Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Taktik Jitu Konversi Rombongan Libur Akhir Tahun Jadi Transaksi Maksimal

2025-12-01 | 16:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-01T09:55:55Z
Ruang Iklan

Taktik Jitu Konversi Rombongan Libur Akhir Tahun Jadi Transaksi Maksimal

Menjelang momen libur akhir tahun, sektor pariwisata kembali bersiap mengoptimalkan potensi pasar rombongan dengan strategi jitu untuk mengubah Rombongan Jarang Beli (Rojali) menjadi Rombongan Jadi Beli (Transformasi Rojali 2.0). Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memproyeksikan pergerakan wisatawan domestik pada Desember 2024 mencapai 78,2 juta perjalanan dengan potensi ekonomi hingga Rp117,3 triliun, sementara untuk Desember 2025 diperkirakan mencapai sekitar 100 juta pergerakan. Angka ini menjadi momentum besar kedua setelah libur Lebaran.

Pelaku industri perjalanan dituntut untuk beradaptasi cepat dengan tren dan preferensi konsumen yang terus berkembang. Salah satu tren mencolok adalah peningkatan minat wisatawan Indonesia terhadap nilai, keunikan lokal, dan pengalaman autentik, seperti wisata kuliner, seni budaya, dan wellness retreat. Wisata edukasi juga kian diminati, terutama oleh pelajar dan keluarga, yang mencari perjalanan bermakna dan memperluas wawasan. Destinasi seperti Museum Bali, Bali Safari, Candi Borobudur, Prambanan, Jatim Park Group, bahkan destinasi internasional seperti museum teknologi di Jepang dan istana kerajaan di Korea Selatan, menjadi pilihan untuk wisata edukasi.

Untuk menggaet rombongan, strategi pemasaran digital menjadi kunci. Pemanfaatan platform media sosial, Google Ads, dan pembuatan situs web yang informatif dan user-friendly sangat esensial untuk promosi, menjangkau segmen pasar yang lebih spesifik, serta memudahkan proses pemesanan dan pembayaran secara online. Bisnis travel perlu menyiapkan iklan yang menarik dan unik, bahkan memberikan potongan harga atau promosi musiman untuk event pariwisata khusus. Kampanye "Saatnya Liburan di #IndonesiaAja" yang digagas Kemenparekraf juga menawarkan beragam paket wisata spesial selama periode Nataru 2025/2026, didukung oleh stimulus seperti potongan tarif angkutan kereta api dan diskon tarif tol.

Pengelola destinasi wisata seperti Ancol, misalnya, telah menyiapkan acara tematik, promosi menarik, dan akomodasi berkualitas untuk libur akhir tahun 2025, dengan target tidak hanya pengunjung domestik tetapi juga memperluas pasar mancanegara dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Australia. Sementara itu, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta merumuskan konsep Transformasi Rojali 2.0 - Rombongan Jadi Beli, yang menekankan pengalaman berbelanja sebagai perjalanan sosial yang menciptakan nilai bersama atau komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa fokus pengalaman dan nilai sosial menjadi sangat penting.

Dalam menyusun paket wisata rombongan, penting untuk melakukan analisis mendalam terhadap tren pariwisata kekinian, menentukan jenis paket yang sesuai, menyusun alur kerangka perjalanan secara global, dan menghitung pengeluaran secara teliti. Destinasi populer untuk libur akhir tahun 2024/2025 diperkirakan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat, namun daerah di luar Jawa seperti Sumatera Utara, Bali, Lampung, dan Sulawesi Selatan juga menjadi pilihan. Pantai, laut, dan danau menjadi lokasi favorit, diikuti pusat kuliner, pegunungan, kebun binatang, dan desa wisata.

Meskipun industri travel agent menghadapi tantangan seperti persaingan ketat dengan platform online dan konsumen yang kian selektif mencari pengalaman personal dan unik, peluang untuk berkembang tetap besar dengan memanfaatkan teknologi dan kolaborasi. Bisnis harus senantiasa memperbarui sistem pemesanan online, mengadopsi teknologi terbaru, dan menyesuaikan layanan dengan preferensi konsumen. Dengan persiapan matang, manajemen efektif, dan kemampuan beradaptasi, rintangan dapat diubah menjadi peluang sukses.