster. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelumnya telah mematok target 7 juta wisatawan mancanegara ke Bali untuk tahun 2024, yang dinilai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjokorda Bagus Pemayun, realistis mengingat realisasi 2023 yang melampaui ekspektasi. Namun, di balik angka-angka ini, muncul tantangan terkait kualitas pariwisata. Koster sendiri telah berulang kali menegaskan fokus pada pariwisata berkualitas berbasis budaya, menolak pariwisata massal yang dianggap menimbulkan berbagai persoalan, termasuk perilaku wisatawan yang tidak menghormati adat lokal dan tekanan pada lingkungan.

Isu "overtourism" atau kepadatan wisatawan, yang sempat menempatkan Bali dalam daftar destinasi terburuk di dunia pada 2023, menunjukkan urgensi akan keberlanjutan. Persoalan kemacetan, polusi, dan tekanan pada sumber daya publik menjadi perhatian yang membutuhkan penataan strategis. Upaya pemerintah untuk memberlakukan pungutan bagi wisatawan asing (PWA) sebesar Rp150.000 mulai Februari 2024, meski diakui belum maksimal dalam pengumpulannya, adalah bagian dari langkah untuk memperkuat pariwisata berkualitas.

Dengan dinamika ini, Bali bergerak maju dengan data yang mendukung narasi pemulihan dan pertumbuhan jumlah wisatawan. Namun, arah pariwisata ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan yang menyeimbangkan kuantitas dan kualitas, memastikan kontribusi ekonomi yang optimal, dan menjaga keberlanjutan budaya serta lingkungan Pulau Dewata di tengah tantangan global dan perubahan perilaku wisatawan.