Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Resor Ski Berduka: Travelator Renggut Nyawa Bocah Usai Tangan Terjepit

2025-12-29 | 21:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-29T14:59:34Z
Ruang Iklan

Resor Ski Berduka: Travelator Renggut Nyawa Bocah Usai Tangan Terjepit

Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun meninggal dunia setelah lengan kanannya terjepit di travelator atau sabuk konveyor di Resor Ski Asarigawa Onsen, Otaru, Hokkaido, Jepang utara, pada Minggu, 28 Desember 2025. Insiden tragis yang menimpa Hinata Goto dari Sapporo ini memunculkan pertanyaan serius mengenai standar keselamatan di fasilitas publik, terutama yang sering digunakan oleh anak-anak.

Pihak berwenang setempat melaporkan bahwa Hinata terjatuh saat mencoba turun dari travelator sekitar pukul 10 pagi, yang berfungsi menghubungkan area parkir fasilitas dengan lereng ski. Mirisnya, travelator sepanjang sekitar 30 meter dan lebar 60 sentimeter yang dipasang sekitar enam tahun lalu tersebut tidak dilengkapi dengan pegangan tangan (handrail). Ibu korban segera menghubungi layanan darurat setelah anaknya terjebak.

Fungsi berhenti darurat otomatis travelator dilaporkan gagal beroperasi saat kejadian, memaksa ibunya untuk menekan tombol berhenti manual. Para pejabat resor menyatakan kepada Kyodo News bahwa sistem darurat tersebut telah berfungsi normal saat inspeksi rutin yang dilakukan pada hari yang sama, beberapa waktu sebelum insiden mematikan itu terjadi. Staf resor tidak mampu membebaskan Hinata, sehingga petugas darurat harus membongkar sebagian peralatan untuk menyelamatkannya. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dikonfirmasi meninggal dunia di rumah sakit.

Insiden ini menggarisbawahi kerentanan anak-anak terhadap kecelakaan di eskalator dan travelator. Data menunjukkan bahwa anak-anak di bawah 19 tahun merupakan korban terbanyak dalam kecelakaan eskalator, dengan 75% kasus disebabkan oleh terjatuh atau tersandung, dan 20% karena terjepit di antara bagian-bagian mesin. Meskipun travelator dirancang untuk kenyamanan, terutama di lokasi seperti bandara dan pusat perbelanjaan, insiden di resor ski ini menyoroti bahaya khusus di lingkungan luar ruangan yang mungkin memiliki standar pengawasan dan pemeliharaan berbeda.

Polisi dan otoritas terkait kini tengah menyelidiki secara mendalam penyebab pasti kecelakaan dan mengevaluasi apakah langkah-langkah keselamatan di Resor Ski Asarigawa Onsen sudah memadai. Pernyataan dari perwakilan resor yang menyampaikan permintaan maaf dan berjanji untuk menyelidiki penyebab serta mengambil langkah pencegahan menunjukkan pengakuan awal atas tanggung jawab. Travelator di resor tersebut ditutup pasca-insiden, sementara operasional resor ski tetap berjalan.

Pakar keselamatan peralatan bergerak seringkali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar internasional seperti ISO 11568 dan EN 115, yang mencakup desain mekanis, sistem kelistrikan, perangkat penghentian darurat, dan papan nama. Untuk eskalator dan travelator luar ruangan, tantangan tambahan meliputi paparan cuaca ekstrem, yang memerlukan material tahan cuaca dan sistem pemantauan yang canggih untuk mencegah korosi atau kegagalan fungsi. Kegagalan fungsi otomatis tombol darurat, seperti yang terjadi di Hokkaido, adalah titik kritis yang harus diinvestigasi secara menyeluruh, mengingat sistem tersebut dirancang sebagai garis pertahanan utama.

Kematian Hinata Goto diharapkan akan memicu evaluasi ulang protokol keselamatan travelator di seluruh resor ski dan fasilitas umum lainnya, tidak hanya di Jepang tetapi juga secara global. Peristiwa ini menjadi pengingat yang menyakitkan bagi operator fasilitas untuk memastikan tidak hanya inspeksi rutin tetapi juga uji fungsi darurat yang ketat, serta mempertimbangkan fitur keselamatan tambahan seperti pegangan tangan, terutama di area yang sering dikunjungi oleh anak-anak. Keluarga korban, industri pariwisata ski, dan publik akan menantikan hasil investigasi yang transparan dan langkah konkret untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa mendatang.