
Desa Wisata Sriharjo di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, semakin populer sebagai destinasi liburan asri yang menawarkan pengalaman murah meriah bagi para wisatawan. Terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, desa ini menyuguhkan pemandangan alam lembah Sungai Oya yang diapit oleh perbukitan karst menghijau, sawah terasering yang luas, serta udara segar pedesaan.
Akses menuju Desa Wisata Sriharjo dapat ditempuh melalui Jalan Imogiri Barat atau Jalan Imogiri Timur, kemudian mengikuti petunjuk arah menuju Jembatan Gantung Sriharjo. Meskipun direkomendasikan menggunakan kendaraan pribadi karena minimnya transportasi umum, rute perjalanan ini menawarkan sensasi petualangan tersendiri.
Daya tarik utama Sriharjo terletak pada keindahan alamnya yang menenangkan. Pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas seperti bermain air, berenang, hingga mencoba sepeda air di aliran Sungai Oya yang dangkal dan berbatu di area Ngepohsari dan Padusan Banyu Bening. Area ini juga relatif aman untuk anak-anak. Spot-spot foto Instagramable banyak tersebar, terutama di area persawahan terasering dengan latar belakang tulisan "Sriharjo" yang dikelilingi pepohonan rindang. Bagi penggemar petualangan, tersedia rute trekking menuju Air Terjun Watu Lawang dan Puncak Watu Manjung dengan paket wisata yang sudah termasuk pemandu dan perlengkapan.
Desa ini dikelola secara aktif oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, yang telah mengembangkan berbagai titik menarik seperti Sri Keminut, Taman Ngirli Indah, Lembah Sorory (menyediakan area perkemahan), Desa Wisata Pengkol, Kedhungasri, dan Ngepohsari. Selain wisata alam, Sriharjo juga mengembangkan agrowisata dan edukasi, seperti Techno Eco Park tempat pengunjung dapat mempelajari teknik bertani modern, serta kegiatan pertanian tradisional seperti menanam padi. Pengembangan peternakan kambing dan sapi, bahkan peternakan lebah dan maggot, juga menjadi bagian dari daya tarik edukatif di desa ini. Atraksi budaya lokal seperti Jathilan, Gejog Lesung, Karawitan, dan Campursari masih dilestarikan dan dapat menjadi pengalaman menarik bagi wisatawan.
Salah satu aspek yang menjadikan Sriharjo "murah meriah" adalah biaya masuknya yang relatif terjangkau. Umumnya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk ke Desa Wisata Sriharjo, melainkan hanya membayar retribusi parkir kendaraan sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Beberapa wahana atau aktivitas seperti sepeda air dikenakan biaya sekitar Rp 5.000, sementara yang lain dapat dibayar secara sukarela.
Fasilitas penunjang di area wisata juga memadai, termasuk toilet umum dan warung-warung makan yang dikelola oleh warga setempat, menawarkan aneka kuliner khas daerah. Bahkan, terdapat pengalaman unik menikmati soto di tengah aliran Kali Oya, yang dikenal sebagai Soto Kali. Untuk akomodasi, tersedia homestay seperti Homestay Mbah Pomo Sriharjo dan Homestay Mbah Cip Sriharjo, atau pilihan berkemah di area yang telah disediakan.
Desa Wisata Sriharjo merupakan contoh nyata bagaimana potensi alam dan kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik, terjangkau, dan berkelanjutan, menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang memikat hati.