Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sacred Monkey Forest Ubud: Pesona Hijau dan Monyet Menggemaskan Menanti

2025-12-02 | 06:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-01T23:59:32Z
Ruang Iklan

Sacred Monkey Forest Ubud: Pesona Hijau dan Monyet Menggemaskan Menanti

Sacred Monkey Forest Sanctuary di Ubud, Bali, menawarkan pengalaman destinasi wisata yang unik, memadukan keindahan alam hutan tropis yang rimbun dengan warisan budaya dan spiritual Bali yang kaya, serta interaksi dekat dengan ratusan monyet ekor panjang yang lucu. Dikenal juga sebagai Ubud Monkey Forest atau Mandala Wisata Wenara Wana, tempat ini bukan sekadar objek wisata, melainkan cagar alam dan kompleks pura Hindu yang dianggap suci oleh masyarakat setempat.

Terletak di desa Padangtegal, Ubud, cagar alam seluas sekitar 12,5 hektar ini adalah rumah bagi lebih dari 1.200 monyet makaka ekor panjang (Macaca fascicularis). Monyet-monyet ini dianggap sakral dalam budaya Bali, melambangkan perlindungan dan kenakalan, serta dipercaya sebagai penjaga pura. Mereka hidup semi-liar dan aktif di siang hari, serta dapat berinteraksi dengan pengunjung. Pengunjung akan menemukan monyet-monyet ini bergelantungan di pohon, berjalan di jalur setapak, atau sekadar beristirahat di tengah hutan.

Lebih dari sekadar habitat monyet, Sacred Monkey Forest adalah situs budaya dan spiritual yang penting. Pura-pura kuno yang berasal dari abad ke-14 menjadi bagian integral dari hutan ini. Terdapat tiga pura utama di dalam kompleks, yaitu Pura Dalem Agung Padangtegal yang dipersembahkan untuk Dewa Siwa, Pura Beji sebagai tempat penyucian, dan Pura Prajapati yang terkait dengan upacara kremasi. Meskipun pengunjung dapat mengagumi keindahan arsitektur pura dan patung-patung berlumut dari luar, beberapa area pura tertutup untuk umum dan hanya digunakan untuk ritual ibadah umat Hindu Bali.

Tempat ini beroperasi di bawah filosofi Tri Hita Karana, sebuah prinsip Hindu Bali yang menekankan tiga cara untuk mencapai kesejahteraan spiritual dan fisik: hubungan harmonis antara manusia, dengan lingkungan alam, dan dengan Tuhan. Oleh karena itu, Sacred Monkey Forest juga berfungsi sebagai area konservasi, pusat pendidikan, dan laboratorium alami untuk meneliti interaksi sosial monyet dan lingkungan mereka. Diperkirakan terdapat setidaknya 115 spesies pohon berbeda di hutan ini, beberapa di antaranya dianggap suci dan digunakan dalam praktik spiritual Bali.

Untuk pengunjung yang berencana datang, Sacred Monkey Forest buka setiap hari dari pukul 09:00 hingga 18:00, dengan loket tiket tutup pada pukul 17:00. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari, antara pukul 09:00 hingga 10:00, saat monyet paling aktif dan suasana lebih tenang sebelum keramaian. Harga tiket masuk untuk wisatawan mancanegara pada hari kerja adalah Rp 100.000 untuk dewasa dan Rp 80.000 untuk anak-anak (3-12 tahun). Pada akhir pekan, harga naik menjadi Rp 120.000 untuk dewasa dan Rp 100.000 untuk anak-anak. Wisatawan domestik dan pemegang KITAS mendapatkan harga yang berbeda.

Beberapa panduan penting bagi pengunjung adalah tidak membawa makanan atau minuman ke dalam hutan karena monyet dikenal suka mengambil barang. Hindari kontak mata langsung dengan monyet dan gerakan tiba-tiba, serta jangan menyentuh atau mencoba memberi makan mereka kecuali di bawah pengawasan staf. Penting juga untuk mengamankan barang-barang pribadi seperti tas, kacamata, atau perhiasan, karena monyet bisa sangat ingin tahu dan mengambilnya. Berpakaianlah dengan sopan sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian area ini. Staf di lokasi siap membantu dan memberikan panduan untuk memastikan keamanan baik bagi pengunjung maupun monyet.