:strip_icc()/kly-media-production/medias/5452705/original/018542400_1766431015-FOTO_1__3_.jpeg)
Maskapai berbiaya rendah Scoot secara resmi akan mengoperasikan rute penerbangan langsung dari Singapura ke Labuan Bajo, Indonesia, mulai 21 Desember 2025, menggunakan pesawat Embraer E190-E2 berkapasitas 112 kursi. Pembukaan rute dua kali seminggu ini menandai perluasan signifikan konektivitas udara ke salah satu "Destinasi Pariwisata Super Prioritas" Indonesia, memanfaatkan kemampuan pesawat regional untuk menjangkau destinasi non-metropolitan secara langsung dan strategis menggantikan rute yang sebelumnya dilayani oleh Jetstar Asia.
Langkah Scoot ini sejalan dengan ambisi pemerintah Indonesia untuk mendesentralisasi pariwisata melampaui Bali, mendorong pertumbuhan ekonomi regional, dan menciptakan lapangan kerja. Labuan Bajo, yang dikenal sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo, telah menyaksikan peningkatan kunjungan wisatawan yang substansial. Pada tahun 2024, Taman Nasional Komodo menerima 334.206 pengunjung, di mana dua pertiganya adalah turis asing, naik dari sekitar 100.000 pengunjung pada tahun 2016. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan mencatat total 58.926 kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dari Januari hingga April 2025, dengan proyeksi peningkatan lebih lanjut. Selain itu, kota ini juga mencatat lonjakan kedatangan kapal pesiar, dengan 27 kapal membawa lebih dari 23.000 pengunjung antara Januari dan September 2025.
Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi Labuan Bajo sebagai salah satu dari lima destinasi super prioritas, mendorong investasi infrastruktur yang komprehensif. Bandara Komodo di Labuan Bajo telah meningkatkan statusnya menjadi bandara internasional pada tahun 2020. Fasilitasnya telah diperluas, dengan landasan pacu yang kini mencapai 2.650 meter, dan direncanakan akan mencapai 2.750 meter pada akhir tahun 2024. Kapasitas terminal penumpang telah ditingkatkan untuk menangani 1,1 juta penumpang setiap tahun, dengan proyeksi dapat menampung hingga 4 juta penumpang. Bandara ini juga dikelola oleh konsorsium yang melibatkan Changi Airports International Pte Ltd, menunjukkan standar operasional internasional. Infrastruktur pendukung lainnya, seperti pengelolaan limbah, air bersih, transportasi, dan fasilitas kesehatan—termasuk pengadaan ruang hiperbarik—juga telah ditingkatkan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan.
Leslie Thng, Chief Executive Officer Scoot, menyatakan bahwa penambahan sembilan pesawat Embraer E190-E2 ke armada maskapai memungkinkan Scoot untuk terus mengoperasikan armada yang modern dan hemat bahan bakar, sekaligus mendukung strategi pertumbuhan jaringan untuk melayani rute yang lebih tipis ke destinasi non-metropolitan. Pesawat Embraer E190-E2, dengan jangkauan hingga 5.280 km atau lima jam penerbangan, dirancang khusus untuk efisiensi di rute jarak pendek hingga menengah dan kemampuannya untuk beroperasi dari landasan pacu yang lebih pendek. Ini adalah akuisisi strategis untuk memperluas jangkauan Scoot di Asia Tenggara.
Namun, pertumbuhan pariwisata yang pesat juga menimbulkan tantangan, terutama terkait dengan "over-tourism" yang serupa dengan yang dialami Bali. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah menegaskan komitmen untuk memperkuat manajemen pengunjung di Labuan Bajo. Tujuannya adalah untuk memastikan pariwisata yang lebih seimbang dan berkelanjutan, dengan upaya mendistribusikan kunjungan wisatawan ke luar area Taman Nasional Komodo dan memperkuat regulasi berdasarkan daya dukung wilayah. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, menantang Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk melampaui target 500.000 kunjungan wisatawan pada tahun 2024, menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan tersebut.
Pembukaan rute langsung ini juga merupakan bagian dari strategi nasional yang lebih luas untuk menarik investasi asing, yang telah terlihat di Labuan Bajo dengan puluhan investor asing dari Italia, Inggris, Spanyol, dan Rusia yang menanamkan modal di sektor restoran, akomodasi, dan pusat menyelam. Pemerintah Indonesia memandang pariwisata sebagai pendorong vital pendapatan nasional dan penciptaan lapangan kerja, dengan estimasi bahwa setiap penerbangan internasional baru dapat menciptakan antara 7.000 hingga 10.000 pekerjaan pada tahun pertama operasionalnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pembukaan akses penerbangan langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata seperti Labuan Bajo akan didorong secara proaktif. Kesehatan, termasuk potensi pengembangan pariwisata medis di destinasi seperti Labuan Bajo, juga menjadi fokus pemerintah.