
Meskipun dikenal sebagai salah satu destinasi bahari terindah di dunia, liburan ke Raja Ampat seringkali dicap mahal. Namun, dengan perencanaan matang, impian menikmati surga bawah laut di ujung timur Indonesia ini bisa terwujud tanpa menguras kantong. Berikut adalah tips wisata hemat ke Raja Ampat.
Langkah pertama menuju Raja Ampat adalah melalui Bandara Domine Eduard Osok (SOQ) di Sorong, Papua Barat Daya. Harga tiket pesawat dari Jakarta ke Sorong bervariasi, mulai dari sekitar Rp 2,7 juta hingga Rp 4,2 juta untuk sekali jalan, atau sekitar Rp 2,4 juta hingga Rp 4,8 juta per Juni 2025. Untuk tiket pulang pergi, siapkan dana minimal Rp 5 juta hingga Rp 8,4 juta. Tiket pesawat termurah ke Sorong sering ditemukan pada bulan Maret, Mei, atau Oktober. Disarankan untuk memesan tiket jauh-jauh hari dan memanfaatkan promo maskapai, serta mempertimbangkan penerbangan dengan transit untuk menghemat biaya.
Setibanya di Sorong, perjalanan dilanjutkan ke Waisai, ibu kota Raja Ampat, yang dapat ditempuh dengan kapal feri. Kapal feri beroperasi dua kali sehari dari Pelabuhan Sorong menuju Waisai pada pukul 09.00 WIT dan 14.00 WIT, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Biaya tiket feri berkisar antara Rp 110.000 hingga Rp 250.000 untuk kelas ekonomi dan Rp 250.000 untuk kelas VIP, ditambah retribusi sebesar Rp 12.000. Setelah tiba di Pelabuhan Waisai, Anda bisa menggunakan ojek menuju penginapan dengan tarif sekitar Rp 10.000.
Untuk akomodasi, pilihlah homestay yang dikelola masyarakat lokal daripada resor mewah. Homestay menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau, mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 700.000 per malam, bahkan banyak yang sudah termasuk makan tiga kali sehari dengan tarif sekitar Rp 300.000 hingga Rp 600.000 per malam. Lokasi homestay juga seringkali dekat dengan objek wisata.
Biaya terbesar selama di Raja Ampat biasanya adalah sewa kapal untuk island hopping. Jika bepergian sendirian atau berdua, manfaatkan open trip untuk membagi biaya sewa kapal yang bisa mencapai Rp 7 juta hingga Rp 13 juta per hari untuk kapasitas 10-15 orang. Paket open trip biasanya sudah mencakup penginapan, kapal, dan pemandu, sehingga lebih hemat. Durasi ideal liburan hemat di Raja Ampat adalah sekitar 4 hingga 5 hari. Selama di sana, pastikan untuk membeli PIN (Kartu Tanda Masuk Kawasan Konservasi Raja Ampat) seharga Rp 500.000 per orang, yang berlaku selama satu tahun.
Untuk menghemat biaya makan, pilih warung makan lokal di Waisai yang harganya tidak jauh berbeda dengan Sorong. Warung makan dengan menu nasi lauk ikan yang terjangkau mudah dijumpai. Membawa persediaan makanan ringan dari kota asal juga sangat membantu, mengingat harga makanan di Raja Ampat bisa lebih mahal.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Raja Ampat adalah antara bulan September hingga April, karena pada periode ini ombak cenderung lebih tenang dan cuaca lebih cerah, cocok untuk aktivitas laut seperti snorkeling dan diving. Jika Anda bukan penyelam, jangan khawatir. Raja Ampat menawarkan berbagai aktivitas seru lainnya seperti snorkeling, trekking di pulau-pulau tak berpenghuni, mengamati burung cenderawasih (bird watching) di Waisai, atau memberi makan hiu di Piaynemo. Membawa peralatan snorkeling pribadi juga bisa memangkas biaya sewa.
Dengan perencanaan yang cermat, liburan impian ke Raja Ampat yang indah dan memukau dapat diwujudkan dengan anggaran yang lebih hemat.