Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tiket Masuk Louvre Paris Meroket 45% di 2026 Khusus Turis Non-Uni Eropa

2025-12-01 | 10:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-01T03:06:12Z
Ruang Iklan

Tiket Masuk Louvre Paris Meroket 45% di 2026 Khusus Turis Non-Uni Eropa

Museum Louvre di Paris telah mengumumkan kenaikan harga tiket masuk yang signifikan sebesar 45 persen, yang akan berlaku mulai 14 Januari 2026. Kenaikan ini secara khusus akan memengaruhi wisatawan berusia di atas 18 tahun yang berasal dari luar Uni Eropa (UE) dan Kawasan Ekonomi Eropa (EEA), termasuk negara-negara seperti Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia, yang akan tetap membayar tarif saat ini.

Dengan kebijakan baru ini, harga tiket masuk untuk turis non-UE akan melonjak dari €22 menjadi €32, atau setara dengan sekitar US$34 hingga US$37. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk mendanai proyek renovasi dan modernisasi museum senilai €800 juta, yang dikenal sebagai rencana "Louvre New Renaissance".

Kebutuhan akan peningkatan pendapatan menjadi semakin mendesak setelah insiden perampokan perhiasan senilai $102 juta pada 19 Oktober 2025, yang menyoroti kerentanan serius dalam sistem keamanan museum. Peningkatan ini diharapkan dapat menambah pendapatan tahunan museum antara €15 juta hingga €20 juta (sekitar US$17,38 juta hingga US$23,17 juta). Dana tambahan ini akan dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur keamanan yang kritis, renovasi struktural untuk mengatasi kepadatan pengunjung, dan pengembangan fasilitas baru, termasuk galeri khusus untuk mahakarya Mona Lisa pada tahun 2031.

Pada tahun 2024, Louvre mencatat 8,7 juta pengunjung, dengan sekitar 69 hingga 77 persen di antaranya adalah wisatawan asing. Wisatawan dari Amerika Serikat menjadi kontingen asing terbesar, diikuti oleh pengunjung dari Tiongkok.

Meskipun kenaikan harga ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk keberlanjutan dan perbaikan infrastruktur, keputusan tersebut tidak luput dari kritik. Serikat staf museum, seperti CGT-Louvre dan CFDT, menyuarakan kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat dianggap sebagai "diskriminasi" dan menantang misi universal museum untuk menyediakan akses budaya bagi semua.

Louvre bukanlah satu-satunya institusi budaya di Prancis yang menerapkan kebijakan serupa. Didukung oleh Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati, beberapa situs budaya utama lainnya, termasuk Istana Versailles, Sainte-Chapelle, dan Château de Chambord, juga telah mengumumkan penyesuaian harga tiket masuk untuk pengunjung non-UE.