Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sejarah 135 Tahun Terkubur Banjir: Museum Tjong A Fie Mansion di Sumatra Terendam

2025-12-03 | 02:56 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T19:56:16Z
Ruang Iklan

Sejarah 135 Tahun Terkubur Banjir: Museum Tjong A Fie Mansion di Sumatra Terendam

Air bah yang melanda berbagai wilayah di Sumatra Utara baru-baru ini telah menyebabkan Museum Tjong A Fie Mansion di Medan terendam banjir untuk pertama kalinya dalam sejarah 135 tahun berdirinya. Genangan air mulai memasuki halaman depan bangunan bersejarah itu pada Rabu, 26 November 2025, sebelum akhirnya merendam seluruh bangunan utama pada Kamis, 27 November 2025. Ketinggian air di dalam mansion mencapai 30 hingga 50 sentimeter di beberapa area, menutupi ubin lantai bermotif dan merusak berbagai furnitur kayu serta guci keramik yang merupakan bagian dari koleksi museum. Banjir mulai surut pada Sabtu, 29 November 2025.

Cicit dari Tjong A Fie, Anggiea Prawira Tjong, melalui unggahan media sosialnya, mengungkapkan kesedihan dan keprihatinannya atas kejadian ini, menyatakan bahwa ini adalah kali pertama air banjir masuk ke dalam bangunan utama sejak didirikan. Anggiea menyebut bahwa keluarga dan tim museum telah mencurahkan hati untuk merestorasi tempat tersebut, dan kini fokus pada pembersihan dan pemulihan.

Museum Tjong A Fie Mansion, yang dibangun oleh saudagar kaya Tjong A Fie antara tahun 1890 dan selesai pada tahun 1900, adalah sebuah situs warisan budaya yang memadukan arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Eropa, serta dibangun dengan prinsip feng shui. Bangunan dua lantai dengan 35 kamar ini menyimpan koleksi berharga berupa foto, lukisan, dan artefak yang mencerminkan sejarah multikultural Medan. Sejak dibuka untuk umum pada tahun 2009, mansion ini telah menjadi daya tarik penting bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pasca surutnya banjir, pihak museum bersama tim keluarga segera melakukan upaya pembersihan intensif, mengamankan koleksi yang rentan air ke lokasi yang lebih tinggi, serta membersihkan lumpur dan kotoran. Salah satu kekhawatiran utama saat ini adalah dampak jangka panjang air banjir terhadap struktur kayu bangunan yang sudah berusia tua dan rapuh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan juga masih melakukan pendataan dampak banjir di bangunan publik dan fasilitas bersejarah sebagai bagian dari upaya pemulihan awal. Bencana banjir ini disebabkan oleh hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur beberapa wilayah Sumatra Utara selama beberapa jam pada 27 November 2025, menyebabkan meluapnya aliran air ke permukiman, fasilitas publik, dan kawasan bersejarah.